
“Bagas, Nenek mau bicara,” ucap Nenek Bagas kepada Bagas setelah Bagas keluar dari kamar mandi yang ada di dapur.
“Ada apa, Nek?” tanya Bagas setelah mengikuti Neneknya duduk di kursi sofa ruang keluarga. Letak dapur dan ruang keluarga memang tidak terlalu jauh. Nenek Bagas berani mengajak berbicara Bagas juga karena mumpung tidak melihat Rena. Pikir Nenek Bagas Rena sudah tidur di kamarnya. Karena sudah melihat Rena masuk ke kamarnya tadi. Padahal Rena baru saja membuatkan kopi kepada Bagas. Meskipun memang belum diminum sih karena Bagas yang kebelet.
“Bagas, gimana caranya membuat Rena agar bisa melakukan psikoterapi?”
Bagas terlihat serius menanggapi pertanyaan Neneknya. “Kalau menurut Nenek apakah Rena tidak sebaiknya
mengetahui tentang penyakitnya?”
Nenek Bagas terlihat menimang sejenak. “Jika itu bisa terjadi memang akan lebih mudah, tapi masalahnya kita juga tidak tahu akan berdampak seperti apa untuk Rena ke depannya.”
Bagas mengangguk-angguk mengerti.
Tanpa disadari oleh mereka berdua, Rena diam-diam mendengar permbicaraan mereka. Rena yang awalnya akan kembali ke kamarnya mendengar Nenek Bagas yang akan berbicara kepada Bagas. Entah dorongan dari mana Rena malah bersembunyi dan mencuri dengar alih-alih kembali ke kamarnya untuk istirahat. Pikir Rena mungkin itu adalah pembicaraan penting. Tidak tahu saja, jika ternyata Rena yang menjadi topik pembicaraan.
‘Apa maksud mereka?’
‘Apakah aku memiliki penyakit yang serius?’ batin Rena bertanya-tanya.
Rena yang terlalu fokus dengan pikirannya sampai tidak sadar jika hp miliknya tidak dalam mode silent. Sehingga terdapat telepon masuk yang membuat nada dering cukup keras dan berhasil mengalihkan perhatian Nenek Bagas dan Bagas kepada Rena.
Rena yang kepergok seperti itu hanya tersenyum canggung dan langsung meng-silent hpnya. Sedangkan Nenek Bagas dan Bagas masih terkejut jika pembicaraan mereka kemungkinan terdengar dengan Rena.
“Ren, kamu ngapain di sini?” tanya Nenek Bagas sambil mendekati Rena.
“O-oh, baru aja kok, Nek,” jawab Rena nggak nyambung.
“Kamu nggak papa?” tanya Nenek Bagas yang melihat Rena sedikit gelisah.
‘Apa ini? Rasanya seperti ada yang akan keluar dari tubuhku.’
Rena terlihat menahan sesuatu tapi tidak berhasil. Sampai tiba-tiba eskpresi wajah Rena berubah dan tersenyum dengan lembut ke arah Nenek.
“Nenek!” ucap Rena girang.
Nenek Bagas terlihat bingung dengan apa yang baru saja ia lihat. Apakah Rena baru saja berganti kepribadian?
__ADS_1
“Nek, kok aku ada di rumah Nenek sih?” tanya Rena bingung.
Nenek Bagas tersentak dengan pertanyaan Rena.
“Ren, kamu nggk inget kalau kamu udah di sini sejak tadi pagi?”
Rena terlihat memiringkan kepalanya berpikir.
Bagas yang melihat hal itu langsung bangkit dan mendekat ke arah mereka berdua.
“Ren, kita istirahat yuk! Ini udah malam, nggak baik kan ibu hamil muda tidurnya malam-malam,” ucap Bagas mengalihkan pembicaraan.
“Mas Bagas!” ucap Rena tersenyum manis tatkala pundaknya dirangkul dengan Bagas.
Rena terlihat senang dan tersenyum-senyum sendiri saat dirangkul dengan Bagas dan digiring ke arah kamarnya.
Nenek Bagas terlihat berisyarat seakan mengatakan, ‘Apa yang kamu lakukan?’
