Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
Chapter 12


__ADS_3

"Whaaa......Huh...Hmm...Apa itu mimpi?,apa yang terjadi padaku?,ke 4 penjaga mata angin berada di sekelilingku,Hmm tidak terasa sudah jam 17:30"


Aku kemudian keluar kamarku dan


"GUBRAKKK....BLAM"


"Maaf kan saya Tuan Hakuya,saya tidak sengaja mohon jangan pecat saya"


"Ya ampun kau berlebihan,Aku tidak akan memecatmu,ini juga kesalahanku karena tidak melihatmu"


"Tapi Tuan saya minta maaf karena telah membasahi baju Tuan"


"Oh tidak apa-apa,ini hanya masalah kecil abaikan saja,lain kali Aku juga akan hati-hati,oh ya apa didapur sudah ada yang memasak?"


"Sudah Tuan,makan malam akan siap sebentar lagi"


"Baguslah,Aku akan turun kebawah dan mandi"


"Baik Tuan Hakuya"


Aku meninggalkan salah satu pelayanmu dan langsung bergegas kepemandian dan terlihat seseorang membuka pintu dari luar dan ternyata adalah Aliza dan Ryuu


"KREEEKK...Kami pulang"


"Selamat datang,bagaimana perjalanannya?"


"Tidak ada masalah,ini Ryuu membelikan ini untuk Hakuya,katanya ini sebagai jimat"


"Heeh begitu yah,terima kasih Ryuu"


"Ha...Ha...Hakuya,ini...ini dari Aku,pokoknya terimalah" katanya sambil menyodorkan jimat yang berbentuk seperti kepala binatang yang dijahit dan lucu sekali sama seperti yang diberikan Ryuu kepadaku


"Terima kasih Aliza,dan kalian pulang tepat waktu,makan malam akan segera siap"


"Baiklah,Aku akan memanggil Alizia dan Neptune sebentar"


"Ryuu akan memanggil anak-anak"


"Baiklah,Aku menunggu diruang makan"


Setelah Aliza keluar untuk memanggil adiknya dan Neptune sedangkan Ryuu memanggil anak-anak


"Ayane!......"


"Woooossshhh....Aku disini Master"


"Bagaimana latihanmu?"


"Sangat baik Master"


"Baiklah,kau juga harus istirahat jangan memaksakan dirimu"


Setelah aku bilang begitu dengan tersenyum,Ayane lalu menunduk dengan pipi yang memerah


"Ba...ba..baik Master"


"Haha baiklah Ayo kita keruang makan"


Setelah itu aku duduk dikursiku bersama Ayane dan teringat kembali mimpi tadi


"Tap...Tap...Tap...Hakuya,Hakuya....."


Ryuko berlari kearahku bersama Kyouko dan


berlari kearahku sedangkan Rae dan Rugo dibelakang mengikuti mereka berdua


"Ada apa Ryuko,Kyouko"


"Hakuya,Apa Ryuko terlihat manis"


"Ya Ryuko anak yang manis"


"Kalau Kyouko?"


"Kyouko juga rubah yang paling manis,Hakuya menyayangi kalian berdua"


"KAMI JUGAA....Plukk"


"Haha baiklah baiklah,duduklah bersama Rugo dan Rae disana Yah"


"Baiiiikkkk..."


Mereka berdua kemudian berlari dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Rugo dan Rae


"Kau sudah seperti seorang Ayah master"


"Hmm,mungkin kau benar,oh mereka sudah datang"


"Haii Hakuya,Ayane"


"Hai,duduklah kalian semua"


mereka kemudian duduk dengan Ryuu dan Ayane disampingku dan mereka bertiga di hadapanku


"Jadi bagaimana perkembangan ilmu sihirmu Neptune?"


"Dia sangat berbakat,dia bisa menggunakan elemen api dan tumbuhan"

__ADS_1


"Itu semua karena Alizia yang mengajariku"


"Baguslah jika Alizia bisa mengajarimu"


"Hakuya,tadi Ryuu bertemu Ayah saat perjalanan pulang dan Ayah bilang kita semua harus pergi ke istana besok pagi"


"Hmm sepertinya ini situasi yang penting,besok kita semua akan kesana,oh makanan sudah tiba"


Para pelayan membawa makanan untuk kami makan bersama,ada begitu banyak makanan yang kelihatannya enak sekali


"Waahh ini kelihatannya enak sekali"


"Makanlah sebanyak yang kau mau Neptune"


"Terima kasih Hakuya"


"Hakuya,buka mulutnya...aaaaaa"


"Ryuu,ini memalukan,jangan lakukan didepan mereka" kataku dengan wajahku yang tiba-tiba memerah"


"Ayolah Hakuya,kau tidak ingin sesendok dari Ryuu"


"Hakuya,jika Hakuya tidak membuka mulut maka Ryuu tidak akan memaafkanmu"


"Master,kau ingin menolak begitu saja sesendok dari Tunanganmu?"


