
Seorang wanita kini baru tersadar dari pingsannya, dan kini ia langsung berteriak histeris sambil berusaha bersembunyi.
"Pergi... tidak, jangan makan ibu, ibu mohon biarkan ibu pergi. Tolong selamatkan aku, tolong.. aku tidak mau dimakan anakku sendiri. Tolong aku, aku mohon tolong aku."
Wanita itu terus saja berteriak meminta pertolongan, terlihat sekali bahwa wanita itu kini sedang menanggung beban psikologis.
"Tetua, bagai mana ini, gadis ini tidak bisa di mintai keterangan sama sekali, dia terlihat sangat ketakutan," ucap salah satu guru pembimbing.
"Coba kau bawa barang-barang yang telah di temukan di hutan perbatasan ke desa makmur, siapa tau ada barang dari salah satu gadis yang hilang dua tahun lalu di desa makmur, dan minta pemimpin desa makmur beserta beberapa warga yang gadisnya telah hilang untuk datang kesini. Sebelum itu beritahu mereka tentang ciri-ciri dari gadis ini!" perintah tetua Guan Lao.
"Baik ketua."
Sesuai perintah sang ketua, kini guru pembimbing itu langsung melakukan perjalanan menuju desa makmur, tidak lupa ia juga membawa semua barang-barang yang di temukan di dalam hutan perbatasan.
***
"Wah.. Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan ku, selain aku mendapatkan gadis yang sangat cantik, aku juga mendapatkan calon ibu yang mempunyai dasar yang sempurna," ucap pria berjubah hitam dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Anakku nanti pasti akan menjadi manusia siluman dengan kekuatan di atas rata-rata, setelah anakku menjadikan induknya sebagai sumber energi. Ha... Ha... Ha..." pria berjubah hitam itu tak kuasa menahan tawanya.
"Benarkah?"
Pria berjubah hitam itu seketika terperanjat, ia kaget saat mendapati gadis yang telah ia baringkan di atas ranjang kini gadis itu duduk dengan santai di hadapannya.
"Tidak mungkin, kau..... Bukankah?!" pria berjubah hitam itu menatap tidak percaya bahwa gadis yang ia bawa ternyata dalam keadaan sadar.
"Sudah ku duga, kau adalah jelmaan dari bangsa siluman!" ucap Lien Hua
"Bagai mana bisa seperti ini?" pria itu termangu untuk sesaat, namun Nuwa langsung mengeluarkan akar menjalar dan melilit tubuh si pria berjubah hitam.
"Ucapkan salamku pada raja neraka setelah kau sampai di sana!" ucap Lien Hua.
Tanpa memberikan kesempatan sedikitpun untuk pria berjubah hitam itu melawan, Lien Hua langsung menyerangnya dengan sihir terkuatnya.
*
Saat Jia Li di rebahkan di atas ranjang, tanpa menunda waktu, Jia Li langsung menarik pedang lentur yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
"Ingin menyentuhku, heh... Jangan bermimpi!" Jia Li langsung mengalirkan energi spiritual pada pedangnya, dan langsung menebaskan nya pada leher si pria berjubah hitam.
Kepala pria berjubah hitam langsung jatuh dan menggelinding di bawah kakinya sendiri, sementara seluruh tubuhnya masih berdiri dengan tegap.
Dengan perasaan puas, Jia Li menendang badan si pria berjubah hitam sampai ambruk dan menimpa kepalanya sendiri yang mana matanya masih melotot ke arah Jia Li.
*
Kejadian serupa juga di alami oleh Li Wei dan juga Ming Mei, berkat belati yang mereka sembunyikan di balik pakaiannya, Li Wei dan Ming Mei berhasil menusuk tepat di bagian jantung pria berjubah hitam yang hampir saja akan merebut kesucian mereka.
*
Sementara Feng Ying dan pasukannya kini sedang membuat keributan di halaman depan markas pria berjubah hitam, tempat yang begitu sepi, kini berubah menjadi Medan pertempuran.
"Heh, ternyata selama ini kalian bersembunyi di sini," seru Feng Ying dengan lantang.
"Siapa yang bersembunyi, ini memang tempat kami, kalian saja yang terlalu bodoh karena telah berani mengantarkan nyawa kalian sendiri!" ucap si pemimpin pasukan berjubah hitam.
"Karena kalian telah lancang masuk ke daerah kekuasaan kami, maka jangan harap kalian bisa kembali. Cepat, habisi semua manusia tidak tau diri ini!" perintah si pemimpin berjubah hitam pada bawahannya.
