Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Awal Dari kehancuran


__ADS_3

"Paman, aku harus pergi ke desa bunga sekarang juga, ada hal penting yang harus aku pastikan!" ucap Yue Yin.


"Yin'er tunggu, sebaiknya kau pergi bersama utusan Hong Li dan juga Feng Ying!" penguasa Tian Ma memberi saran pada keponakannya.


"Paman, gerbang desa bunga kini dijaga dengan ketat, sebaiknya nona Yue Yin dan yang lainnya melakukan penyamaran jika ingin masuk ke desa bunga," terang Guan Lin.


"Kami akan menyamar menjadi pedagang agar tidak mencurigakan," ucap Feng Ying.


Penguasa Tian Ma meminta seorang penjaga untuk memanggil utusan Hong Li dan utusan Jin Hui.


Tidak membutuhkan waktu lama, utusan Hong Li dan utusan Jin Hui pun memasuki ruangan dan langsung bergabung setelah memberi hormat pada penguasa Tian Ma terlebih dahulu.


"Tuan Hong Li, saya menugaskan tuan Hong Li untuk pergi ke desa bunga bersama nona Yue Yin dan Feng Ying. Di sana sudah ada tetua Ming Hao dan tetua Nuwa, saya harap kalian bisa bekerja sama untuk menangani permasalahan yang ada di desa bunga."


"Saya siap menjalankan perintah yang mulia."


"Dan untuk tuan Jin Hui, saya menugaskan tuan Jin Hui pergi ke akademi pedang dan sihir untuk memimpin perjalanan perpindahan para siswa junior akademi. Bawalah beberapa pasukan petarung untuk ikut membantu dalam tugas pengawalan, pastikan semua para siswa junior aman dalam perjalanan."


"Saya siap menjalankan perintah yang mulia."


"Ayah, izinkan Tian Zhi ikut serta ke desa bunga."


"Tidak Zhi'er, itu terlalu berbahaya, kalau Zhi'er ingin membantu, lebih baik Zhi'er pergi bersama tuan Jin Hui ke akademi pedang dan sihir untuk menjemput para siswa junior!" penguasa Tian Ma berucap dengan tegas.


"Baiklah ayah."


***


Yue Yin memacu kuda dengan sangat kencang menuju desa bunga, sedangkan utusan Hong Li beserta Feng Ying mengikutinya dari belakang.


Feng Ying berusaha mengimbangi laju kuda yang Yue Yin pacu. "Nona Yue Yin, apakah nona tidak ingin beristirahat terlebih dahulu?"


"Jika tuan Feng Ying ingin beristirahat, maka istirahatlah bersama tuan Hong Li. Aku tidak akan beristirahat sebelum aku sampai di desa bunga."

__ADS_1


"Baiklah nona Yue Yin, mari kita lanjutkan perjalanan karena kamipun tidak akan beristirahat sebelum sampai di desa bunga."


Tiga ekor kuda kini kembali berlari dengan kencang menembus hutan perbatasan menuju desa bunga.


**


"Identitas!" ucap salah satu pengawal.


Lien Hua menyerahkan kartu identitas sebagai penduduk desa bunga sambil berkata. "Saya adalah cucu dari tabib Lien dan lima orang ini adalah pelayan tabib Lien, kami baru kembali setelah mencari tanaman obat di gunung selatan."


Setelah memastikan tidak ada yang mencurigakan dengan barang yang di bawa oleh Lien Hua, penjaga gerbang pun mempersilahkan Lien Hua masuk beserta kelima anak buahnya.


Lien Hua dan yang lainnya melanjutkan perjalanan menuju kediaman tabib Lien. Tabib Lien adalah seorang tabib perempuan yang sudah berusia enam puluh lima tahun, beliau adalah seorang tabib jenius yang ada di desa bunga. Sudah puluhan tahun tabib Lien menjadi seorang tabib yang telah menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan oleh tabib biasa, maka dari itu namanya sangat terkenal bahkan sampai ke beberapa desa sebrang.


Tibalah Lien Hua dan yang lainnya disebuah bangunan yang cukup besar dan ramai pengunjung, Lien Hua mempersilahkan tetua Nuwa dan yang lainnya untuk masuk kedalam kediaman tabib Lien.


Di dalam ruangan khusus pengobatan, tabib Lien masih di sibukkan dengan tugasnya mengobati para pasien yang tidak pernah ada habisnya, setiap hari selalu saja ada pasien yang berobat ke tempat pengobatan tabib Lien.


Setelah hari menjelang sore, barulah tabib Lien bisa beristirahat karena sudah tidak ada lagi pasien yang datang untuk berobat.