Bagas juga membalas dengan isyarat yang mengatakan, ‘Serahkan saja padaku, Nek!’
Nenek Bagas membiarkan begitu saja Bagas yang membawa Rena masuk ke dalam kamarnya. Sampai Nenek Bagas lupa jika sebenarnya telah melarang Bagas untuk mendekati Rena sebagai hukumannya.
Setelah mendengar pintu yang tertutup, Rena baru berani membuka matanya dan menurunkan tangannya yang tadinya menutupi wajahnya.
‘Tadi itu masa Mas Bagas nggak nyadar kalau aku ada di sini?’ batin Rena senang bercampur malu.
Sedangkan Bagas yang ada di kamar mandi juga merutuki dirinya sendiri yang tidak menyadari kalau ia bahkan masuk ke kamar dengan Rena.
Begitu keluar dari kamar, Bagas langsung memposisikan dirinya untuk mulai tidur.
Rena yang menyadari hal itu sedikit bergeser dan memberi ruang kepada Bagas.
“Mas, Rena mau tanya?” tanya Rena pelan yang sudah miring menghadap ke arah Bagas.
Bagas yang tadinya tidur terlentang mengubah posisinya menjadi miring. “Apa?” ucap Bagas pelan yang terdengar sedikit serak.
“Kamu kenapa kok tiba-tiba jadi baik ke Rena? Biasanya kan kamu paling anti kalau dekat sama Rena?” tanya Rena bingung.
__ADS_1
Bagas mengulas senyum tipis dan melayangkan tangannya untuk membelai rambut Rena secara lembut. “Kamu yang nggak sadar kalau aku sebenarnya selalu baik ke kamu.”
Rena mengerutkan keningnya. “Ada yang nggak Rena ketahui ya? Rena juga ngerasa kalau Rena nggak tahu apa-apa. Disamping Mas Bagas yang berubah.”
Bagas terlihat menimang, ‘Apa aku cerita saja ke Rena soal penyakitnya? Mumpung ini adalah kepribadian Rena yang asli?’
“Mas! Kok malah bengong sih!” Rena cemberut.
Bagas tersenyum dan sedikit menoel pipi berisi Rena. “Kenapa sih? Kamu bilang apa?”
Rena merubah posisinya membelakangi Bagas karena kesal.
Bagas terlihat bingung dengan tingkah Rena. Menghembuskan napas pelan, ‘Rena yang itu saja udah bikin bingung, sekarang malah menghadapi dua Rena dalam satu tubuh.’
Bagas menggeser tubuhnya secara pelan ke arah Rena dan perlahan merengkuh tubuh Rena secara hangat. Rena sampai sedikit berjengkit karena kaget dengan tindakan tidak terduga yang dilakukan Bagas.
“M-Mas a-apa yang kamu lakuin?” ucap Rena sedikit kikuk.
Bagas justru semakin melesakkan wajahnya ke arah ceruk leher Rena dan menghirup aroma manis yang keluar dari tubuh Rena.
“Ren, biar seperti apa pun kamu. Mas akan selalu cinta sama kamu,” ucap Bagas yang sedikit teredam karena suaranya yang rendah dan terhalang oleh leher dan bantal.
“Mas kamu ngomong apa sih?” tanya Rena sambil sedikit usil karena mulai merasa geli-geli aneh.
Bagas sedikit bangkit dan mengecup dahi Rena lembut. Lalu, mengubah posisi Rena agar menghadapnya dan memeluknya dengan erat seakan tidak ingin berpisah.
“Tidur ya! Udah malam,” ucap Bagas pelan.
Rena yang masih tidak menyangka dengan tindakan Bagas barusan sedikit mendongak terheran.
‘Apa sih? Kenapa aku merasa ada yang aneh?’ heran Rena
Karena Rena tidak juga mendapatkan jawaban dari pemikirannya sendiri dan kantuk yang mulai menyerang. Rena pun memilih merebahkan dirinya dan mencari posisi yang nyaman hingga menyusul Bagas yang telah berada di alam mimpinya terlebih dahulu.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen, dan vote ya... makasih pembaca semua😘😘