"Heeh?Hakuya dan Ryuu sudah bertunangan?" Neptune bertanya penasaran


"Belum,tepatnya setelah usia Ryuu 15 tahun dan Aku 23"


"Pokoknya Hakuya buka mulut,hmm..."


Ryuu lalu membesarkan pipinya dan menunjukan ekspresi sedang marah dengan sangat manis


"Baiklah,baiklah..hanya satu sendok,Aaaaa...."


"Hmm Hakuya pria yang baik,karena itu Aliza dan Alizia juga menyukaimu..."


"Tunggu....Ryuu kau sudah janji tidak mengatakannya,Ha...Hakuya ini salah paham"


"Aku dan kakak tidak...tidak,Ya ampun"


"Apa maksud kalian" Kataku dengan wajah senyum terpaksa


"Bu...bukan apa-apa,a....ayo mulai makan semuanya"


"Kau benar"


"SELAMAT MAKAN"


Masing-masing dari kami menyantap makanan enak dimeja makan itu dan semuanya tampak menikmati makanan mereka,mulai dari kedelapan pelayanku dan Gero serta anak-anak dan kami berenam hingga menghabiskan makanan


"Aku senang kau menyukainya Neptune"


"Ryuu kekenyangan,Hakuya apa kita bisa memakan ini lagi?ini sangat enak"


"Tentu saja Ryuu,kita akan memakannya bersama,oh ya jangan lupa untuk tidur lebih awal dan berangkat ke istana besok pagi"


Setelah itu kami menghabiskan waktu dimeja makan dan saat menunjukkan jam tidur masing-masing dari menuju kekamar masing-masing dan tentu dengan Ryuko dan Kyouko tidur bersamaku,Rugo bersama Ryuu dan Rae bersama Neptune,sedangkan Aliza,Alizia dan Ayane tidur dikamar mereka masing-masing


"Hakuya,Ryuko ingin cerita sebelum tidur"


"Kyouko juga ingin mendengar cerita Hakuya"


Mereka berdua kemudian tiduran dengan posisi aku dikiri,Ryuko di tengah dan Kyouko di kanan


"Kalian berdua siap mendengar ceritanya?"


"Ryuko siap Hakuya"


"Kyouko juga"


"Baiklah gadis kecil kesayanganku,kita mulai...Pada suatu ketika,hiduplah seorang anak........Tamat"


Setelah aku bercerita dan sudah terlelap,Aku kemudian memasang selimut dan terdengar Ryuko menyebut namaku


"Hakuya,Hakuya jangan tinggalkan Ryuko,Ryuko sayang Hakuya"


Aku tersenyum kemudian memasang selimut dan mengelus kepala mereka berdua


"Hakuya disini untuk kalian berdua,Hakuya tidak akan kemana-mana,selamat malam malaikat kecilku"


Kataku sembari mencoba tidur sambil memeluk mereka berdua


Sreennngg....tampak suara gorden terbuka dan sinar pagi menyilaukan mataku


"Tuan Hakuya,selamat pagi"


"Hoaaahhmmm...selamat pagi Hoaaammm...Asuka" Kataku sambil menguap dan menggosok kedua mataku dan melihat Ryuko dan Kyouko tidak ada disampingku


"Asuka,dimana Ryuko dan Kyouko?"


"Saat aku masuk kekamar Tuan,mereka sudah bangun,jadi Aku menyuruh mereka untuk mandi bersama Tuan Putri Ryuu dan lainnya,Adik tuan putri Ryuu sedang bersama Tuan Gero yang sedang memandikannya,mereka berdua sangat itu Tuan,mereka sudah seperti menganggapmu Ayah mereka"


"Heeh begitu yah,Ya mereka juga sudah seperti anak-anakku,Aku bahagia memiliki mereka"


Aku lalu mengambil pedang Olympusku dan pergi ke pemandian untuk membersihkan diriku

__ADS_1


"Oh Tuan Hakuya,maaf saya menggunakan pemandian ini untuk membersihkan Pangeran"


"Tidak apa-apa Gero,itu bukan masalah besar


Tak lama Aku membersihkan tubuhku dipemandian air panas,Aku memakai kembali pakaianku lalu keluar dan melihat mereka berlima sudah menungguku di ruang depan


"Hakuya,apa kita harus membawa mereka?Ryuu takut terjadi sesuatu"


"Aku juga tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka,kurasa biarlah mereka bermain di rumah sementara kita pergi,tunggu sebentar"


Aku kemudian berjalan kearah anak-anak dan mereka melihatku dengan tersenyum


"Ryuko,Kyouko,Rugo dan Rae,sementara kami berenam pergi,apakah kalian bisa menjadi anak yang baik?"


