Perjuangan Si Alter Ego Memperbaiki Hidup

Perjuangan Si Alter Ego Memperbaiki Hidup
Pertengkaran


__ADS_3

“Rena! Apa yang sedang kau lakukan?” Bagas marah saat mendapati Rena sedang berduaan dengan lelaki yang tidak ia kenal. Ya, Rena sekarang berada di sebuah kafe yang menawarkan ruangan privat sehingga teriakan Bagas tidak terdengar oleh pengunjung lainnya.


“Memangnya apa yang sedangku lakukan?” jawab Rena santai. Rena bahkan menikmati makanan di depannya seakan tak terganggu dengan teriakan dari Bagas.


“Kau!” Bagas kehilangan kata-kata. Ia tahu bahwa memang ia juga berselingkuh. Namun, bukan itu yang menjadi masalah sekarang ini. Tapi Rena sedang mengandung anaknya yang bahkan baru beberapa bulan. Bagas pikir Rena tidak akan selingkuh lagi setelah hamil anaknya. Karena itu adalah keinginan Rena sejak dulu.


“Pergilah!” Titah bagas kepada seorang pemuda yang masih duduk di samping Rena.


Pemuda itu bukannya langsung pergi tapi justru melihat ke arah Rena seakan meminta izin.


“Pergilah,” ucap Rena santai kepada pemuda itu sehingga pemuda itu langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengemasi barang-barangnya sebelum beranjak pergi dari ruangan privat itu.


Tiba-tiba Bagas menarik tangan Rena secara kasar untuk mengikutinya.


“Mas, lepas! Aku masih makan tahu!” ronta Rena. Ia benci dengan kekerasan, tapi ia malah terjebak dengan Bagas yang memiliki sifat temperamental.


“Diam! Dan ikuti aku!” tekan Bagas sambil melepaskan cengkeraman tangannya dan berjalan mendahului Rena.


Rena cemberut meraih tasnya sambil memegangi pergelangan tangannya yang sedikit merah akibat genggaman tak manusiawi dari Bagas Adijaya. Tak lupa Rena meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja sebelum pergi menyusul Bagas.


“Masuk!”


Begitu sampai di parkiran Bagas langsung menyuruh Rena untuk masuk ke mobil. Tentu saja hanya untuk melanjutkan pertengkaran tadi.


Rena masuk terlebih dahulu yang disusul dengan Bagas.


“Apakah harus kau berselingkuh secara terang-terangan begitu?!” Bagas sudah memulai pertengkaran mereka lagi.


“Kemana Rena yang dulu aku kenal?! Kau benar-benar berubah!” Kali ini Bagas menatap wajah cantik Rena dengan serius.


Ya, Rena yang sekarang memang cantik. Bahkan tidak ada kesan kampungan yang melekat dalam diri Rena lagi, tidak seperti dulu. Bagas pikir Rena melakukan perselingkuhan hanya untuk mengisi waktu luangnya, hanya sementara. Tidak tahu jika akan terus berlanjut seperti ini.


Bagas semakin marah tatkala melihat Rena yang justru tersenyum sendiri sambil memainkan hpnya. Tidak mendengar kata-katanya sama sekali.


Bagas mengambil hp itu secara paksa dan melemparnya ke kursi belakang secara asal. Setelahnya ia meraih bagian belakang kepala Rena untuk didekatkan kepada wajahnya.

__ADS_1


“Apa sebenarnya yang kamu mau?!” Bagas menekan setiap kalimat yang ia ucapkan. Bahkan tangannya juga ikut sedikit mencengkram kepala Rena.


Rena melepaskan cengkraman tangan Bagas secara perlahan. “Bukankah ini yang kau mau, Mas?”


“Ingat saat kau bilang agar aku mencari kesenanganku sendiri dan berhenti mengganggumu? Kau bilang kau tidak akan peduli dengan apa yang aku lakukan, Mas?”


