
"Salam yang mulia."
Semua orang memberi salam saat penguasa Tian Ma memasuki ruangan, dimana semua orang kini sedang berkumpul untuk berdiskusi tentang pengaturan kedepannya.
"Baiklah karena semua orang sudah berkumpul, kita mulai saja pembahasan tentang pengaturan ulang beberapa tempat yang harus kita bangun kembali."
"Maaf sebelumnya yang mulia, bagaimana dengan kota Utara?" Tian Zhao mengutarakan apa yang selama beberapa hari ini mengganjal dalam pikirannya.
"Kota Utara berasal dari kota timur, namun paman sudah menganugerahkannya pada ayahmu, sehingga bagian Utara menjadi sebuah kota yang terpisah dari kota timur."
Tian Zhao tercengang mendengar penuturan penguasa Tian Ma, saat Tian Zhao masih terdiam sambil mencerna apa yang di ucapkan penguasa Tian Ma, penguasa Tian Ma kembali berucap, "Apa Zhao'er tidak tahu bahwa Paman adalah kakak dari ayahmu?!"
Tian Zhao hanya menggeleng seperti orang bodoh, sungguh Tian Zhao tidak pernah tau jika sang ayah adalah adik dari penguasa kota timur.
"Rupanya ayahmu juga tidak pernah menceritakan kisah kehidupannya padamu! Dan apa Zhao'er tau bahwa selain Zhao'er, ayahmu juga masih memiliki dua putri lainnya?!"
"Tian Zhao pernah mendengar bahwa ayah memang mempunyai dua anak perempuan sebelum Tian Zhao dilahirkan, hanya saja Tian Zhao tidak tau apakah mereka masih hidup atau sudah mati, bahkan ayah juga tidak tau bagaimana nasib dari kedua putrinya karena kedua putri ayah telah pergi meninggalkan kota Utara."
"Kedua putri dari ayahmu baik-baik saja, bahkan mereka berdua ada didalam ruangan ini!" ucap penguasa Tian Ma.
Tian Zhao mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, memperhatikan setiap orang yang hadir dan duduk rapi sambil menatap kearahnya.
Mata Tian Zhao terkunci pada Lien Hua dan juga Yue Yin karena hanya ada dua gadis yang ada didalam ruangan, pandangan Tian Zhao bergantian antara Lien Hua dan Yue Yin. Tian Zhao mengangguk saat melihat Lien Hua, namun saat melihat Yue Yin Tian Zhao merasa ragu, dikarenakan Yue Yin tidak terlihat seperti seorang kakak melainkan gadis kecil yang kemungkinan seumuran dengannya atau mungkin saja lebih muda darinya.
Yue Yin tidak terima mendapat tatapan keraguan dari Tian Zhao, ia pun langsung berkata, "Jaga tatapanmu bocah, aku ini kakak tertua mu."
Tian Zhao tercengang mendapat teguran langsung dari seorang gadis kecil dihadapannya, ia pun mengalihkan pandangan pada penguasa Tian Ma, namun penguasa Tian Ma mengangguk pertanda bahwa ucapan Yue Yin memang benar adanya.
"Jangan kau kira aku gadis kecil, namaku Yue Yin dan usiaku sudah 19 tahun, ini kakak keduamu namanya Lien Hua dia berusia 14 tahun. Jadi mulai sekarang kau harus menghormati kedua kakakmu ini!" perintah mutlak pertama dari Yue Yin sebagai kakak pertama.
__ADS_1
"Benarkah itu paman?"
"Itu benar, mulai sekarang jangan merasa sendiri karena kau masih mempunyai dua kakak dan juga paman. Ah ya, kau juga mempunyai satu saudara sepupu yaitu Tian Zhi."
Tian Zhi mengangguk saat Tian Zhao menatapnya, tatapan Tian Zhao sulit di artikan, walau bagaimanapun sebelumnya Tian Zhi dan Tian Zhao sempat bertarung satu lawan satu yang akhirnya Tian Zhao harus menerima kekalahan untuk yang pertama kalinya.
"Kita bersaudara, untuk kedepannya tidak akan adalagi pertarungan diantara kita," ucap Tian Zhi.
Pada akhirnya Tian Zhao bisa bernafas dengan lega setelah mendengar ucapan Tian Zhi, walau bagaimanapun Tian Zhao sempat merasa takut jika Tian Zhi akan kembali menyerangnya, apalagi kini Tian Zhao sudah tidak mempunyai lagi pendukung karena sang ayah telah tewas ditangan siluman rubah yang selama ini dia anggap sebagai ibu kandungnya sendiri.
"Baiklah, untuk kota Utara, paman serahkan kepada kalian bertiga karena kota Utara sudah menjadi milik ayah kalian."
"Yue Yin tidak ingin kembali ke kota Utara, Yue Yin akan tetap tinggal bersama kakek Yu di akademi," ucap Yue Yin.
