Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Kemarahan Guan Lin


__ADS_3

Di dalam ruang tahanan para gadis sebelumnya, kini yang tersisa hanya kedua siswa senior laki-laki yang sedang mengamankan anak-anak dari para wanita yang telah mereka lahir kan.


"Gila, bayi yang satu ini hampir saja berhasil menggigit tanganku!" ucap salah satu siswa senior.


"Ini memang diluar batas pemikiran kita, bisa-bisanya bayi-bayi ini memakan daging manusia!" ucap yang satunya lagi.


"Namanya juga anak dari siluman."


"sudahlah, setelah kita mengumpulkannya menjadi satu, kita harus cepat pergi dan membantu yang lainnya."


Saat mereka berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu, seorang pria berjubah hitam datang menghampiri mereka.


"Terima kasih, kalian telah menjaga keturunan kami dengan baik, maka dari itu terimalah hadiah dariku sebagai ucapan terimakasih." Pria berjubah hitam itu mengeluar sihir kegelapan dari tangannya dan langsung menyerang dua siswa senior yang ada di depannya.


Namun tiba-tiba muncul sebuah dinding transparan yang menjadi perisai untuk kedua siswa senior itu.


Perisai itupun hancur terkena serangan dari si pria berjubah hitam, sebuah ledakan terjadi efek dari serangan si pria berjubah hitam yang menghantam perisai buatan Tian Zhi, ledakan itu membuat kedua siswa senior terpental kebelakang.


Tian Zhi tiba di waktu yang tepat, Tian zhi berhasil menyelamatkan dua siswa senior dari serangan siluman laba laba. Kini Tian Zhi mengeluarkan kembali sihir airnya. Tian Zhi membuat beberapa pisau runcing yang terbentuk dari es lalu mengerahkan pisau pisau itu pada si pria berjubah hitam.


Dengan mudah siluman laba laba itu menghancurkan pisau pisau yang mengarah padanya, kembali siluman laba laba itu mengeluarkan sihir kegelapannya dan menyerang Tian Zhi.


Tian Zhi juga membalas dengan sihirnya, namun sihir siluman laba laba itu lebih kuat dari sihir Tian Zhi, sehingga Tian Zhi terdorong mundur dan memuntahkan seteguk darah.


Siluman laba laba itu mengeluarkan jaring dan mengikat semua anak-anak yang telah terkumpul, kemudian siluman laba laba dan semua anak itu menghilang dalam sekejap.


"Tuan muda Tian, anda terluka?!" Ucap salah satu siswa senior sambil berusaha melangkahkan kakinya menghampiri Tian Zhi.


"Terima kasih tuan muda Tian, anda telah menyelamatkan kami," ucap siswa senior yang satunya.


"Mn," Tian Zhi hanya menganggukkan kepalanya tanpa berkata apa-apa.


Tian Zhi menahan rasa sakit yang ia rasakan dari serangan si pria berjubah hitam, kekuatan Kakak kesatu memang bukan hanya isapan jempol belaka, walau bagaimanapun kakak kesatu adalah siluman laba laba terkuat di antara siluman laba laba seratus bersaudara.


***

__ADS_1


Tanpa memberikan aba-aba si pria berjubah hitam melancarkan serangan dengan kekuatan tinggi ke arah Guan Lin dan si panda gendut yang kini sedang memegang tongkat bambu bersama-sama, pria berjubah hitam itu sangat marah saat melihat adik kelimanya sudah terbujur kaku dengan mata yang masih melotot.


Dan tentu saja yang menjadi sasaran dari amukan si Kakak keempat adalah Guan Lin dan juga si panda gendut, karena Guan Lin dan panda gendut itulah yang saat ini sedang berdiri paling dekat dengan jasad adik kelimanya, di tambah tongkat bambu yang Guan Lin dan panda itu pegang masih meneteskan darah dari adik kelimanya.


Melihat serangan semakin mendekat, si panda gendut langsung melepaskan tongkat kesayangannya dan mendorong Guan Lin ke samping, alhasil si panda gendut itulah yang menerima serangan dari si kakak keempat seorang diri.


Panda itu langsung terjatuh sambil menyemburkan darah yang sangat banyak, si panda merasakan sakit yang luar biasa di bagian organ dalamnya.


Si panda tergeletak dengan nafas yang semakin melemah, namun panda itu menyeringai memamerkan deretan gigi putihnya, panda itu menatap Guan Lin dan mengedipkan matanya seolah mengatakan bahwa dia baik-baik saja setelah itu si panda langsung pingsan.


Guan Lin melihat temannya yang telah menolongnya untuk kedua kali merasa sangat terharu, namun ini bukan saat nya untuk mendramatisir keadaan, akan tetapi ini saatnya untuk membalas siluman laba laba yang telah berani membuat temannya terluka sampai seperti ini.


