Perjanjian Hitam

Perjanjian Hitam
Kilas Balik 2


__ADS_3

Happy Reading...


`````````


Bu Yun juga Seto benar-benar bertemu di ujung jalan desa. Mereka berdua benar sepakat akan melakukan ritual yang mereka percayai akan kembali membuat usaha mereka kembali membaik.


Bahkan mereka sangat yakin usaha mereka akan berkembang pesat dari sebelumnya.


Dengan syarat yang sudah di bawa mereka pergi berdua dengan mengendarai motor yang dikendarai oleh Seto. Tujuan mereka adalah tempat yang paling sepi juga tempat yang dikeramatkan.


Ya, mereka akan melakukan pemujaan kepada makhluk gaib di tempat yang sudah menjadi tujuan mereka.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di tempat yang mereka tuju, motor terparkir dan tempat yang akan menjadi tempat mereka sudah ada di depan mata. Bangunan kecil yang berupa pendopo juga terdapat pohon beringin besar yang mungkin usianya sudah ratusan tahun kini tepat berada di depan mata mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu yakin kita akan melakukan semuanya di sini?" tanya Seto. Meski dia berani tapi dia cukup merinding melihat tempat yang sangat asing, bahkan terlihat sangat menyeramkan.


Bukan itu saja tetapi udaranya begitu berbeda dari tempat yang biasa-biasa, ada hawa panas yang sangat luar biasa namun membuat tubuh Seto memberikan efek menggigil.


Sungguh hawa yang sangat asing menurutnya. Berbeda dengan bu Yun, dia sudah terbiasa dengan tempat-tempat yang seperti itu jadi dia tidak akan merasa kaget saat datang ke sana meskipun ini adalah pertama kalinya.


"Ya! kita akan melakukannya di Sini. Kenapa, apa kamu takut?" tantang bu Yun, sekilas melirik Seto yang benar-benar bergidik ngeri dengan tangan memegangi tengkuknya yang tiba-tiba merasa tebal.


"Siapa yang takut aku hanya merasa asing saja dengan tempat yang seperti ini karena aku juga belum pernah datang-datang ke tempat seperti ini. Semoga saja apa yang akan kita lakukan ini akan membuahkan hasil," ucap Seto dengan suara yang penuh harap.


"Ya ya, aku sudah niat dengan benar. Aku ingin mengubah hidupku jadi lebih baik, aku tidak mau terus dihina, dicaci oleh semua orang. Aku harus buktikan kalau aku bisa berhasil," ternyata Seto sudah benar-benar terbujuk akan rayu bu Yun sekaligus desak kuat oleh keinginan dan juga keadaannya.


Keduanya melangkah dengan penuh keyakinan, masuk ke pekarangan pendopo untuk memulai ritual dia hari itu.

__ADS_1


Malam selasa kliwon, malam yang sangat tepat untuk mereka melakukan hal-hal yang sedemikian. Hari yang sudah di pilih.


Entah kenapa hari itu benar-benar terasa sangat di mudahkan. Padahal baru kemarin Bu Yun dan Seto berencana tapi mereka benar-benar melakukan itu sekarang.


Duduk bersila di Pendopo yang tengah-tengah terdapat pohon beringin itulah mereka berdua sekarang. Memulai ritual dengan membawa bunga mawar merah putih, kantil juga kenanga. Yang di tambah dengan kemenyan untuk sebagai perlengkapan.


Lilin juga sudah di nyalakan di depan mereka duduk.


Kemenyan mulai di bakar, dengan mantra yang terus mereka berdua ucapkan. Entah mantra yang seperti apa hanya mereka berdua yang tau.


Mata mereka tertutup, dengan kedua tangan menyatukan di depan dada setelah kemenyan itu habis dan berbeda di atas bunga. Sungguh-sungguh perbuatan syirik yang sangat nyata.


Mereka tetap tak peduli dengan sebutan Syirik yang akan membuat mereka berdua menyekutukan Allah. Mereka hanya peduli dengan harta yang akan mereka dapatkan dengan cara yang singkat.

__ADS_1


**********


Bersambung.....


__ADS_2