*
Saat Tian Zhi melewati sebuah ruangan yang tertutup, samar-samar Tian Zhi mendengar suara yang familiar.
Tian Zhi pun menghentikan langkahnya dan menajamkan pendengarannya.
"Baiklah, akan ku laksanakan perintah dari tuan mu, tapi ku mohon berikan terlebih dahulu obat penawar pada keluargaku, cukup aku saja yang kau berikan racun, jangan libatkan istri dan juga anakku," suara seorang pria terdengar memohon dengan iba.
"Heh.. apa kau pikir pemimpin kami akan mempercayaimu begitu saja, tentu saja tidak! cukup kau ikuti saja perintah kami, maka keluargamu akan baik-baik saja!" jawab si pria yang menjadi lawan bicaranya.
Tian Zhi yang tidak sengaja mendengarkan percakapan mereka, seketika mengepalkan kedua telapak tangannya.
"Pengkhianat!" gumam Tian Zhi.
*
Ming Shu kini berjalan kearah belakang bangunan, ternyata ada bangunan lain di arah belakang. Ming Shu yakin jika di bangunan itulah tempat para gadis yang telah mereka culik sebelumnya.
__ADS_1
Dengan langkah pasti, Ming Shu masuk kedalam bangunan yang mirip seperti ruang tahanan. Namun tidak ada penjagaan sama sekali. " Mungkin, semua orang sedang sibuk di depan," batin Ming Shu, ini semua memudahkan Ming Shu untuk masuk kedalam bangunan itu.
Namun pemandangan yang ada di dalam bangunan itu membuat mata Ming Shu membulat dengan sempurna, di depan matanya sendiri kini Ming Shu menyaksikan dua bayi yang masih merah sedang menggigiti tubuh yang Ming Shu yakini bahwa tubuh yang mereka gigit itu adalah tubuh dari ibu mereka sendiri.
Dengan santai kedua bayi itu mengunyah bagian-bagian tubuh yang berhasil mereka gigit, sementara sang ibu sudah tidak sadarkan diri, atau lebih tepatnya sang ibu itu telah meninggal.
Ming Shu mengedarkan pandangannya ke
sekeliling ruangan, ruangan ini cukup luas, dan bentuknya seperti ruang tahanan. Masing-masing di dalam ruang tahanan terdapat seorang wanita dengan perut besar, pandangan mereka terlihat kosong.
"Apa kau akan diam saja seperti orang bodoh?!" ucap Yue Yin yang sudah berada di samping Ming Shu.
Ming Shu pun tersadar dari rasa terkejutnya. "Dasar si tukang nyinyir," gumam Ming Shu.
"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Yue Yin sambil memicingkan matanya.
"Bukan padamu," jawab Ming Shu sambil beranjak membuka satu persatu pintu tahanan dan mengajak semua wanita yang ada di dalamnya untuk keluar.
Yue Yin hanya mendengus, kemudian ia mengarahkan para gadis itu untuk pergi mengikutinya.
Setelah urusannya selesai, Ming Mei dan Li Wei kini ikut membantu Ming shu menyelamatkan para gadis yang masih berada dalam tahanan.
Sementara Lien Hua dan Jia Li ikut bergabung dengan Feng Ying, mereka semua bertarung melawan orang-orang berjubah hitam.
Si pemimpin orang-orang berjubah hitam merasa pertarungan ini akan merugikan pasukannya, ia segera menghubungi sang kakak, mereka melakukan komunikasi lewat pikiran.
"Gawat, Kakak pertama, sepertinya murid dari akademi pedang dan sihir ini bukanlah murid biasa, mereka sulit untuk di taklukkan!" ucap si kakak ke enam.
"Apa, mungkinkah Xing Zhu telah berkhianat pada kita?!" ucap si kakak pertama.
"Mungkin saja kakak, tidak mungkin mereka semua bisa masuk kedalam desa ini, padahal gerbang masuk sudah di jaga dengan ketat!" ucap si kakak ke enam.
"Awas saja kau Xing Zhu, berani kau berkhianat maka keluargamu akan ku hancurkan!"" gumam si kakak kesatu.
*
Guru pembimbing dan siswa senior kini memasuki gerbang desa sunyi, setelah menunjukan identitas siswa akademi, mereka semua pun di perbolehkan masuk.
__ADS_1
Belum lama mereka berjalan, seorang pemuda datang menghampiri mereka.
"Maaf, apakah saudara adalah siswa senior akademi pedang dan sihir?" tanya si pemuda itu pada salah satu siswa senior dengan ramah.