Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Tian Zhao


__ADS_3

Di desa sunyi kini kembali kedatangan pasukan siluman laba laba yang menjelma menjadi manusi berjubah hitam, kini pasukan laba laba itu di pimpin oleh seorang anak lelaki yang baru berusi sekitaran sepuluh tahun.


Anak muda yang memimpin pasukan itu sangatlah arogan, namun tidak dipungkiri bahwa anak muda itu mempunyai kekuatan dan kuasa yang tinggi karena anak muda itu adalah anak lelaki satu-satunya dari sang penguasa kota utara.


Pemimpin Gong Fu segera memerintahkan salah satu petarung untuk memberikan pesan ke pusat kota timur melalui burung yang sebelumnya sengaja di tinggalkan oleh Lien Hua.


Dengan gerakan cepat petarung itu menuliskan sebuah surat yang berisikan sebuah laporan bahwa saat ini para siluman laba laba kembali menyerang desa sunyi.


Setelah memastikan burung pengantar pesan itu terbang ke arah pusat kota dengan aman, barulah petarung itu kembali ketempat pertarungan yang saat ini sedang terjadi.


*


Pemimpin Gong Fu juga meminta beberapa pejuang untuk segera mengungsikan para warga agar tidak menjadi korban dalam pertempuran yang tidak bisa terelakan.


"Cepat, bebaskan anak-anak yang mereka tahan, dan habisi siapa saja yang menghalangi jalan kita untuk menguasai desa ini," ucap si anak muda dengan sangat arogan.


"Baik tuan muda."


Semua pasukan laba laba kini berpencar ke segala arah dan memulai aksinya.


"Hei anak muda, jangan harap kau bisa menguasai desa ini. Sebelum kau bermimpi terlalu jauh, sebaiknya kau cepat bangun dan berlari kedalam pelukan ibumu!" ucap pemimpin Gong Fu.


"Beraninya kau menentang anak dari sang penguasa kota Utara. Asal kau tahu, tempat ini akan menjadi daerah kekuasaanku sekarang juga. Jangan panggil aku tuan muda Tian Zhao jika aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku inginkan!" ucap Tian zhao masih dengan nada arogannya.


Tanpa memberi aba aba Tian Zao langsung melancarkan serangan kepada pemimpin Guan Fu, sebuah senjata runcing terbuat dari sihir air hampir saja melukai perut pemimpin Guan Fu andaikan pemimpin Guan Fu telat sedikit saja untuk menghindarinya. Senjata runcing itupun tertancap pada bangunan yang ada di belakang pemimpin Guan Fu dan membuat bangunan itu hancur dalam seketika.


"Heh, lumayan," dengus Tian Zhao.


Kembali Tian Zhao melancarkan serangannya dan sekali lagi serangan yang dilancarkan oleh Tian Zhao berhasil dihindari oleh pemimpin Guan Fu, namun kali ini serangan yang di lancarkan oleh Tian Zhao berhasil membekukan salah satu pejuang yang berdiri di belakang pemimpin Guan Fu.


Tian Zhao membuat gerakan seolah dia sedang memeras sesuatu di telapak tangannya, seketika pejuang yang sebelumnya membeku kini hancur berkeping keping di iringi jeritan yang sangat memilukan.


Darah terciprat kemana-mana bahkan sampai mengotori pakaian yang di gunakan oleh pemimpin Guan Fu yang masih berdiri tidak terlalu jauh dari si pejuang itu.


"Pertunjukan yang seru, ha ha ha......"

__ADS_1


Tian Zhao tertawa lepas, persis seperti orang yang kerasukan setan.


Para petarung yang juga menyaksikan kejadian itu segera membantu pemimpin Guan Fu untuk menghadapi Tian Zhao, mereka bekerja sama menggunakan serangan formasi yang selama ini mereka latih bersama sama di desa sunyi.


Namun dengan langkah cantik, Tian Zhao mundur kebelakang dan di gantikan oleh para siluman yang selalu setia menjadi pengawal Tian Zhao.


"Buatlah pertunjukan ini semakin seru dan jangan mengecewakanku, aku ingin menikmati sebuah pertunjukan yang luar biasa!" ucap Tian Zhao pada para pengawalnya.


"Siap tuan muda."


Pertarungan antara pemimpin Gong Fu dan para petarung melawan para siluman laba laba kini kembali pecah.


Desa sunyi kini di penuhi oleh suara benturan pedang yang memekakkan telinga. ledakan dari serangan juga terdengar saling bersahut-sahutan, disertai jeritan dan rintihan dari lawan yang terkena serangan.


