Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Perang antara umat manusia dan bangsa siluman


__ADS_3

Sang penguasa naga batu sedang mengamuk sejadi-jadinya, baru saja bisa merasakan kebebasan kini harus menerima serangan dari setiap arah. Beruntung tubuh sang penguasa siluman naga batu mempunyai tingkat kekerasan diluar nalar.


Sang penguasa naga batu meliuk-liukkan tubuhnya menghindari serangan yang datang secara bertubi-tubi. Kemudian mengibaskan ekornya ke segala arah, semua orang terpental jauh hanya karena kibasan ekornya saja.


Gelar sang penguasa memang bukan hanya sekedar gelar, disaat siluman naga batu berada dititik terlemah sekalipun masihlah kuat dan sulit dikalahkan.


Guan Lin, Tian Zhi, Ming Shu, Yue Yin dan Lien Hua bekerjasama menyerang sang penguasa Siluman naga batu mengunakan sihir masing-masing, Guan Lin dengan sihir anginnya, Tian Zhi dengan sihir airnya, Ming Shu dengan sihir apinya, Yue Yin dengan sihir tanahnya dan Lien Hua dengan sihir kayunya.


Kelima sihir elemen yang berbeda-beda saling melengkapi menjadi serangan yang membuat sang penguasa Siluman naga batu kewalahan menghadapinya.


Siluman rubah hampir tumbang, namun rubah tetaplah rubah saat nyawa sudah diujung tanduk sekalipun siluman rubah itu masih saja bisa melancarkan siasat licik.


Dengan kondisi tidak berdaya, siluman rubah itu berucap, "A-aku minta maaf, aku menyesal telah melakukan semua ini. Sebagai permintaan maaf ku aku rela mati secara langsung ditangan mu, kemari lah! Bunuh aku dengan tanganmu sendiri agar rasa sesak di dadamu bisa sedikit berkurang."


Sekian lama hidup berdampingan dengan sang penguasa Utara, membuat siluman rubah sedikit banyak paham bagaimana sikap sang suami.


Marah dan kecewa yang penguasa Tian Bao rasakan membuat rasa sesak di dadanya, penguasa Tian Bao memang ingin sekali membunuh siluman yang telah menipunya sekian lama langsung dengan tangannya sendiri.


Melihat siluman rubah sudah kehabisan energi dan kehilangan kekuatannya membuat penguasa Tian Bao percaya diri untuk mendekat tanpa meningkatkan kewaspadaan, hal itu malah sukses menjadi kekalahan telak bagi penguasa Tian Bao.


Siluman rubah memanfaatkan kelengahan penguasa Tian Bao untuk menyerap energi kehidupannya, penguasa Tian Bao masuk perangkap siluman rubah untuk yang kedua kalinya. Parahnya, penguasa Tian Bao harus kehilangan nyawa dengan cara yang tidak pernah terduga sama sekali.


"Aarrghh......."


Suara teriakan penguasa Tian Bao mengalihkan perhatian Yue Yin dan Lien Hua, keduanya sana-sama melesat untuk menyelamatkan sang ayah.


"Ayah, Tida...a...k."

__ADS_1


Yue Yin dan Lien Hua menoleh ke asal suara, tidak jauh dari penguasa Tian Bao dan siluman rubah berdiri seorang anak muda yang memiliki paras hampir mirip dengan sang ayah.


Anak muda itu berjalan semakin mendekat dengan langkah tegas, tidak sekalipun anak muda itu percaya bahwa sang ibu sangat tega menyerap energi kehidupan sang ayah dengan cara paksa.


"Ibu, apa yang ibu lakukan? Hentikan sekarang juga!" bentak Tian Zhao.


Tian Zhao dan penguasa Tian Ma beserta seluruh rombongan baru saja tiba di perbatasan timur, Tian Zhao langsung melesat saat melihat sang ibu yang akan menggunakan teknik terlarang pada sang ayah.


Konsentrasi siluman rubah terganggu oleh teriakan Tian Zhao, setelah mendorong sang ibu, Tian Zhao berdiri didepan sang ayah dengan sikap melindungi.


"Kenapa ibu tega menarik paksa energi kehidupan ayah, ibu bisa membuat ayah kehilangan nyawa!" teriak Tian Zhao.


"Berhenti memanggilku ibu bocah sialan, karena aku bukanlah ibumu! Asal kau tau, ibumu telah lama mati!" tidak mau kalah, siluman rubah juga berteriak pada Tian Zhao.


