Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku

Perjalanan Ke Dunia Lain Bersama Ponselku
S2 CH:11 Chapter 52


__ADS_3

Ditengah-tengah membangun~


"Ya,seperti itu cara menggunakan semen,kalian hebat,dengan ini kita bisa membuat Kota Theresa kita semakin hebat." Kataku sambil memerintah dan membantu mereka,tapi sesuatu terjadi.


BEDEBUG...


Seseorang menabrakku hingga membuatnya terjatuh dengan wajah yang ketakutan,seorang gadis kecil setengah kucing berbulu putih dengan pakaian lusuh dan tampak kotor.


"Kau tak apa-apa?" kataku sambil menjulurkan tanganku kepadanya.


gadis itu tampak sangat ketakutan dan menghindari tanganku hingga membuatnya pingsan.


"Gadis ini pingsan,lanjutkan pekerjaan kalian dan desain bangunan dengan cara yang kuberikan,Aku akan membawa gadis kecil ini masuk ke dalam kastil." Kataku sambil mengendong gadis kecil ini.


Aku membaringkan gadis setengah kucing yang seumuran dengan Ryuko dan Kyouko itu,melihat luka-luka ditangannya sudah jelas bahwa gadis kecil ini disiksa.


"Siapa yang tega melakukan hal seperti ini,beraninya menyiksa gadis lemah seperti ini." kataku dengan sangat emosi.


Aku menyembuhkan luka-luka gadis itu dan meminta Ryuko dan Kyouko untuk menjaganya.


"Shiina,Ayane,Rin,Ran ikut denganku." kataku sambil memanggil mereka.


"Ada apa Hakuya?" Rin bertanya.


Aku menceritakan semua yang kutahu kepada mereka hingga merek mengerti apa maksudku.


"Ini tidak bisa dibiarkan,kita harus segera membebaskan mereka." Ran tampak serius.


Aku mengangguk, "Ayane,Shiina Aku butuh bantuan kalian,bisakah kalian membantuku?" kataku bertanya.


"Aku akan menuruti permintaanmu apapun itu Master,yakinlah bahwa Aku tidak akan Mengecewakanmu." Ayane bersemangat.


"Aku juga dengan senang hati." Shiina membalas.


"Ayo kita serang bangsawan licik itu saudaraku." Ran menyemangati.


"Ya,terima kasih semuanya." Kataku.


Lalu Aku pamit bersama mereka kepada Ryuu dan yang lainnya dan bilang kami akan segera kembali.


Aku meminta Ayane dan Shiina untuk menelusuri jejak gadis itu dan tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk menemukannya.


Sebuah desa kecil yang dimana rumah-rumah terbuat dari jerami dan


"Desa kecil ini,ada banyak setengah hewan yang disiksa,bangsawan keji itu benar-benar tidak punya hati." Ayane bergumam.


"Apa selanjutnya saudaraku?"


"Apa harus menyerang langsung?" Ayane dan Ran bertanya.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus menyerang langsung Hakuya,tidak ada waktu lagi." Rin menyarankan.


"Baiklah,kita maju sekarang tapi tetap waspada,walaupun kita memiliki kekuatan,jangan remehkan kemampuan lawan." Kataku memperingatkan.


"Mengerti!" mereka serentak.


"Kalau begitu,maju!"


Disaat yang sama~


Kamar di Kastil...


"I...ibu?ayah?jangan tinggalkan Neko,Ibu...Ayah! tidak!."


Gadis yang pingsan tadi akhirnya terbangun dihadapan Ryuko dan Kyouko,namun air mata berlinang di matanya.


"Ibu...hiks ayah...hiks." Kata gadis itu menangis.


"Kenapa kau menangis?" Ryuko bertanya.


"Hmm?Aku melihat Ayah dan Ibuku terbunuh dan mereka melambaikan tangan mereka ke arahku." kata gadis itu sambil menangis.


Ryuko dan Kyouko saling melihat satu sama lain dan mencoba menenangkan gadis itu dengan sepenuh hati mereka.


"Tenang saja,kami berdua akan menjagamu." Kyouko berkata sambil menghapus air mata gadis kecil itu.


"Ya,ada kami disini kau tak perlu khawatir." Ryuko mulai menepuk pundaknya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Ryuko.


"Tidak,Aku tadi bertemu manusia,Aku sangat takut." Gadis itu memeluk guling yang ada diatas ranjang itu.