Sementara Tian Zhao kini duduk santai di atas gerbang pembatas sambil menyaksikan pertarungan yang kini semakin menarik untuk dia saksikan, senyum mengembang di wajah tampannya yang terlihat masih sangat polos, namun mempunyai sifat yang kejam.


*


Para pejuang pun kini harus berhadapan dengan para siluman yang berusaha masuk lebih dalam ke desa sunyi, para siluman itu tak tanggung-tangung dalam mengayunkan pedangnya untuk menebas ke arah siapa saja yang menghalangi jalannya.


Melihat serangan yang dilancarkan oleh para siluman laba laba sangatlah brutal, para pejuang pun tidak mau kalah begitu saja, sekuat tenaga para pejuang berusaha melawan dan menyerang balik para siluman laba laba.


***


Seekor burung cantik hinggap di pundak Tian Zhi yang sedang bersiap untuk pergi ke akademi pedang dan sihir, Tian Zhi tau betul bahwa burung itu pasti datang membawa laporan penting dari desa sunyi.


Dengan perlahan Tian Zhi memegang burung cantik itu dan melepaskan gulungan kertas yang di cengkram kuat selama di perjalanan, Tian Zhi pun membuka gulungan kertas itu dan mulai membaca isi dari surat itu.


'Salam tuan muda, saat ini para pasukan laba laba kembali datang ke desa sunyi dengan di pimpin oleh seorang anak muda yang mengaku sebagai anak dari penguasa kota Utara yang bernama Tian Zhao, mohon sang penguasa kota segera mengirimkan bantuan.'


Tian Zhi menggulung surat yang telah ia baca dan segera berjalan menuju ruangan dimana biasanya sang ayah mengerjakan tugasnya sebagai pemimpin kota.


"Salam ayah."


"Ada apa Zhi'er, kau terlihat sangat cemas?" tanya penguasa kota Tian Ma.

__ADS_1


Tian Zhi pun menyerahkan gulungan pesan yang berisikan laporan dari desa sunyi.


Penguasa Tian Ma memijit sedikit kepalanya yang terasa pusing, akhir-akhir ini begitu banyak sekali permasalahan yang di timbulkan oleh saudaranya itu semenjak Tian Bao bekerja sama dengan para siluman.


Sungguh Tian Ma sangat kecewa dengan sikap dari sang kakak yang telah berkhianat, Tian Bao bekerja sama dengan para siluman hanya untuk mendapatkan sebuah kekuasaan.


"Ayah, sebaiknya Tian Zhi saja yang memimpin pasukan untuk membantu desa sunyi."


"Baiklah, tapi berjanjilah untuk kembali dengan selamat."


"Akan Tian Zhi usahakan ayah."


*


Guan Lin yang melihat Tian Zhi sedang mengatur sebuah pasukan yang berbeda dengan pasukan yang sebelumnya telah di siapkan oleh utusan Jin Hui pun merasa heran, Guan Lin pun menghampiri Tian Zhi dan mulai bertanya.


"Untuk apa mengatur pasukan kembali, bukankah pasukan yang sebelumnya sudah siap?"


"Para siluman laba laba kembali datang ke desa sunyi, dan aku akan segera berangkat bersama para pasukan bertarung ke desa sunyi!"


"Jarak antara pusat kota dan desa sunyi lumayan jauh, memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk sampai di sana. Aku punya cara agar kau bisa tiba di desa sunyi hanya dalam satu tarikan nafas."


Tian Zhi diam sesaat untuk mencerna apa yang dikatakan oleh teman baiknya ini.


"Apa kau percaya padaku?"


Pada awalnya Tian Zhi masih ragu, namun setelah mengingat bahwa sebelumnya Guan Lin bisa berada di tempat yang jaraknya cukup jauh dalam waktu dekat, akhirnya Tian Zhi pun memilih untuk percaya pada teman baiknya itu.


"Mn," Tian Zhi pun mengangguk pada Guan Lin sebagai jawaban bahwa Tian Zhi percaya kepada Guan Lin.


"Kalau begitu, kau urus para pasukanmu terlebih dahulu, setelah itu aku akan membawamu ke desa sunyi saat ini juga!" ucap Guan Lin dengan nada penuh keyakinan.


"Mn."


Tian Zhi pun kini memberi arahan pada pasukannya untuk segera bersiap siap pergi ke desa sunyi, sementara Tian Zhi sendiri akan pergi ke desa sunyi bersama Guan Lin.

__ADS_1


__ADS_2