"Hua'er telah kembali." tabib Lien tersenyum dan membelai rambut Lien Hua dengan penuh kasih sayang.


"Nenek, Lien Hua datang bersama tetua dan siswa senior akademi pedang dan sihir."


Tabib Lien mengerutkan keningnya untuk sesaat, kemudian tabib Lien berucap.


"Apa ada hal penting sampai tetua akademi pedang dan sihir datang berkunjung ke desa ini?"


"Ya nek, ada sesuatu yang harus mereka selidiki di penginapan seribu bunga."


"Kalau begitu jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama, ayo! antar nenek untuk menemui mereka semua sekarang juga!"


Di halaman belakang tetua Nuwa dan yang lainnya duduk di atas bangku di depan kolam yang terdapat ikan hias didalamnya, para pelayan menyajikan minuman dan makanan di atas meja dan mempersilahkan tetua Nuwa dan yang lainnya untuk menikmati sajian yang telah di sajikan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, tabib Lien dan Lien Hua pun datang menghampiri dan langsung menyapa. "Maaf telah membuat tetua dan para siswa senior menunggu."


"Tabib Lien tidak perlu sungkan, kami juga sangat menikmati pemandangan yang ada disini," ucap tetua Nuwa.


"Perkenalkan nama saya Nuwa, dan ini tetua Ming Hao sedangkan ketiga anak muda ini adalah siswa senior kami di akademi." tetua Nuwa memperkenalkan diri sekaligus memperkenalkan tetua Ming Hao beserta para siswa senior.


"Master sihir dan master pedang, sungguh suatu kehormatan bagi saya bisa di kunjungi oleh orang-orang hebat seperti para tetua," ucap tabib Lien.


"Tabib Lien terlalu sungkan, sebaliknya kami juga sangat beruntung karena bisa bertemu langsung dengan seorang tabib jenius yang sudah diakui kehebatan dalam penyembuhannya di setiap penjuru desa," ucap tetua Ming Hao.


"Ah yah, saya dengar dari Hua'er bahwa para tetua akan melakukan penyelidikan di penginapan seribu bunga, benarkah itu?" tanya tabib Lien memastikan.


"Benar tabib Lien, saat saya berkunjung ke penginapan seribu bunga beberapa hari yang lalu, saya mendengar sesuatu yang mencurigakan di lantai atas tepatnya di tempat hiburan penginapan seribu bunga!" terang tetua Nuwa.


"Emm." tabib Lien mengangguk-anggukkan kepalanya lalu berucap. "Sudah lama saya juga merasakan ada hal yang aneh di penginapan seribu bunga. Sejak penginapan itu didirikan, banyak sekali pasien yang mengeluhkan tentang kesehatannya yang semakin menurun setelah melakukan kegiatan di tempat hiburan yang disediakan oleh penginapan seribu bunga."


"Setelah saya periksa kondisi pasien, tidak ada tanda-tanda penyakit yang pasien derita, hanya saja..... Saya merasakan jika energi kehidupan mereka berkurang setelah mereka melakukan kegiatan di tempat hiburan itu."


"Bukan hanya stamina mereka yang telah terkuras, tetapi energi kehidupan mereka juga seperti telah di serap sebagian dengan cara paksa setelah melakukan kegiatan di tempat hiburan itu!" terang tabib Lien.


Kini tetua Nuwa dan tetua Ming Hao tau apa yang di maksud Lien Hua saat Lien Hua berkata pada saat rapat di akademi pedang dan sihir.


"Jika memang kalian mau pergi ke penginapan seribu bunga, saya hanya berpesan untuk selalu berhati-hati, karena saya rasa penghuni penginapan seribu bunga bukankah orang sembarangan. Orang yang telah menggunakan teknik terlarang seperti mereka pasti bukanlah orang sembarangan!" ucap tabib Lien.


"Terimakasih atas saran dan informasinya tabib Lien, kalau begitu kami pamit pergi sekarang," ucap tetua Nuwa.


**


"Yi, bawalah Er beserta pasukannya ke gerbang akademi pedang dan sihir, buatlah kekacauan untuk pengalihan. Bersiap-siaplah sudah saatnya kita menghancurkan segel pembatas." seorang siswa senior perempuan memberikan perintah melalui pikirannya.


"Dengan senang hati tuan."


Senyum seringai muncul di wajah siswa senior perempuan itu sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling akademi pedang dan sihir.

__ADS_1


"Bersiap-siaplah wahai umat manusia, kehancuran akan terjadi kembali di daratan timur ini." seringainya kini semakin lebar di wajah siswa senior perempuan itu.


__ADS_2