"Oh,dia adalah Hakuya,dia adalah teman sekaligus Ayah kami berdua." Kata Kyouko sambil tersenyum.


"Ayah? apa dia manusia yang baik?" tanya gadis itu mulai tenang.


"Dia sangat baik." Ryuko berkata sambil tersenyum dan mengambil sesuatu di atas meja.


Gadis itu menyadari bahwa sekujur tubuhnya tidak sakit lagi karena luka-lukanya sudah hilang tanpa bekas.


"Lu...luka-lukaku hilang?bagaimana bisa?" katanya sambil melihat kedua telapak tangannya dan melihat kembali ke arah Kyouko.


"Hakuya yang menyembuhkanmu,lalu menyuruh kami berdua untuk menyelamatkanmu" Ryuko dengan manisnya dan tersenyum.


Ryuko mengambil semangkok gandum hangat dia atas meja disamping Tempat tidurnya dan menyuruh gadis kecil itu untuk makan.


"Kau laparkan?ini makanlah,Hakuya yang memberikannya." Kata Ryuko sembari tersenyum.


"Dia memberikan ini untukku?" Tanya gadis itu.

__ADS_1


"Ya,baju yang kau kenakan juga dari Hakuya,dia yang menyuruh kami memasang kannya padamu." Kyouko menambahkan.


Gadis itu menatap baju yang berwarna putih keemasan itu dan melihat makanan yang berada di tangannya itu sambil menitikkan air mata.


"Be...benarkah dia orang baik?" kata gadis itu.


Sementara di tempat Hakuya berada.


"Bunuh semuanya bunuh! bawa para manusia setengah hewan ketempat yang aman!." Kataku bertarung sekaligus memerintah.


"Semua telah diamankan Hakuya!" Ran memberi tahu.


"Bantai semuanya!." Kataku sambil membabat habis semua orang yang menyiksa disana.


Para setengah hewan telah dipindahkan ke tempat yang aman dan kami terus bertarung hingga semuanya mati.


"Semua dari pihak musuh yang tewas berjumlah 200 orang lebih." Ayane memberi informasi.


"Sedangkan dari pihak hewan telah tewas sekitar 700 lebih,yang masih hidup tersisa kurang dari 150 orang." Shiina memberitahu.


"Perhitungan kalian cepat,para bangsawan inu sangat kejam sekali,mereka sudah membunuh banyak orang,mereka pantas begini.


"Bagaimana dengan korban yang meninggal ini?" Tanya Ran.


"Bariskan mereka dan bedakan antara manusia dan manusia setengah hewan,Aku akan bicara dengan setengah hewan." kataku sambil pergi berjalan ke arah gerbang dimana tempat setengah hewan berada.


"Apa yang terjadi?"


"Manusia itu menyelamatkan kita atau ingin menjadikan kita budaknya kembali.


"Setidaknya dia adalah manusia pertama yang menyelamatkan kita,tidak ada salahnya mencoba mendengarkannya dulu." Para setengah hewan berbisik satu sama lain.


Setengah hewan disini ada setengah kucing,serigala,singa,harimau dan rubah,mereka sangat akrab dan mereka tidak berburuk sangka kepadaku.


"Semuanya,sebelum Aku memulai,Aku ingin bertanya,ada seorang gadis kecil menabrak ku dan ras nya adalah kucing berbulu putih,ada yang tahu siapa dia?"


Para setengah hewan melihat satu sama lain dan beberapa saat kemudian,salah seorang dari mereka mengangkat tangan mereka pertanda mereka tahu sesuatu.


"Tuan,apa gadis itu memiliki banyak luka disekujur tubuhnya?" seorang pria bertanya.


"Ya,kau mengenalnya?" kataku tersenyum.


"Maaf Tuan,orang tuanya mati dan dibuang ke hutan satu hari yang lalu,gadis itu bernama Neko,gadis itu berlari selama satu hari penuh." Kata pria itu menunduk kebawah.


"Ya ampun,dia masih kecil sekali,dia akan trauma jika begini,sebelum itu ikuti Aku." kataku sambil berjalan dan mereka semua mengikutiku dari belakang.


"Bagaimana mereka Ran?" tanyaku.


"Mereka semua sudah tidak bernafas." Ran menjawab.

__ADS_1


"Baiklah,Aku mengangkat tanganku dan mengubah mereka semua menjadi undead,lalu menyucikan mereka lagi menjadi manusia hingga semua orang disana kaget.


__ADS_2