
Seorang gadis tiba-tiba menyerangku tiba-tba,namun karena aku menyadarinya duluan maka Aku refle menarik pedangku dan menangkisnya
"Ada apa menyerangku?apa aku menganggumu?"
Swossh...tap...gadis itu lalu mundur dan mengeluarkan hawa membunuh kepadaku
"Maaf,apa ada masalah?kita bisa bicarakan baik-baik bukan?kau bisa memanggilku Hakuya"
"Gadis yang manis,duduklah dan ceritakan apa masalahmu pada Tuanku,jika kau bersikeras mengalahkannya,itu hanya akan membuang-buang tenagamu"
Berkat Alarick,gadis itu sekarang mendekati ku dan kemudian berdiri disampingku
rambut yang diikat kebelakang dan baju hitam serta katana dikiri melambangkan seorang ninja
"Ini semua gara-gara ulahmu,Aku dan adikku tidak bisa ke pulau bintang karenamu,inu semua salahmu...hikss...hikss.."
gadis itu menunduk dan mulai menangis disampingku dan Alarick,namun Aku tidak mengerti masalahnya
"Hei apa yang terjadi dengan adikkmu?,maukah kau menceritakannya kepadaku?"
"tenanglah gadis manis,tuanku akan mendengarmu dan akan membantumu jika dia mampu,katakanlah"
"Hiksss....hikss....hiksssss...ba...ba...baiklah"
Gadis itu berhenti menangis secara perlahan-lahan dan Aku menyuruhnya menenangkan dirinya
"Adikku...adikku terkena kutukan mematikan dari pamanku sewaktu melawan pamanku yang mengkhianati keluargaku,hingga kini membuat hidupnya sangat terancam,adikku hanya bisa hidup tiga hari lagi,untuk itu Aku harus ke pulau bintang untuk memetik buah yang ada di pulau bintang,karena itu Aku ingin memenangkan acara itu untuknya"
"Heeh,kalau tidak salah kau ini berada di meja nomor satu kan?"
"Kenapa kau berbicara sepertiku Alarick''
"Itu benar...Aku dimeja nomor tiga"
Gadis itu lalu menatapku dengan wajah yang tampak putus asa dan kehilangan harapan,namun masih ada harapan
"Apa kutukan yang berada ditubuh adikmu?"
"Kutukan itu adalah kutukan semanggi,kutukan itu membuat tanda di punggung adikku yang berbentuk semanggi warna hitam yang merupakan kutukan dari paman yang mengkhianati keluargaku,membunuh ayah dan ibuku,mengambil alih kerajaanku dan mengutuk adikku,kutukan itu membuat adikku menderita dan tidak bisa disembuhkan,hanya buah yang di pulau itu yang dapat menyembuhkannya"
Aku berpikir apakah sihirku dapat membantunya,karena itu adalah racun ular neraka,kupikir itu sangat mustahil
"Maaf Nona,Tuan,tapi seingatku kutukan semanggi hitam itu tidak bisa dihilangkan oleh buah itu ataupun sihirmu Tuan,semanggi hitam adalah tanaman yang ditanam oleh dewa alam,namun hanya satu hal yang bisa menolong adikmu nona"
__ADS_1
"Hah?mustahil,jika begitu apa yang harus Aku lakukan?"
"Tuan,darah dewa alam mengandung obat racikan dari tumbuhan,air dan bahan alam lainnya yang khasiat obatnya sangat hebat,apapun penyakitnya atau kutukan bisa di sembuhkan dengan itu,jika kau mengalahkannya maka darah itu akan masuk kedalam tubuhmu tuan,kau bisa mengobati siapapun dengan darahmu tanpa harus kehilangan darah"
Mendengar itu Aku menjadi sangat ingin menolongnya,Aku tidak ingin membiarkan rasa bersalah ini menghantuiku hanya karena Aku tidak bisa menolong seorang gadis
"Alarick,jika begitu Ayo kita lakukan!"
"Tunggu,apa kau sudah gila?jangan nekat hanya karena Aku"
"Tidak apa-apa,setelah pertarungan melawan dewa,kita akan mengambil alih kembali kerajaanmu"
"Itu hal yang sangat ingin kudengar darimu Tuan"
"Dewa Alam!!!Aku akan menaklukanmu,ngomong-ngomong siapa namamu?"
"Namaku Shimana Shina,terima kasih sudah membantuku,Aku akan menunggumu Hakuya..Swoooosssshhh"
Gadis itu kemudia pergi dengan cepat sambil menyebutkan namanya,namun dari mana dia mengetahui namaku?
Keesokan harinya
"Semuanya kami berangkat"
"Hati-hati Hakuya,Alarick"
"Master,berjuanglah"
"Hakuya,semangat"
"kami semua menunggumu"
"Ryuko menunggu Hakuya"
"Kyouko juga menunggu Hakuya"
"Cepatlah kembali kau Hakuya"
"Hakuya,jangan terlalu lama"
"Hati-hati dijalan putraku"
"Ayane,Neptune,Angela,Ryuko,Kyouko,Ibu
__ADS_1
,Aliza,Alizia"
"SEMUANYAA,KAMI BERANGKAT!!!"
"HATI-HATIII"
Aku lalu membuka portal menuju pulau bintang dan sangat bersemangat sekali,Aku tidak sabar mencapai pulau bintang
"Pulau Bintang,kami datang!!....."
Tap...tap...tap...
Saat ini Aku berada di Ascerdant dan menuju pulau bintang dengan peta yang dibuat oleh pembawa acara itu,namun Aku tak membutuhkannya,karena Alarick pernah ke pulau bintang maka seharusnya dia tahu jalan menuju tempat itu
"Tuan,pulau bintang masih agak jauh dari sini,Aku tahu jalan pintas tetapi harus melewati hutan disebelah kita"
"Baiklah...ayo kita lewati saja"
Perjalanan mulai masuk kedalam hutan untuk menuju pulau bintang,kami mulai melangkah lebih cepat untuk kesana,tapi....
"Tuan...ada aura monster tingkat dewa,Aku tak menyangka dia ada disini"
"Apa?baiklah jika kita tidak bisa melewatinya kita akan mengalahkannya"
"Kau serius Tuan?"
"Alarick kau adalah sahabatku,kita akan mengalahkannya bersama,lagi pula kau juga tingkat dewa bukan?"
"Haah...kau benar Tuan,ayo!!...."
Alarick dan Aku berlari secepat mungkin untuk pergi ke pulau bintang lebih cepat,namun aura monster itu semakin mendekat
"Tuan... dibelakang ada yang mengejar,dia lebih cepat dari pada kita"
"Berhenti dulu Alarickk!!!"
Alarick dan Aku kemudian berhenti dan melihat sekeliling untuk waspada dengan sekeliling
"Disanaa!!!......"
GRRRR.....ROOOAARRRRR......
"Tidak mungkin,Tuan monster ini"
__ADS_1
Aku melihat monster bermata satu didepanku yang berbentuk raksasa dan tanpa mulut
"Haah...ya...Aku tahu,ini....Cyclops!!