"Tapi Hakuya tidak akan lama kan?Hakuya akan pulang kan?"


"Tenang saja,Hakuya tidak akan lama,kan Hakuya punya portal untuk kembali oke"


"Baiklah Ryuko akan menjadi anak yang baik"


"Baguslah,Ryuko memang anak yang baik,Kyouko jaga Ryuko oke?"


"Baik Hakuya,Kyouko akan menjaga Ryuko apapun yang terjadi"


"Baiklah,kalian bermain di rumah saja yah,atau dihalaman,Asuka dan yang lainnya jaga anak-anak"


"Baaikk Tuan Hakuya"


"PORTAL.....Ayo kalian masuk!"


"Sampai nanti anak-anak"


"Sampai nanti anak-anak,kakak tunggu aku"


"Ryuu akan segera kembali Ryuko"


Lalu Ayane dan Neptune masuk keportal yang menuju ke istana langsung dan Aku yang terakhir


"Sampa nanti anak-anak"


"HAAATIII HATIII HAKUYAA"


Dengan begitu Aku dan yang lainnya langsung menuju kehadapan Ayah dan ibu


"Ayah,Apa ada masalah hingga menyuruh kami semua kesini"


"Begini Hakuya,negeri tetangga sedang dalam wabah penyakit yang bisa menular kesiapa saja,jika dibiarkan lama kelamaan akan sampai ke negeri kita,jadi Aku meminta tolong padamu untuk mengobati yang terkena penyakit dan membuat kota itu menjadi sehat kembali"


"Hmm...perkataanmu benar Ayah,jadi dikota manakah itu Ayah?"


"Kota Ascerdant,pergilah denga kereta kuda dengan para pengawal kepercayaan kerajaan


Alaska,mereka sampai kesini kemarin dan menyampaikan berita buruk ini"


"Tapi Ayah,kota Ascerdant itu sangat jauh,Ryuu ingin menemani Hakuya,apakah boleh?"


"Heh?Ayah tidak melarangmu,Ryuu pergilah berbuat kebaikan bersama Hakuya dan teman-temanmu,dengan begitu Ayah akan senang"


"Berhati-hati lah Ryuu,ibu mendukungmu"


"Ibu...Ayah....baiklah Ryuu aka berjuang"


"Yang Mulia,Ryuu adalah teman kami,kami akan melindunginya"


"Terima kasih banyak Aliza dan kalian semua,Aku sangat berterima kasih Ryuu memiliki teman baik seperti kalian"


"Baiklah Ibu,Ayah aku akan pergi ke Ascerdant"


"Pengawal siapkan empat kereta kuda"


Dengan begitu Aku pergi kegerbang istana dimana kereta kuda menunggu kami untuk berangkat,tetapi sebelum pergi,pengawal daru Ascerdant memanggil kami


"Kalian berenam,terima kasih sudah ingin membantu kami diAscerdant,kami akan menjadi pengawal kalian sampai ke Ascerdant dan kami tahu jalan kesana,karena itu mohon bantuannya" Kata seorang pria yang memimpin pengawalan


"Baiklah,Terima kasih sudah mengawal kami semuanya"


Dengan begitu kami mulai perjalanan dengan Aku dan yang lainnya duduk didalam sedangkan Ayane dan Aliza duduk didepan karena mereka berdua bilang bisa mengendarai kereta kuda


"Sekarang sedang bosan sekali,apa ada permainan yang bisa kita mainkan?"


"Hm sepertinya tidak ada,bagaimana jika kita bercerita?cerita seram atau apapun itu boleh"


"Oh aku punya satu cerita yang bagus"


"Ceritakanlah Alizia,Aku dan Hakuya akan mendengarkan"


"Baiklah kalian berdua siap?Hakuya,Ryuu?"


"KAMI SIAP"


Kataku bersamaan dengan Ryuu dan Alizia memulai kisahnya dan sembari berjalan kami menikmati perjalanan dan bergantian cerita hingga pertengahan jalan yang sepi


hingga


"Semua kereta kuda berhenti!!...." kata pemimpin pengawalan yang didepan sedangkan Aku dan yang lainnya dibelakang


"Ayane apa yang sedang terjadi?

__ADS_1


"Master ada bandit hutan dan mereka mengepung kita"


"Heeh?menjadikan kita musuh adalah ha yang salah....


__ADS_2