
Rena yang sudah duduk di dalam mobil dengan Bagas masih diam tidak mengeucapkan sepatah kata pun. Rena masih tidak percaya jika Viola bergitu berani mengatai dirinya di depan umum dengan orang sebanyak itu. Belum lagi dengan Bagas yang secara gamblang mengakui Rena sebagai istrinya. Entah apa yang akan dipikirkan oleh para mahasiswa lain jika tahu Rena adalah seorang istri dari Bagas Adijaya.
Bagas terus mencuri pandang ke arah Rena. Bagas takut jika tiba-tiba kepribadian yang paling membahayakan Rena muncul saat ini. Karena baru saja Rena kembali mengalami kejadian yang mampu meng-on-kan alarm bahaya di dalam otaknya.
“Ren, kamu nggak papa kan?” tanya Bagas pelan sambil menepikan mobilnya.
Rena menoleh ke arah Bagas dengan pandangan bertanya. “Aku baik-baik saja Mas. Kenapa?”
Bagas mendekat ke arah Rena dan mengelus pipi Rena dengan pelan. “Kalau ada sesuatu, jangan sungkan untuk bilang ke aku ya?” pinta Bagas dengan lembut.
‘Ada apa dengan Mas Bagas?’ pikir Rena.
Rena memang sudah sedikit curiga dengan tingkah Bagas yang berubah drastis dengannya. Entah mulai sejak kapan karena Rean memang tidak ingat. Tapi Rena tahu, jika pasti ada sebuah kejadian yang mengakibatkan Bagas merubah sikapnya kepada Rena.
Jika diingat-ingat lagi, bahkan Bagas juga sudah jarang sekali bertemu dengan Vina sejak Rena pingsan di acara ulang tahun Adijaya Group. Rena semakin curiga dengan semua ini.
‘Apakah ada hal yang tidak aku ketahui?’ batin Rena.
“Ren, aku mohon! Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk bilang ke aku ya?” pinta Bagas lagi karena Rena diam saat pertanyaan Bagas yang pertama.
Rena hanya mampu mengangguk pelan. Dan Bagas sudah cukup merasa lega akan hal itu. Bagas tahu, Rena pasti berpikir macam-macam. Apalagi kepribadian Rena yang satu ini memang lebih cerdik jika dibanding kepribadian Rena yang asli. Rena yang saat ini ada di hadapan Bagas bahkan mampu melakukan hal sedikit ekstrim untuk membuat Bagas begitu peduli kepadanya. Salah satunya tentu dengan Rena yang sengaja berjalan bersama dengan Rayan. Bagas masih tidak habis pikir dengan pikiran Rena waktu itu yang malah memilih jalan dengan Rayan dibandingkan suaminya sendiri.
Begitu sampai di rumah Nenek, Rena langsung turun dan masuk begitu saja ke dalam kamar. Nenek Bagas yang melihat Rena seperti itu bertanya-tanya. Pasalnya Nenek Bagas melihat Rena yang keluar dari mobil dengan wajah yang sedikit bingung dan kelihatan shock. Nenek Bagas memang sedang merawat tanamannya yang ada di depan rumah siang hari itu. Maka dari itu Nenek Bagas dapat secara jelas melihat ekspresi dari Rena.
“Kenapa Rena?” tanya Nenek Bagas sambil menghampiri Bagas yang ada di halaman rumah.
__ADS_1
Bagas menghembuskan napas pelan. “Rena baru saja ketemu sama orang yang ngunci dia di kamar mandi.”
“Apa? Terus gimana? Dia nggak papa kan?” tanya Nenek beruntun.
“Iya Nek, nggak papa. Untung aja Bagas datang tepat waktu.”
Nenek Bagas terlihat menghembuskan napas lega. “Syukurlah!”
“Mulai saat ini, kalau Rena mau keluar tolong Nenek temani atau suruh nunggu Bagas aja ya Nek!” pesan Bagas kepada Neneknya.
“Baiklah,” setuju Nenek.
“Terus gimana soal penyakit Rena?”
Bagas terlihat melihat-lihat lingkungan di sekitarnya karena takut ada orang lain yang mendengar. Bagas menggiring Nenek Bagas menuju ke dapur.
Nenek Bagas terlihat mendengarkan dengan serius dan mulai berpikir. “Terus bagusnya gimana? Nenek takut kalau si alter ego ini bakal ambil seluruh kehidupan Rena,” khawatir Nenek Rena.
Bagas juga sama sebenarnya, meskipun Rena yang sekarang memang terlihat lebih menarik. Tapi Bagas takut juga jika itu berdampak buruk kepada Rena.
Tanpa Bagas dan Nenek Bagas sadari, Rena sudah berada di dapur itu sejak sebelum mereka tiba. Karena Rena yang merasa haus dan begitu lapar yang disebabkan makannya di mall jadi tertunda karena tingkah Viola. Rena langsung mencari makan di dapur saat itu.
‘Apakah maksudnya aku ini si alter ego?’
‘Alter ego, apakah aku merupakan kepribadian ganda?’
__ADS_1
Rena mulai berasumsi dengan pikirannya sendiri. Tapi Rena memilih diam dan menunggu Nenek Bagas dan Bagas pergi dari dapur tanpa menyadari kehadiran si Rena.
Begitu Bagas dan Nenek Bagas pergi dari dapur, Rena langsung pergi ke kamarnya dan mencari artikel seputar kepribadian ganda.
Rena membaca semua itu dan akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi ke salah satu psikiater tanpa sepengetahuan dari Bagas.
‘Kalau aku benar merupakan alter ego, apa yang akan aku lakukan?’ pikir Rena setelah membuat janji temu dengan psikiater.
Di sisi lain, Vina yang sedang melihat-lihat video vlognya di laptop. Tidak sengaja mendapat pemberitahuan tentang kabar yang menyatakan bahwa Rena adalah istri sah dari seorang Bagas Adijaya.
“Apa-apaan ini? Mas Bagas bilang ia akan tetap merahasiakan pernikahannya!” kesal Vina.
Vina yang sudah kepalang kesal langsung menelepon Bagas detik itu juga. Tapi sayang, nomor Bagas tidak aktif yang justru semakin membuat Vina kesal.
“Jangan bilang, kalau saat ini Mas Bagas lagi berduaan sama Rena! Ahk! Ahk!” Teriak Vina kesal.
Vina langsung mengganti bajunya dan besiap-siap untuk bertemu dengan Bagas.
“Lihat saja Rena, aku nggak akan biarkan kalian hidup bahagia. Mas Bagas cuman milikku seorang!” tekad Vina dengan kesal.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote ya... makasih😘😘😘