
Tian Zhi masih berusaha mengontrol diri dari rasa terkejutnya, sebisa mungkin Tian Zhi bersikap tenang seperti biasa.
"Baiklah, tuan Feng Ying. Tolong tuan urus para pengkhianat itu dan masukan saja kedalam tahanan, tidak usah di hukum mati karena walau bagaimanapun mereka hanyalah orang-orang yang telah di manfaatkan!" ucap Tian Zhi dengan bijaksana.
"Baiklah tuan muda." Feng Ying pun mengerahkan pasukan petarungnya untuk membawa semua para pengkhianat untuk di masukan kedalam tahanan.
"Maaf tuan muda, kalau begitu siapa nanti yang akan menjadi pemimpin di desa kami?" tanya salah satu warga desa sunyi.
"Apa warga desa ini memiliki kandidat yang cocok untuk menjadi pemimpin di desa ini?" Tian Zhi bertanya sambil memperhatikan semua warga desa yang berkerumunan menyaksikan apa yang terjadi di kediaman pemimpin desa.
Tian Zhi menghela nafas saat melihat tidak ada satu orang pun yang membuka mulut untuk bersuara, semua orang nampak bingung dan pada akhirnya mereka semua serempak menggelengkan kepala.
"Baiklah, kalau begitu tuan Gong Fai yang akan menjadi pemimpin di desa sunyi ini!" ucap Tian Zhi.
Gong Fai yang mendengar namanya disebut hanya diam mematung, Gong Fei masih berusaha mencerna apa yang telah ia dengar.
Salah satu temannya menyenggol lengan Gong Fei sambil berbisik. "Tuan muda Tian telah memilihmu untuk menjadi pemimpin di desa ini,"
Seketika Gong Fei pun tersadar, Gong Fei segera menghampiri Tian Zhi dan berkata.
"Mohon maaf tuan muda, bukannya saya menolak perintah tuan muda. Hanya saja..... saya rasa saya masih terlalu muda untuk menjadi seorang pemimpin di desa ini!" Gong Fei berucap dengan kepala menunduk.
"Usia tidak pernah menjadi pembatas untuk menjadi seorang pemimpin, yang terpenting ialah, orang itu mempunyai kemampuan untuk memimpin, dan aku sangat yakin jika tuan Gong Fei mampu menjadi seorang pemimpin dan memimpin semua warga di desa ini!" terang Tian Zhi.
"Apa ada yang keberatan jika tuan Gong Fei yang menjadi pemimpin kalian di desa ini?" tanya Tian Zhi pada semua warga yang ada di hadapannya.
Semua warga kembali menggelengkan kepalanya, kemudian mereka semua saling memandang satu sama lain sebelum kemudian salah satu warga berseru.
"Saya setuju tuan Gong Fei yang akan menjadi pemimpin kami di desa ini."
Dan di susul oleh warga lainnya.
"Saya juga setuju."
__ADS_1
"Saya juga."
Satu persatu para warga mengutarakan pendapatnya, hingga pada akhirnya mereka semua kompak menyetujui keputusan yang telah Tian Zhi berikan.
"Kami setuju tuang Gong Fei menjadi pemimpin kami di desa sunyi!" ucap warga dengan kompak.
"Bagaimana tuan Gong Fei?" tanya Tian Zhi memastikan.
"Baiklah, karena semua orang telah setuju maka tidak baik jika saya menolaknya," pada akhirnya Gong Fei pun setuju.
"Saya berjanji akan berusaha menjadi pemimpin yang baik di desa sunyi ini, saya tidak akan mengecewakan kalian semua!" ucap Gong Fei dengan tulus.
Saat ini usia Gong Fei baru menginjak 23 tahun, namun Gong Fei adalah seorang pemuda yang bertanggung jawab. Meski dia telah lama hidup sebatang kara di desa sunyi ini, namun tidak membuat Gong Fei berkecil hati, gong Fei selalu bekerja keras dan selalu menolong sesama.
Gong Fei adalah seorang pemuda yang menjadi pelayan di sebuah kedai sebelumnya, Gong Fei juga yang telah diam-diam bekerja sama dengan para penjaga gerbang dan memperbolehkan para siswa senior untuk masuk kedalam desa sunyi.
Tidak hanya itu, selama ini Gong Fei juga selalu berusaha untuk membentuk sebuah pasukan secara diam-diam. Hingga tiba saatnya para siswa senior akademi pedang dan sihir datang, mereka memutuskan untuk bersatu melawan para pasukan berjubah hitam.
