
Dua kereta kuda bersama beberapa kuda memasuki gerbang utama kediaman penguasa kota, penjaga gerbang menyambut kedatangan tuan muda mereka beserta rombongan yang baru saja tiba.
Salah satu penjaga segera berlari untuk melaporkan kedatangan tuan muda beserta rombongan kepada sang penguasa kota.
Sebelumnya penguasa kota telah mendapatkan laporan dari utusan Hong Li bahwa Tian Zhi beserta rombongan akan tiba hari ini, juga utusan Hong Li telah menceritakan apa saja yang telah terjadi di desa sunyi.
Sang penguasa kota menyambut kepulangan anak semata wayangnya dengan senyuman yang sangat lebar, pada akhirnya putranya telah kembali meski terlihat kondisi putranya seperti tidak baik-baik saja.
"Salam ayah, salam yang mulia."
Tian Zhi dan semua rombongan memberi hormat pada sang penguasa kota, penguasa kota hanya mengangguk sebagai tanda hormat diterima.
"Zhi'er apa kau terluka nak?" tanya penguasa Tian Ma dengar cemas.
"Sudah tidak apa-apa ayah," jawab Tian Zhi.
"Ayah, kenalkan ini nona Yue Yin seorang pengendali tanah dari desa terbuang!" Tian Zhi memperkenalkan Yue Yin.
"Salam yang mulia."
"Saya sudah mendengar aksi hebat nona Yue Yin, senang bisa kedatangan tamu seperti nona Yue Yin."
"Yang mulia terlalu berlebihan, saya tidak sehebat itu," ucap Yue Yin.
"Ayah, ini nona Lien Hua. Nona Lien Hua juga telah berjasa banyak saat di desa sunyi," kini Tian Zhi memperkenalkan Lien Hua.
"Salam yang mulia."
"Terima kasih nona Lien Hua telah banyak membantu, saya senang melihat generasi muda seperti kalian yang berbakat dan penuh semangat juang," ucap penguasa Tian Ma.
Namun Lien Hua hanya menganggukkan kepalanya, tidak mengeluarkan sepatah katapun lagi.
"Salam Paman," Guan Lin yang tau bagaimana sikap Lien Hua, segera mendekat dan menyapa ayah dari teman baiknya.
"Paman senang akhirnya Lin'er telah kembali, Paman ikut mencemaskan mu saat paman mendengar kabar bahwa Lin'er menghilang," ucap penguasa Tian Ma.
"Itu... He he... Sebenarnya Guan Lin hanya berjalan-jalan saja paman, tapi kemudian Guan Lin tersesat dan berakhir di desa sunyi," ucap Guan Lin dengan kikuk, Guan Lin masih belum bisa menceritakan peristiwa sebenarnya karena menurut Guan Lin semua yang telah Guan Lin alami terlalu rumit untuk diceritakan.
"Kau telah membuat semua orang cemas, lain kali kalau mau pergi-pergi harus meminta izin terlebih dahulu pada orang tuamu." penguasa Tian Ma menasehati teman baik dari anaknya sekaligus anak dari teman baiknya.
"Guan Lin mengerti paman," ucap Guan Lin patuh dengan kepala menunduk.
"Bagus, lain kali jangan kau ulangi lagi. Sekarang kalian beristirahatlah terlebih dahulu, nanti malam kita makan bersama."
Kemudian penguasa Tian Ma mengisyaratkan pada pelayan untuk mengantar para tamu ke ruangan tempat istirahat para tamu.
"Ayah, ada hal penting yang harus kita bicarakan!" ucap Tian Zhi.
__ADS_1
"Baiklah, ayah tunggu di dalam!" Penguasa Tian Ma pun masuk kedalam meninggalkan Tian Zhi dan rombongan.
Setelah kepergian penguasa Tian Ma, Feng Ying dan para petarung pun berpamitan kepada Tian Zhi dan yang lainnya untuk beristirahat.
