Perjanjian Hitam

Perjanjian Hitam
Ingin Tahu


__ADS_3

Happy Reading...


...****************...


Bekerja dan bekerja seperti hari biasanya hingga sore Salman juga kawan-kawan baru istirahat.


Seperti semalam Salman juga Febri akan kembali ke rumah koh Fei untuk kembali mengikuti acara doa, tak mau ketinggalan jadi mereka bersiap mulai dari sore dan nanti mereka hanya tinggal jalan kalau sudah waktunya.


Tak ada yang mau ikut selain Febri, begitu banyak alasan dari mereka ada yang mengatakan capek, ada hal penting dan ada juga yang ada niat untuk menemui kekasihnya.


Begitu santai Febri dan Salman setelah bersiap, beristirahat sebentar sebelum akhirnya mereka berdua berangkat. Seperti semalam mereka berangkat, mengendarai motor milik Febri.


Semua benar-benar sama seperti semalam. Datang ke tempat koh Fei dan juga melakukan doa bersama-sama yang lain di sana dan setelahnya mereka kembali pulang.


Jelas mereka pulang karena tak ada apapun lagi yang bisa mereka lakukan, acara doa juga sudah selesai kan.


Di perjalanan pulang juga tak ada yang aneh, semua sama persis seperti semalam tak ada apalagi bahkan semuanya terasa baik.


"Sal, kamu ada ngerasa aneh-aneh gitu nggak?" tanya Febri yang sepertinya tengah gelisah atau mungkin rasa takut yang sudah menguasainya.

__ADS_1


Salman mah mana ada takut-takutnya dia sama sekali tidak merasa takut apapun.


Takut memang hal yang lumrah karena rasa takut pasti dimiliki oleh semua orang. Tetapi semua itu hanya tinggal kita sendiri yang bisa mengendalikannya. Apalagi takut akan hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh mata seperti makhluk gaib.


"Tidak ada," jawab Salman dengan sangat percaya diri karena dia memang tidak merasakan apapun apalagi yang namanya takut. Salman sudah kebal makan hal-hal itu.


"Sama sih, aku juga tidak merasakan apapun semua terlihat seperti biasanya," ucap Febri yakin.


Tidak lagi ada obrolan yang serius diantara keduanya dan motor terus melaju sampai ke tempat mereka tinggal selama ini di rumah Koh Atong.


Rasa yang seperti semalam mereka rasakan kini hadir kembali tiba-tiba mereka kembali merasa ngantuk berat hingga akhirnya mereka tertidur dengan waktu yang tak lama.


Apakah ada sesuatu yang membuat mereka begitu mengantuk dan seolah melewatkan sesuatu, tapi apa yang mereka lewatkan?


Seperti biasa mereka kembali bekerja karena itu memang rutinitas keseharian mereka yang harus mereka kerjakan dan itu sungguh wajib karena itu adalah pekerjaan mereka.


Lagi-lagi di tengah-tengah mereka bekerja salah satu teman mereka kembali menceritakan bahwa kejadian yang sama seperti kemarin terjadi lagi, apalagi kalau buat sepasang pocong bermata merah yang kembali berkeliaran berkeliling desa entah apa yang mereka lakukan dan jelas itu buat semua warga menjadi tidak tenang dan merasa terganggu juga pasti sangat menakutkan.


"Tuh pocong kenapa lagi-lagi berkeliaran Apakah mereka mau ronda, atau mau pacaran?" ucapkan Febri membuat semua teman tersenyum. Iya kali pocong ronda?

__ADS_1


"Lagi mau menjadi saingan mu, Feb. Masak kamu bisa pacaran dan jalan berdua dengan cewek loh dan dia tidak bisa. Mungkin mereka mau eksis juga seperti kamu, Feb. Hahaha!" tawa Ilyas menggelegar.


"Resek amat sih kamu, Yas! bukannya kamu juga suka eksis ya. Kalau begitu ajak aja tuh cewek kamu jalan malam-malam, siapa tau ketemu tuh sama teman eksis mu," umpat Febri tak terima.


"Sudah-sudah! kalian ini mau kerja atau mau berdebat karena masalah tuh pocong!" Salman angkat bicara.


"Iya iya. Maaf," mereka terlihat begitu menyesal dan setelah Salman yang berbicara. Selalu saja mereka akan menurut apa yang Salman katakan ya seperti saat tadi.


Mereka langsung menyudahi percakapan mereka dan kembali fokus dengan pekerjaan.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi. Kenapa sampai ada dua makhluk itu?" batin Salman begitu penasaran.


Ingin sekali Salman menyelidiki semuanya dan memastikan sendiri kata semua orang apakah itu benar atau tidak.


"*Aku akan cari tau sendiri," batinnya lagi.


...****************...


Bersambung*.....

__ADS_1


__ADS_2