"Lien Hua juga tidak ingin kembali ke kota Utara, Lien Hua akan kembali tinggal bersama nenek Lien di desa bunga," ucap Lien Hua.
"Jika itu sudah menjadi keputusan Yin'er dan Hua'er paman akan menyetujuinya, maka dari itu kota Utara menjadi tanggung jawab Zhao'er, bagaimana? Apa kalian semua setuju?"
"Lien Hua juga setuju."
"Kalau begitu Tian Zhao juga setuju, hanya saja... Tian Zhao masih terlalu muda untuk menjadi seorang penguasa."
"Itu bukan masalah, paman akan menugaskan utusan Jin Hui untuk membantumu menjadi seorang penguasa kota sampai Zhao'er dewasa nanti, tapi sebelum itu kita harus membuat perjanjian perdamaian terlebih dahulu. Dilarang mengangkat senjata antara kota Utara maupun kota timur."
"Tian Zhao setuju paman."
Masalah kota utara telah selesai, kini tinggal menata kembali yang ada di kota timur.
"Untuk akademi, biarlah para siswa junior tetap belajar di akademi yang berdiri di desa terbuang, untuk mengantisipasi jika terjadi kembali hal-hal seperti sebelumnya!" ucap penguasa Tian Ma.
__ADS_1
"Aku setuju, tapi sebaiknya di perbatasan timur juga harus didirikan sebuah sekte pelindung yang terdiri dari orang-orang yang telah mencapai kekuatan petarung!" ucap ketua Guan Lao.
"Ide bagus, apa ada lagi yang mempunyai ide lainnya?" tanya penguasa Tian Ma.
"Bagaimana jika kita juga mendirikan sekte di beberapa tempat, misalnya di desa bunga dan di desa sunyi," ucap tetua Ming Hao.
"Itu juga ide bagus, baiklah mulai sekarang siapa pun boleh mendirikan sekte di beberapa tempat!" ucap penguasa Tian Ma.
Penguasa Tian Ma pun memberikan hak istimewa untuk keempat anak muda yang telah berkontribusi dalam pertempuran melawan bangsa siluman, mereka akan diberikan tempat untuk mendirikan sektenya masing-masing.
Guan Lien diberikan tempat diperbatasan timur untuk mendirikan sektenya, Ming Shu diberikan tempat di desa sunyi untuk mendirikan sektenya, Lien Hua diberikan tempat di desa bunga untuk mendirikan sektenya dan Yue Yin diberikan tempat diperbatasan antara desa makmur dan desa terbuang untuk mendirikan sektenya. Keempat sekte ini akan berdiri dibawah naungan penguasa kota timur.
Semua orang pun setuju dengan keputusan yang telah di buat dan di sepakati bersama, kini tibalah penguasa Tian Ma untuk mengumumkannya langsung kepada semua warga di acara perayaan.
*
Penguasa Tian Ma mengadakan perjamuan besar-besaran, seluruh warga dan semua orang yang tinggal di kediaman penguasa kota bebas menikmati acara perayaan yang diadakan selama satu hari satu malam.
Pada malam hari penguasa Tian Ma mengumumkan pemberian hak istimewa kepada generasi muda yang telah banyak berkontribusi dalam pertempuran melawan bangsa siluman.
Beberapa penghargaan juga penguasa Tian Ma berikan kepada siapa saja sesuai kinerja mereka masing-masing. Penguasa Tian Ma juga menyantuni keluarga para pejuang yang telah gugur di Medan tempur.
*
Di kota Utara seorang gadis kecil membuka matanya, pandangannya terlihat kosong untuk sesaat, beberapa bayangan berkelebatan dalam memorinya.
Didalam tidur panjangnya, gadis kecil itu diberikan sebuah gambaran tentang dua bayi merah yang ditukar dalam kegelapan, salah satu bayi yang ditukar dalam mimpinya adalah dirinya sendiri, sementara satu bayi yang lainnya adalah seorang anak lelaki berparas tampan.
Dalam kegelapan malam, pertukaran bayi itu sungguh tidaklah seimbang, bayi laki-laki itu ditempatkan di sebuah kediaman yang penuh dengan kemewahan dan juga rasa kasih sayang, sementara bayi perempuan ditempatkan didepan kediaman yang sebenarnya tidaklah layak disebut kediaman melainkan gubuk.
__ADS_1
Diluar gubuk yang gelap gulita seorang bayi perempuan menangis kencang karena merasa kedinginan, angin yang menerpa langsung menembus kain tipis yang bayi perempuan itu kenakan.
Sampai suara bayi perempuan itu hampir habis, barulah seseorang keluar dari dalam gubuk dan menggendongnya, seseorang itu memberikan kehangatan pada bayi perempuan itu sampai bayi perempuan itu terlelap karena sudah kelelahan.