"Tian Zhi, kami juga istirahat dulu ya, Pang Xiongmao sepertinya sudah sangat kelelahan," ucap Guan Lin sambil melihat panda gendut di depannya yang sedang duduk sambil menguap.
"Mn, selamat beristirahat!" ucap Tian Zhi.
"Nona Yue Yin, ikut denganku," Tian Zhi menghentikan langkah Yue Yin yang akan pergi bersama Guan Lin dan Lien Hua.
"Aku?"
"Mn."
"Huuh... baiklah."
Yue Yin pun berjalan di belakan Tian Zhi dan masuk kedalam ruangan, yang mana penguasa Tian Ma sedang duduk di depan meja sambil melihat berkas yang ada di depannya.
"Silahkan nona Yue Yin." Tian Zhi mempersilahkan Yue Yin duduk, lalu kemudian Tian Zhi juga ikut duduk di sebelah Yue Yin.
Tian Zhi dan Yue Yin duduk berhadapan dengan penguasa Tian ma, penguasa Tian ma pun memandang dua anak muda yang ada dihadapannya.
"Ceritakan lah!" penguasa Tian Ma memberi isyarat agar Tian Zhi memulai ceritanya.
"Ayah, sebenarnya nona Yue Yin ini adalah putri dari Paman Tian Bao!" Tian Zhi memulai ceritanya.
"Apa benar kau putri dari Tian Bao?" penguasa Tian Ma bertanya pada Yue Yin untuk memastikan.
"Benar yang mulia," Yue Yin menjawab dengan tegas, namun dengan kedua tangan yang meremas kuat ujung pakaiannya.
"Apa nona Yue Yin tau siapa itu Tian Bao?" tanya penguasa Tian Ma.
"Beliau adalah seorang penguasa di kota Utara," jawab Yue Yin masih dengan suara yang terdengar tegas.
"Apa kau tau bahwa Tian Bao dan aku bersaudara?"
Seketika Yue Yin mengangkat wajahnya dan memandang penguasa Tian Ma dengan sorot mata tidak percaya.
"Itu tidak mungkin, beliau tidak pernah bercerita." kini suara Yue Yin mulai bergetar, Yue Yin menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya.
"Bisa kau ceritakan, kenapa kau berpisah dengan ayahmu dan berakhir di desa terbuang!" penguasa Tian Ma meminta penjelasan.
"Sebenarnya, dulu ibuku adalah wanita tercantik di kota Utara. Dan ayah sangat mencintainya, sampai pada saat siluman rubah itu datang dan menjelma menjadi seorang gadis cantik. Ayah mulai berpaling dari ibu dan menjadikan siluman rubah licik itu istrinya yang kedua!" Yue Yin mulai bercerita sambil menerawang pada kejadian sepuluh tahun lalu yang telah Yue Yin simpan di memori ingatannya.
Peristiwa sepuluh tahun yang lalu kini melintas kembali di pikiran Yue Yin, Yue Yin pun hanyut dalam lamunannya.
***
__ADS_1
Kenangan masa lalu Yue Yin.
"Ayah, wanita itu yang telah membunuh ibu, Yu Yin melihat nya sendiri ayah, wanita itu menghisap energi kehidupan ibu sampai ibu berubah menjadi keriput dan rambutnya memutih!" ucap Yu Yin dengan isak tangisnya.
Namun sang ayah bukannya mempercayai ucapan sang anak, Tian Bao malah lebih memilih percaya pada wanita yang kini telah menjadi pujaan hatinya.
"Sudahlah lah Yu Yin, kau sama saja dengan ibumu, bisanya cuma menangis. Sebaiknya kau segera meminta maaf pada selir Mei Yin, walau bagai manapun sekarang dia adalah ibumu satu-satunya!" ucap Tian Bao.
"Tidak akan pernah ayah, Yu Yin tidak akan pernah sudi meminta maaf padanya. Sadarlah ayah, dia itu adalah jelmaan dari siluman rubah!" teriak Yu yin.
