
Guan Lin dan tetua Nuwa tiba di perbatasan Utara, di sana para pasukan petarung sedang mempertaruhkan nyawa demi membela tanah air tempat dimana mereka dilahirkan.
Guan Lin mengedarkan pandangan ke sekeliling arena pertarungan dan melihat penguasa Tian Ma duduk di atas kuda di dampingi tetua Ming Hao, Guan Lin melesat dan mendarat tepat di pertengahan antara penguasa Tian Ma dan tetua Ming Hao.
"Paman penguasa, bisakah paman menghentikan peperangan ini? Siluman rubah di perbatasan timur sedang berusaha membebaskan sang penguasa siluman naga batu. Semakin banyak korban jiwa maka semakin memudahkan siluman rubah itu melancarkan aksinya!" ucap Guan Lin.
Penguasa Tian Ma termenung sesaat lalu kemudian menganggukkan kepalanya, "Akan paman usahakan."
Penguasa Tian Ma memberi isyarat pada tetua Ming Hao untuk menghentikan pertarungan, tetua Ming Hao pun mengangguk dan langsung memberitahukan pada ketua Guan Lao untuk menghentikan serangan.
Meski tidak tau pasti apa penyebabnya, ketua Guan Lao tetap mengikuti perintah dari sang penguasa timur dan memberikan perintah pada seluruh pasukan untuk berhenti menyerang.
Ketua Guan Lao memberi tanda supaya perang berhenti, setelah pertarungan berhenti Guan Lin menghampiri pasukan Utara dan mengajukan permohonan untuk berbicara pada penguasa Utara.
Penguasa Utara memberi izin, Guan Lin di berikan jalan untuk menemui penguasa Utara.
"Ada apa? Apa penguasa kalian sudah menyerah? Atau dia menyetujui untuk bertarung denganku satu lawan satu?" ucap penguasa Utara sambil menyeringai, seolah-olah kemenangan sudah pasti ditangannya padahal saat ini jumlah pasukannya kalah jauh dari pasukan penguasa timur.
"Maaf sebelumnya paman penguasa, ada hal yang lebih penting dari pada itu."
Dengan gerakan cepat Guan Lin menggunakan giok teleportasi dan membawa penguasa Utara ber teleportasi bersamanya, Guan Lin dan penguasa Utara menghilang dalam sekejap dihadapan semua orang.
Tian Zhao marah sejadi-jadinya melihat sang ayah telah dibawa entah kemana, Tian Zhao mengambil alih kepemimpinan dan memerintahkan semua pasukannya untuk kembali menyerang.
Namun beberapa pemimpin pasukan Utara tidak menyetujui perintah Tian Zhao dikarenakan sang penguasa mereka berada di tangan musuh, mereka tidak boleh gegabah dalam mengambil tindakan.
__ADS_1
Tian Zhao naik pitam dia benar-benar murka tidak kepalang, melihat semua pasukannya menjatuhkan senjata dan memilih berhenti bertempur.
Penguasa Tian Ma maju ke barisan terdepan dan berbicara menggunakan energi agar suaranya terdengar oleh semua orang, "Saya Tian Ma sang penguasa timur tidak pernah menginginkan adanya pertumpahan darah. walau bagaimanapun, kota Utara juga masih bagian dari daratan timur, maka dari itu mohon dengarkan penjelasan saya dengan baik!"
"Kalian pasti pernah mendengar sejarah beberapa ratus tahun yang lalu, tentang bangsa siluman yang ingin menguasai seluruh daratan timur. Sekarang para siluman itu telah berhasil menghancurkan segel perbatasan antara wilayah kekuasaan bangsa siluman dan wilayah kekuasaan umat manusia dan sekarang para siluman itu sedang berusaha membebaskan tuan mereka yaitu sang penguasa siluman naga batu. Maka dari itu kami semua akan menghadapi para siluman itu di perbatasan timur, jika kalian berkenan maka bergabunglah bersama kami untuk mempertahankan tanah kelahiran kita semua!"
"Jangan sembarangan bicara, para siluman itu telah musnah sejak beberapa ratus tahun yang lalu, tidak mungkin mereka bisa kembali menyerang daratan timur!" ucap Tian zhao.
"Sebaiknya sekarang kau katakan saja dimana kau menyembunyikan ayahku!" bentak Tian Zhao.
"Pemuda yang sangat bersemangat," penguasa Tian Ma tersenyum pada Tian Zhao lalu kembali berkata, "Ayahmu sekarang ada di perbatasan timur, kemungkinan besar ayahmu sekarang sedang melihat wujud asli dari istri tercintanya."