Sebelumnya Gong Fei tidak pernah menyangka bahwa diantara siswa senior yang datang ke desa sunyi, adalah tiga tuan muda yang mempunyai kedudukan penting di masa depan.
Malam ini Gong Fei akan mengadakan perjamuan makan malam, semua orang bebas menikmati hidangan yang telah di sediakan.
Wajah-wajah warga desa sunyi kini nampak berseri, tidak lagi terlihat ketakutan ataupun tertekan, semua menikmati jamuan makan malam yang telah mereka siapkan bersama pemimpin desa mereka yang baru.
***
"Terimakasih tuan muda Tian, tuan muda Guan dan tuan muda Ming, juga para petarung beserta guru dan juga para siswa senior, berkat jasa kalian semua akhirnya desa kami kembali menjadi desa sunyi seperti yang dulu!" ucap Gong Fei dengan tulus.
"Anda tidak usah sungkan tuan Gong Fei," ucap Ming Shu.
"Emm... Sebenarnya tuan Gong Fei, bisakah saya meminta sebuah kereta kuda berukuran besar untuk mengantar perjalanan kami, tuan taukan teman saya sedang sakit jadi dia harus menggunakan kereta kuda saat melakukan perjalanan!" ucap Guan Lin.
"Tentu saja tuan muda Guan, saya telah menyiapkan beberapa kereta kuda untuk perjalanan tuan muda dan salah satu keretanya berukuran besar," jawab Gong Fei.
__ADS_1
"Kalau begitu terima kasih tuan Gong Fei," ucap Guan Lin.
"Tuan muda Guan tidak perlu sungkan," ucap Gong Fei.
"Tuan Gong Fei, jika ada sesuatu harap tuan Gong Fei segera melapor ke pusat kota," ucap Tian Zhi.
"Baik tuan muda, saya akan menepati janji saya," ucap Gong Fei dengan penuh keyakinan.
"Tuan Feng Ying, sebaiknya tuan meninggalkan setengah dari pasukan petarung untuk ikut menjaga desa sunyi!" perintah Tian Zhi
"Baik tuan muda."
*
Di pagi hari utusan Hong Li berpamitan kepada semua orang, ia akan segera kembali ke ibu kota untuk melapor.
Beberapa siswa senior memindahkan Pang Xiongmao kedalam kereta kuda yang berukuran paling besar, kemudian Guan Lin juga mengajak Tian Zhi untuk masuk kedalam kereta yang sama.
Awalnya Tian Zhi menolak untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta kuda, akan tetapi Guan Lin terus memaksa dan pada akhirnya Tian Zhi pun masuk kedalam kereta bersama Guan Lin.
Dikarenakan perjalanan ke akademi pedang dan sihir tidak mudah dilalui menggunakan kereta kuda, pada akhirnya Guan Lin memutuskan untuk melakukan perjalanan memutar melewati pusat kota.
Sementara Lien Hua dan Yue Yin berada dalam satu kereta yang ada di belakang kereta yang Guan Lin tempati. Awalnya Yue Yin menolak, akan tetapi Tian Zhi memerintahkan Yue Yin untuk ikut serta ke ibu kota dikarenakan ada hal penting yang akan di bicarakan bersama ayah Tian Zhi yaitu Tian Ma sang penguasa kota. Begitupun dengan Lien Hua yang mendapatkan permohonan dari Guan Lien untuk terus melakukan penyembuhan pada Pang Xiongmao.
Feng Ying dan beberapa petarung mengikuti di belakang kereta, mereka semua melakukan perjalanan dengan menunggang kuda yang juga telah di siapkan Gong Fei dan warga desa.
Sementara Ming Shu memilih langsung kembali ke akademi pedang dan sihir bersama guru pembimbing dan juga para siswa senior.
Sebelum mereka melakukan perjalanan, Ming Shu berpesan kepada Guan Lin untuk segera pulang, karena semua orang di akademi sangat mengkhawatirkannya terutama kedua orang tua Guan Lin.
Bahkan sampai kini mereka masih sibuk untuk mencari Guan Lin di arah selatan, Guan Lin pun berjanji akan segera kembali dan hanya akan mampir sebentar di kediaman penguasa kota.
Guan Lin juga berpesan pada Ming Shu untuk memberitahu ayah dan ibunya bahwa Guan Lin baik-baik saja, dan menyuruh mereka menghentikan pencarian.
__ADS_1
Gong Fei dan semua warga desa sunyi mengantar kepergian rombongan sampai kedua rombongan itu berpisah.
Setelah melakukan perpisahan dan saling mengucapkan selamat jalan, kini kedua rombongan itu mulai berpisah ke dua arah, satu ke arah timur dan satu ke arah selatan.