"Kau telah berani berteriak pada ayah mu!" Tian Bao sangat geram melihat tingkah Yu yin, pada dasarnya Tian Bao memang tidak terlalu suka pada kedua putrinya.
Tian Bao sangat mengharapkan Yu Ning sang istri melahirkan seorang anak laki laki untuk Tian Bao, namun sampai Yu Ning melahirkan yang kedua kalinya, masih saja Yu Ning melahirkan seorang anak perempuan.
"Masuk kamar dan renungi kesalahan mu, kau tidak diperbolehkan keluar dari kamar sampai kau menyadari semua kesalahanmu!" kembali Tian Bao berteriak.
Yu Yin sangat sedih karena ayahnya tidak mau mempercayai apa yang Yu Yin ucapkan, ayahnya telah terpesona oleh siluman rubah yang menjelma menjadi seorang gadis cantik bernama Mei Yin.
Semenjak hari itu ayahnya semakin sering memarahi Yu Yin dan juga adik nya Yu Hua, sampai pada suatu waktu, kedua adik kakak itu memutuskan untuk pergi dari kota Utara.
Di tengah malam yang gelap gulita, dua gadis kecil berjalan dalam kegelapan. Sang kakak berusia sembilan tahun, dan sang adik baru berusia empat tahu.
Kedua kakak beradik itu melewati hutan perbatasan yang sunyi dengan ditemani cahaya bulan, tidak ada satu bintang pun yang hadir menemani sang rembulan di malam ini.
Sang kakak terus menuntun tangan sang adik yang tidak bisa melihat, sudah sejak lahir Yu Hua tidak bisa melihat. Dan itu membuat Tian Bao semakin membenci keturunannya sendiri.
Dan tiba saatnya kedua adik kakak itu menaiki perahu untuk pergi ke kota sebrang, namun naas, sebuah ombak besar tiba tiba menerjang dan membuat perahu dan para penumpangnya terseret ombak.
Saat itu semua penumpang tenggelam, begitu pun Yue Yin ikut tenggelam. Yue Yin sudah pasrah menerima takdir jika memang inilah akhir dari kehidupan Yue Yin, namun Yue Yin meminta satu permohonan agar Tuhan berbaik hati dan menyelamatkan sang adik.
Namun ternyata tuhan berkehendak lain, Yu Yin tersadar dari pingsannya dan kini dia sudah berada di desa terbuang.
Masih dalam kondisi yang lemah, Yue Yin mencari keberadaan sang adik di sekitar tempat Yu Yin terbangun dari pingsannya. Namun nihil, Yu Yin sama sekali tidak menemukan sang adik.
Sampai saat ini Yu Yin hidup dalam rasa penyesalan karena tidak bisa menyelamatkan sang adik, Yu Yin pun memutuskan membuka lembaran baru untuk menjalani kehidupan nya, Yu Yin berganti nama menjadi Yue Yin agar tidak ada satu orang pun yang mengenalinya termasuk sang ayah.
***
Yue Yin tersentak saat ada yang menyentuh pundaknya, penguasa Tian Ma bangkit dan menghampiri Yue Yin sambil berkata.
"Kau adalah keponakan ku, maka mulai sekarang panggil aku paman." jangan pernah merasa sendiri, karena sekarang paman dan sepupumu ada bersamamu." Penguasa Tian ma berusaha menenangkan Yue Yin.
"Ayah benar, kita adalah keluarga, kau tidak lagi sendiri," timpal Tian Zhi.
"Berarti selama ini, ayah mu telah bekerja sama dengan para siluman. Pantas saja dia semakin berani untuk meminta Paman menyerahkan kekuasaan padanya!" ucap penguasa Tian Ma.
"Sepertinya ayah telah dikendalikan oleh siluman rubah licik itu paman," ucap Yue Yin.
__ADS_1
"Kalau begitu, yang menjadi markas besar dari para siluman itu adalah... Kota utara!" tebak Tian Zhi.