Perjanjian Hitam

Perjanjian Hitam
Kendala Anton


__ADS_3

...◦•●◉✿_✿◉●•◦...


Malam begitu larut dan Salman baru saja pulang dari rumah sakit. Dia tidak pulang sendiri karena ada Anton yang mengantarkannya sampai depan rumah, maksudnya rumah koh Atong.


"Aku langsung pulang ya, Sal. Sudah malam juga," pamit Anton.


Anton sama sekali tidak beranjak dari sepeda motornya, dia masih setia menungganginya. Dan baru pamit setelah Salman sudah turun.


"Tidak istirahat dulu, minum-minum mungkin?" kata Salman menawarkan. Jika Anton mau akan lebih menyenangkan karena dia akan sedikit tenang karena akan ada teman di malamnya. Salman yakin semua teman-temannya yang lain sudah pada tidur.


"Tidak, lain waktu saja. Ini sudah sangat malam," jawab Anton. Sebenarnya tak enak jika menolak tapi Anton merasa juga lebih tak enak jika dia masih tetap bertahan di sana. Takut akan mengganggu yang lain.


"Baiklah, hati-hati di jalan. Jangan ngebut ini sudah sangat malam," Salman mencoba untuk memperingatkan.


"He'em," Anton mengangguk sebentar lalu benar-benar menjalankan motornya untuk pergi dari sana karena niatnya datang juga hanya untuk mengantarkan Salman pulang.


Setelah Anton pergi Salman juga langsung masuk, dia sangat lelah dan ingin istirahat seperti yang lain. Tapi entah, semoga saja dia bisa langsung tidur.


Benar saja, saat Salman masuk sudah tak ada lagi yang terjaga semua teman-temannya sudah tertidur pulas bahkan ada juga yang mendengkur dengan sangat keras membuat Salman hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Itulah Salman di tempatnya bekerja, dia akan tidur satu ruangan dengan semua teman-teman bahkan mereka akan berdesak-desakan. Apalagi jika salah satu diantara mereka ada yang polahnya tak karuan, pasti bangun-bangun tubuh pada sakit semua.


Sebentar Salman bersih-bersih lebih dulu sebelum dia tidur, mengganti pakaiannya yang lebih nyaman dan dia benar-benar tidur di sebelah Febri.


Sementara Anton dia masih dalam perjalanan pulang jaraknya memang tidak terlalu jauh tapi tetap saja membutuhkan waktu yang tidak singkat. Semua itu dikarenakan jalan yang berliku-liku.


Di perjalanan Anton di kejutkan dengan suara burung gagak.

__ADS_1


Kak kak kak...


Suasana menjadi berbeda saat terdengar suara burung gagak yang seolah berada di atas kepala Anton. Memang suaranya tidak terlalu jelas karena Anton masih memakai helm Tapi tetap saja suaranya itu bisa dia dengar.


Udara juga berubah tidak seperti tadi saat keluar dari desa di mana Salman tinggal. Hawa dingin begitu menyeruak menembus kulit Anton yang sebenarnya sudah memakai jaket kulit yang sangat tebal.


Sungguh aneh tapi itulah kenyataannya, udara begitu dingin tapi Anton mengeluarkan keringat yang sangat banyak.


Semakin mendekati desanya kabut hitam semakin pekat seolah menghilangkan pandangan Anton dari arah jalan yang benar. Lampu-lampu di pinggir jalan seolah tidak berguna sama sekali karena cahayanya sangat terbatas dan tidak bisa mencapai tiang lampu yang ada di sebelahnya.


Baru kali ini Anton merasakan hal yang seperti ini tidak seperti biasanya yang sangat lancar tanpa ada hambatan apapun, tapi sekarang? Anton sangat tidak mengerti dengan perubahan cuaca yang begitu cepat.


"Astaghfirullah hal 'azim!" seru Anton saat tiba-tiba matanya melihat sosok yang tidak biasa dia lihat. Sosok itu menghadangnya tempat di tengah-tengah jalan tapi masih terdapat jarak diantara Anton juga dengan makhluk itu.


Tubuh Anton gemetar, dia takut itu pasti karena seumur-umur dia juga belum pernah melihat sosok yang begitu menyeramkan yaitu pocong bermata merah yang selama ini menjadi bahan pembicaraan semua orang.


Anton begitu bingung dia harus pergi ke mana dia tidak mungkin kembali lagi ke tempat Salman tapi dia juga tidak mungkin maju begitu saja dan melewati pocong itu.


Ketakutan Anton makin besar saat tiba-tiba mesin motor mati. Dia mencoba menyalahkan tetapi berkali-kali dia gagal. Anton begitu gelisah begitu takut sekarang.


Mendengar cerita saja Anton sudah ketakutan dan sekarang dia harus melihat di depan matanya sendiri pocong itu berada dan bisa dilihat dengan jelas.


"Astaghfirullah hal azim, ini kenapa?" rasanya ingin menangis tapi dia tidak mungkin benar-benar mengeluarkan air mata dia seorang lelaki dan juga selama ini dia juga tidak pernah menangis.


"Seharusnya tadi aku menerima tawaran Salman untuk istirahat sejenak di sana pasti aku tidak akan melihat makhluk yang sangat menyeramkan itu," ucapnya yang sangat menyesal.


berkali-kali mata melihat arah depan dan pocong itu masih saja di sana berdiri dengan tegak dan tak mau pergi. Jelas membuat Anton semakin ketakutan.

__ADS_1


"Ya Allah, bantu aku. Jangan biarkan makhluk itu menggangguku," ucap Anton yang sangat ketakutan.


Anton semakin panik saat pocong itu seolah ingin mendekat. Mata tajamnya begitu ngena dan begitu mencorong, tapi Anton sama sekali tak berani melihatnya.


Anton terus berusaha untuk mencoba menyalahkan motornya, dia begitu buru-buru.


"Ya Allah, ya Allah..." ucapnya.


Pocong itu semakin mendekat.


Anton tak mengerti, tapi dia hanya bingung saja kenapa pocong itu juga mengganggunya. Dia mengganggu Ibunya, dan sekarang dia juga menggangu Anton bahkan menghadangnya yang ingin pulang.


Detik-detik yang sangat menegangkan saat Anton tak kunjung bisa menyalakan motornya. Pocong yang semakin dekat tapi usahanya belum juga berhadapan.


"Y-Ya Allah, to_to_long a_a_ku," ucapan Anton tersendat-sendat karena tak kuasa menahan ketakutan yang sangat besar.


"Bismillahirrahmanirrahim.. Bismillahirrahmanirrahim... " ucapnya menyerukan basmalah berkali-kali. Berharap akan mendapatkan pertolongan dari Allah dari apa yang terjadi kepadanya saat ini.


Bremmm.....


Rasanya ingin melakukan sujud syukur saat motor kembali menyala. Tapi Anton tak mungkin melakukan itu karena pocong sudah tepat di depan matanya.


Cepat Anton menarik gas, membelokkan ke arah kanan dan langsung di gas pol. Anton bisa terlepas dari pocong itu dan bisa tetap pulang melewati jalan yang seharusnya tanpa harus berbalik arah dan mencari jalan lain.


Begitu buru-buru Anton mengendarai motornya. Dia ingin secepatnya sampai ke rumah dan ingin cepat masuk menutup pintu.


__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2