***
Guan Lin dan penguasa Utara muncul di perbatasan timur, hal pertama yang masuk dalam pandangan Tian Bao adalah sang istri yang sedang diliputi oleh aura kegelapan.
Dan benar saja wanita cantik yang selama ini telah menjadi istri tercinta sang penguasa Utara kini berubah wujud menjadi siluman rubah, terlambat bagi Guan Lin untuk mencegah siluman rubah, siluman rubah itu telah berhasil menyelesaikan ritualnya.
Penguasa Utara masih diam terpaku, semua yang penguasa Tian Bao lihat sangat sulit untuk ia terima. Sekian lama penguasa Tian Bao telah terhanyut oleh permainan licik sang siluman rubah.
Tian Zhi, Ming Shu, Yue Yin dan Lien Hua melakukan perjalanan dengan menunggang kuda terpilih sebagai kuda yang tercepat saat berlari, stamina kuda terpilih juga tidaklah sama dengan kuda biasa pada umumnya. Sehingga Tian Zhi dan yang lainnya tiba di perbatasan timur dengan waktu singkat.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat pemandangan di perbatasan timur, untuk pertama kalinya bagi mereka melihat langsung sosok sang penguasa siluman naga batu.
Seekor naga berukuran sangat besar melayang di udara sambil merenggangkan otot-ototnya, sang penguasa naga batu itu menggeram sesekali.
__ADS_1
Melihat wujudnya saja sudah membuat nyali semua orang menciut, apa lagi jika harus berurusan langsung dengan sang penguasa siluman naga batu itu.
Pang Xiongmao yang juga telah tiba di perbatasan timur mendekat dan berbicara pada Lien Hua, Lien Hua yang memang bisa berkomunikasi dengan binatang menganggukkan kepalanya setelah tau apa yang harus dilakukan.
"Kita harus segera mengalahkan sang penguasa Siluman naga batu sebelum kekuatannya kembali, kita harus pastikan siluman itu kalah saat ini juga!" teriak Lien Hua.
Mendengar arahan Lien Hua, semua orang langsung menyerang sang penguasa naga batu, siluman rubah melihat tuannya masih dalam kondisi lemah, berusaha untuk melindunginya. Namun penguasa Tian Bao tidak membiarkan siluman rubah begitu saja, dengan amarah yang sudah naik sampai ke ubun-ubun penguasa Tian Bao langsung menyerang siluman rubah dengan sihir terkuatnya.
Siluman rubah yang hampir kehabisan energi berusaha menghindar, siluman rubah mengubah wujudnya menjadi manusia berharap sang suami akan merasa iba dan tidak lagi menyerangnya. Namun perkiraannya salah besar, penguasa Tian Bao tetap menyerangnya dengan membabi buta tanpa perasaan sedikitpun.
"Dasar wanita siluman, beraninya kau mempermainkan ku selama ini!" ucap penguasa Tian Bao sambil terus melancarkan serangan menggunakan sihir air.
"Bukankah penguasa Utara sangat bodoh, dengan mudahnya masuk dalam tipu muslihat ku! Karena kebodohanmu itu, aku bisa menghancurkan segel perbatasan dan membebaskan tuanku dari belenggu segel yang telah lama menahannya," siluman rubah berucap sambil menarik sudut bibirnya.
"Dasar siluman tidak punya hati, akan ku pastikan saat ini juga kau mati ditangan ku."
penguasa Tian Bao menggunakan jurus Hail Strom untuk menyerang siluman rubah, jurus Hail Strom adalah jurus turun temurun andalan keluarga Tian dari generasi ke generasi.
Siluman rubah menahan serangan yang penguasa Tian Bao lancarkan menggunakan sihir kegelapannya, keduanya masih saja mempertahankan serangannya masing-masing.
Sihir siluman rubah semakin melemah seiring energinya yang hampir terkuras habis, sedangkan aura kematian telah berhenti dan itu membuat siluman rubah dalam kondisi terpojok.
Penguasa Tian Bao menghentakkan serangannya sehingga membuat siluman rubah terlempar dengan keras, siluman rubah terus terbang menghantam segala sesuatu yang ada dibelakangnya.
Sampai tubuh siluman rubah menabrak pohon besar yang jaraknya cukup jauh barulah tubuh siluman rubah berhenti, darah segar mengalir dari mulutnya pertanda siluman itu terluka sangat parah.
__ADS_1
Siluman rubah merasakan sakit di sekujur tubuhnya, apalagi pada bagian organ dalamnya, rasanya seluruh organnya telah remuk akibat serangan penguasa Tian Bao.