Perjanjian Hitam

Perjanjian Hitam
Bu Yun sakit


__ADS_3

...◦•●◉✿-✿◉●•◦...


Bukannya semakin membaik tapi sakit yang di derita Bu Yun semakin parah. Padahal awalnya hanya panas saja, itupun juga sempat turun dan sepertinya akan sembuh tapi ternyata di pagi ini dia semakin parah.


Suhu tubuhnya semakin panas, terlihat bahwa bu Yun begitu tersiksa dengan penyakitnya. Penyakit yang sepertinya hanya biasa saja tapi sakitnya terlihat sangat luar biasa.


Bu Yun terus berbaring di kasur tak ada niat untuk beranjak karena dia juga tidak mampu untuk melakukan itu. Bahkan sekedar untuk duduk pun juga sangat kesusahan.


Anak-anak juga suaminya terlihat sangat bingung, sebenarnya sakit apa yang di derita bu Yun. Awalnya hanya panas, tapi sekarang? tumbuh sebuah bisul. Apakah panas dari kemarin karena akan tumbuh bisul itu? entahlah.


"Pak, sakit sekali," bu Yun mengadu, merintih dengan wajah pucat mungkin memang rasanya sangat sakit. Apalagi bisul yang muncul juga semakin membesar padahal juga baru semalam mulai ada tapi sudah sebesar itu. Sungguh aneh.


Dalam rasa sakit bu Yun menyimpan sebuah ketakutan, ketakutan akan apa yang kemarin malam dia lihat. Apakah dia akan benar-benar mati dan akan ikut dengan sekutunya yang juga melakukan perjanjian hitam bersamanya.


Bayangan itu terus ada di kepalanya, tapi dia sama sekali tak berani bercerita kepada anggota keluarganya. Apa yang akan mereka katakan kalau tau bahwa usahanya yang semakin membaik itu karena perjanjian yang dia lakukan dengan ilmu hitam yang sudah sejak lama dia pelajari dari leluhurnya.


Bu Yun tidak mau bercerita tapi dia juga tidak mau mati sia-sia. Lalu buat apa semua yang telah dia dapatkan kalau akhirnya dia mati. Apakah semua itu akan bertahan dan berlanjut kepada keluarga yang dia tinggalkan atau mungkin semua akan ikut pergi bersamaan dengan kematiannya.


"Bu, apa yang Ibu pikirkan?"


Wajah gelisah dari bu Yun terlihat jelas oleh Anton anaknya. Anton berusaha untuk mengulik semua yang di sembunyikan oleh Ibunya tapi sepertinya tidak akan bisa dia dapatkan jawaban itu.

__ADS_1


Perlahan Anton duduk di sebelah bu Yun, memiliki harapan besar kalau ibunya akan menceritakan semuanya.


Bu Yun hanya tersenyum dengan sesekali meringis karena sakit yang dia rasakan. Mengusap pipi Anton dengan sangat pelan.


"Ibu tidak memikirkan apapun. Jangan khawatir, Ibu pasti akan baik-baik saja," tetap saja bu Yun tidak mau bercerita. Baginya keburukannya biarkan hanya dia sendiri yang tau juga yang menanggungnya.


Biarpun suami juga anaknya akan ikut merasakannya semua hasilnya tapi dia tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka semua.


Seingatnya, hal buruk tidak akan terjadi kalau tidak ada hal yang di langgar olehnya juga sekutunya. Bu Yun juga merasakan tidak melakukan kesalahan, tapi? apakah mungkin teman yang ikut melakukan itu yang melakukan kesalahan sehingga dia meninggal lebih dulu dan kini berusaha untuk mengajaknya?


"Benar, ibu tidak apa-apa?" Anton masih tak percaya. Dia hanya ingin memastikan apa yang dia dengar itu adalah salah.


Meski hanya diam tapi tak mengatakan apapun tapi Anton menyimpan semua kata yang dia dengar dari kata tetangga. Cerita miring tentang tentang usahanya yang kembali bangkit dengan cepat juga orderan yang terus melonjak.


Curiganya juga tanpa alasan, bu Yun yang selalu keluar masuk di ruang belakang dan selalu menguncinya membuat Anton semakin penasaran sebenarnya apa yang dia lakukan di dalam sana. Apalagi bu Yun selalu keluar masuk setiap hari di setiap malam, sungguh aneh bukan?


"Syukurlah, semoga ibu cepat sembuh," ucap Anton. Tersenyum juga dan membesarkan hati Ibunya supaya senang dan imunnya kuat untuk membantu kesembuhannya semakin cepat.


...◦•●◉✿-✿◉●•◦...


Kayu-kayu besar mulai di turunkan dari mobil, kayu yang akan menjadi furniture yang indah setelah di kerjakan untuk beberapa hari ke depan.

__ADS_1


Seperti biasa Salman akan selalu bekerja di pagi hari, dia juga terlihat biasa-biasa saja. Kini dia juga teman-temannya tengah menurunkan kayu-kayu besar yang baru saja datang.


Salman sedikit santai meski sudah mendengar berita kalau ibu angkatnya tengah sakit. Dia tetap bekerja, kalau ada waktu dia akan menjenguk orang tua angkatnya nanti sore.


Salman terlihat santai karena kemarin dia juga sudah ke sana, dan dilihat hanya sakit biasa saja, hanya seperti masuk angin.


"Sal, aku dengar bu Yun sedang sakit, apa kamu tidak akan menjenguknya?" tanya Doni. Dia mendengar berita itu tadi saat dia ke warung dan tak sengaja mendengar dari orang lain.


"Sore nanti aku ke sana. Aku sudah tau, kemarin juga sudah ke sana," Jawab Salman.


"Oh, kirain kamu belum tau. Emangnya sakit apa sih! Kenapa bisa begitu heboh sampai desa sini saja pada dengar semuanya?" tanya Doni penuh selidik.


Ya kan tidak mungkin hanya sakit biasa tapi beritanya bisa sampai ke desa lain. Aneh kan?


Salman berhenti sejenak saat dia berjalan hendak kembali ke mobil untuk menurunkan kayu. Memang benar sih apa yang Doni katakan, tapi dia lihat juga sakitnya biasa-biasa saja dan tak ada yang aneh. Sekarang saja Salman merasa aneh kenapa bisa berita itu sampai ke desa dimana dia bekerja.


"Coba deh nanti aku ke sana untuk menjenguknya, semoga saja Ibu hanya sakit biasa saja dan tidak parah," jawab Salman.


Salman maupun Doni kembali bekerja, menurunkan semua kayu yang masih tersisa.


...◦•●◉✿-✿◉●•◦...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2