Seketika angin beliung tercipta dari sihir yang Guan Lin ciptakan, Guan Lin mengarahkan pusaran angin beliung itu dan menarik siluman laba laba kedalam angin beliung yang Guan Lin ciptakan.


Kakak keempat yang berhasil terhisap kedalam angin beliung itu kini dia terus berputar-putar di dalam angin beliung ciptaan Guan Lin.


Guan Lin juga menciptakan panah udara dan memanah siluman laba laba yang masih berputar putar di dalam angin beliung, sekujur tubuh siluman laba laba tertusuk panah udara dari serangan Guan Lin.


Tidak berhenti sampai di situ saja, kini Guan Lin menambahkan kekuatannya dan membuat sebuah badai yang maha dahsyat, amukan badai berhasil membuat siluman laba laba di dalam pusaran angin tersiksa, Kaka keempat merasakan sekujur tubuhnya tersayat oleh amukan badai yang sangat tajam.


Sementara Lien Hua mengangkat panda gendut dengan akar ciptaannya dan membawanya ke tempat yang lebih aman, Lien Hua menyalurkan energi kehidupannya berusaha menyembuhkan teman dari teman baiknya itu.


Lien Hua tidak ingin teman baiknya merasakan sebuah penyesalan jika sampai panda gendut itu mati karena menyelamatkannya.


Guan Lin masih saja mempertahankan serangannya, kini Guan Lin menambahkan benda-benda yang ada di sekitarnya dan memasukannya kedalam badai ciptaannya.


Kakak ke empat sudah sangat tersiksa di dalam pusaran angin bersama amukan badai, dan kini badannya juga terus berbenturan dengan benda-benda yang Guan Lin masukan kedalam badai.


Setelah merasa lelah, Guan Lin mengakhiri serangannya dan menyapukan siluman laba laba beserta barang-barang yang ada bersamanya secara bersamaan.


Kakak keempat terjatuh dengan luka di sekujur tubuhnya, kemudian tertimpa oleh barang-barang yang sebelumnya ikut berputar dalam pusaran angin.


Guan Lin yang sudah kehabisan energi spiritualnya jatuh merosot kebawah, namun seseorang segera menahannya.


"Tian Zhi," ucap Guan Lin dengan suara lemah.

__ADS_1


"Kau terlalu memaksakan diri!" Ucap Tian Zhi.


Pada akhirnya Guan Lin pingsan dan jatuh kedalam pelukan Tian Zhi, Tian Zhi mengangkat Guan Lin dan berjalan mencari tempat yang lebih nyaman untuk temannya beristirahat.


Ming Shu juga mengkhawatirkan kondisi Guan Lin, namun saat Ming Shu akan mendekat pada Guan Lin, Yue Yin segera menghentikannya.


"Sebaiknya kita pastikan terlebih dahulu siluman laba laba itu mati!" ucap Yue Yin mengingatkan.


"Kau benar," Ming Shu melesat ketempat dimana siluman laba laba itu terjatuh.


Yue Yin membantu Ming Shu menyingkirkan benda-benda yang menimpa siluman laba laba, siluman laba laba tidak bergerak sama sekali, namun masih terlihat bahwa dia masih bernafas meskipun sangat lemah.


Ming Shu mengeluarkan pedangnya dan ia aliri energi spiritual, kemudian menusukan pedangnya tepat di jantung siluman laba laba.


Dengan begitu siluman laba laba sudah di pastikan telah mati, Ming Shu menarik nafas sebelum mencabut kembali pedangnya.


Tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini Ming Shu merasakan perasaan tidak nyaman di hati ya, untuk pertama kalinya Ming Shu membunuh seseorang dengan tangannya sendiri.


"Tidak usah merasa bersalah, siluman laba laba itu memang pantas mati," ucap Yue Yin berusaha menghibur Ming Shu.


Yue Yin juga bisa merasakan apa yang Ming Shu rasakan saat ini, sebagai manusia dengan ajaran penuh kebaikan, tidak dianjurkan untuk saling membunuh.


Namun berbeda cerita jika lawanmu itu adalah bangsa siluman, karena jika bukan kita yang membunuh, maka kita yang akan terbunuh.


***


"Aargh..."


Seorang wanita cantik meraung kesakitan di dalam ruangannya.


"Tidak, anak-anakku......"


Wanita cantik itu merasakan sakit luar biasa saat ke tujuh anak-anak terkuatnya telah mati, sebagai seorang ibu, wanita itu sebelumnya telah memberikan sebagian energi kehidupannya kepada sepuluh anak terkuatnya.


Maka di saat ketujuh anaknya mati, maka wanita itu juga ikut merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2