"Apa? Apa maksudmu ibu?"


Penguasa Tian Bao membelalakkan mata saat mendengar perkataan siluman rubah yang telah sekian lama menjadi istri kesayangannya, dengan kesadaran yang masih sedikit tersisa penguasa Tian Bao dapat melihat dua gadis cantik menghampirinya.


Ingatan-ingatan di masa lalu berkelebatan begitu saja, penguasa Tian Bao teringat akan dua gadis kecil yang telah penguasa Tian Bao abaikan sekian lamanya, rasa bersalah pun kini merayap di hati penguasa Tian Bao.


"Ayah," ucap Yue Yin dan Lien Hua bersamaan.


"Yin'er, Lien'er. Maafkan ayah," lirih penguasa Tian Bao, sedetik kemudian penguasa Tian Bao pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Tanpa diduga ternyata siluman rubah langsung menyerang Tian Zhao, setelah menyerap energi kehidupan penguasa Tian Bao, kekuatan siluman rubah kembali walaupun hanya sedikit.


Tian Zhao yang masih diam terpaku tidak dapat mengelak dari serangan, alhasil Tian Zhao menyemburkan darah segar dari mulutnya sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit.

__ADS_1


Beruntung kekuatan siluman rubah hanya sedikit, jika tidak dengan sekali serangan saja Tian Zhao bisa tewas oleh serangan yang dilancarkan siluman rubah.


Siluman rubah kembali melancarkan serangan, namun kali ini serangannya mengenai dinding tanah yang Yue Yin ciptakan.


Lien Hua membawa Tian Zhao ke tempat yang sekiranya aman, setelah itu Lien Hua kembali bergabung bersama Yue Yin berhadapan dengan siluman rubah.


"Kita berjumpa kembali wanita siluman!" ucap Yue Yin.


"Heh, kalian!"


"Yah, kami adalah anak kecil yang selalu kau jelek-jelek kan dihadapan ayah kami sendiri."


"Ha.... ha... ha..."


Siluman rubah itu malah tertawa tidak jelas, entah apa yang membuat siluman itu tertawa disaat situasi genting seperti ini.


"Anak kecil yang malang, ck.. ck.. ck... kalian berdua pasti telah menderita hidup di luaran sana, benar bukan? Bagaimana jika kalian susul saja kedua orang tua kalian?! maka dengan senang hati aku akan mengantarkan kalian berkumpul kembali di alam baka."


Siluman rubah mengeluarkan sihir kegelapan dikedua tangannya untuk menyerang Lien Hua dan Yue Yin, namun Lien Hua dan Yue Yin kini bukanlah gadis biasa. Mereka berdua telah menjadi gadis petarung dengan tingkat menengah di usianya yang masih muda, dikarenakan susahnya kehidupan yang harus keduanya jalani membuat mereka bertekad untuk bertambah kuat agar bisa bertahan hidup.


Sementara penguasa Tian Bao, ketua Guan Lao, tetua Ming Hao dan tetua Nuwa beserta seluruh pasukan petarung gabungan antara petarung timur dan petarung Utara kini berhadapan dengan segerombolan bangsa siluman yang juga baru tiba di perbatasan timur.


Bangsa siluman itu dipimpin oleh Yi, anak pertama dari siluman laba laba, induk siluman laba laba itu sendiri telah terpojokkan oleh serangan kombinasi yang dilancarkan Jing Mi dan Jia Li, mereka bertarung sudah sangat lama sebelum Guan Lin dan penguasa Tian Bao tiba.


Berbagai macam siluman dengan kekuatan yang berbeda-beda langsung menyerang umat manusia yang ada dihadapannya, wajah-wajah para siluman yang menyeramkan mengandung kemarahan besar yang selama ini mereka pendam.


Kini saatnya pembalasan di mulai, perang antara umat manusia dan bangsa siluman kembali pecah ditempat yang sama beberapa ratus tahun yang lalu, bedanya saat ini kekuatan umat manusia lebih unggul dibanding kekuatan bangsa siluman.

__ADS_1


Dikarenakan pimpinan mereka yaitu sang penguasa siluman naga batu baru saja terbebas dari segel sehingga kondisinya masih sangatlah lemah, sementara siluman rubah yang cerdik juga telah kehilangan banyak energi sehingga kekuatannya semakin berkurang.


__ADS_2