Bagas mengetatkan rahangnya.


‘Siapa sebenarnya wanita yang sedang berbicara kepadaku ini?’


Rena yang dulu tidak mungkin berani membalas perkataannya.


“Keluar!” titah Bagas pelan penuh penekanan.


Rena tidak menggubris sama sekali kata-kata Bagas.


“Aku bilang keluar!” Bagas berteriak.


“Kau akan pulang juga kan, Mas. Mumpung kita juga searah, berbaik hatilah kepada istrimu ini sekali-kali,” jawab Rena santai.


Bagas keluar dari mobil dan membanting pintu mobil dengan keras. Berjalan tergesa ke arah kursi penumpang Rena. Membuka pintu dengan keras dan menyeret Rena untuk keluar dari mobilnya.


Rena yang diperlakukan seperti itu hanya diam. Menatap Bagas yang kembali ke masuk ke dalam kursi pengemudi dengan santai. Tidak lama kemudian, mobil Bagas melesat meninggalkan Rena di parkiran sendirian.


“Aku heran, bagaimana bisa Rena dulu mau menikah dengan laki-laki arogan seperti itu? Bahkan pemarah.” Monolog Rena sambil melihat tempat mobil Bagas menghilang tadi.


“Lagi pula, kenapa memangnya kalau aku sedang hamil anaknya. Toh dia sendiri yang bilang kalau anak ini adalah kesalahan. Kenapa dia semarah itu sih?”


“Sudahlah, lebih baik aku kembali ke dalam untuk makan lagi. Berbadan dua seperti ini malah membuat aku semakin mudah merasa lapar.”


Rena kembali masuk ke café tersebut untuk membeli makanan lagi.


***


“Dari mana saja kau?”

__ADS_1


Itu adalah kalimat pembuka yang didapatkan Rena saat Rena membuka pintu rumahnya pertama kali.


“Bukan urusanmu kan?”


Rena berjalan dengan santai ke arah kamarnya yang berada tepat di samping tangga.


“Ah, aku tahu. Kau pasti habis bersenang-senang dengan selingkuhanmu itu kan?”


Rena berhenti berjalan dan membalik badan secara santai. “Bukankah kau juga baru bersenang-senang dengan selingkuhanmu ya Mas? Bahkan bekas merah di lehermu masih kelihatan baru. Bukan yang aku lihat kemaren.”


“Kau pikir aku akan tetap menemui Vina saat aku bahkan sedang bertengkar denganmu?!” Bagas mulai meninggikan suaranya.


“Memang itu yang biasa kau lakukan kan Mas?” jawab Rena santai sambil melenggang masuk ke dalam kamarnya.


“Besok aku pergi ke Perancis selama beberapa hari. Kau jangan macam-macam saat aku tidak ada!” kata Bagas sebelum Rena menutup pintunya.


Rena mendengarnya tapi ia malas menanggapi. Bagas saja selalu semena-mena dan macam-macam di belakang Rena. Kenapa Rena tidan boleh?


Rena menjatuhkan badannya di kasur king sizenya yang empuk.


‘Di dalam kehidupan ini, suami Rena memang tampan dan kaya raya. Namun, tidak setia dan arogan. Sedangkan di dalam kehidupanku yang dulu, Rena adalah seorang gadis baik hati keluaran panti asuhan yang masih berusaha keras mencapai mimpinya. Jangankan hanya untuk membeli barang mewah yang sekarang ia punya, untuk makan saja Rena harus berhemat.’


Rena mengedarkan pandangannya ke semua benda yang ada di kamarnya.


‘Lihatlah, bahkan tidak ada satu pun barang yang abal-abal atau palsu. Kalau aku dulu, lihat yang palsu pun jadi, apalagi yang berdiskon.’


‘Tapi apakah aku bisa mengembalikan kehidupanku yang dulu?’


.


.


.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya.... Untuk memberikan semangat kepada penulis agar tetap berkarya🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2