Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Kematian sang penguasa siluman naga batu


__ADS_3

Sang penguasa siluman naga batu mengerang tertahan saat merasa tenggorokannya terluka, "manusia lemah, keluar kau sekarang juga atau kau ku telan hidup-hidup!"


"Eh.. Kau bisa bicara juga kadal jelek?"


"Kurang ajar, berani kau mengatai sang penguasa siluman diantara para pemimpin siluman ini!"


"Ya ya ya, ku pikir lama tertidur membuatmu kehilangan kemampuan berbicara."


Sang penguasa siluman naga batu mendengus, kemudian berusaha menelan Guan Lin yang kini tersangkut di tenggorokannya.


"Woy, apa yang kau lakukan?!"


Guan Lin mulai panik, karena bawaannya yang selalu santai Guan Lin sampai melupakan fakta bahwa musuh yang dia hadapi saat ini bukanlah musuh biasa.


"Guan Lin!"


Tian Zhi, dan Ming Shu berteriak secara bersamaan saat melihat Guan Lin di telan oleh sang penguasa siluman naga batu.


"Jangan panik dan tetap berkonsentrasi," ucap Yue Yin.


"Mn, Guan Lin baik-baik saja didalam sana," ucap Lien Hua.


"Siapa yang ingin menjadi mangsa selanjutnya?"


Siluman naga batu mengarahkan pandangan pada Tian Zhi yang ada dihadapannya, "Kau, mangsaku selanjutnya."


"Jangan harap."


Tian Zhi kembali melancarkan serangan di bantu oleh Ming Shu, Yue Yin dan Lien Hua.


Pertarungan kembali terjadi, namun kali ini sang penguasa siluman naga batu mulai kembali mengerang tertahan. Bagai menahan sakit yang luar biasa tubuh sang penguasa siluman naga batu berguling-guling ke kiri dan ke kanan tak tentu arah.


Sambil meraung sang penguasa siluman naga batu terus mengumpat pencernaannya yang merasa terganggu, Ming Shu memanfaatkan situasi melesat masuk kedalam mulut siluman naga batu yang masih terbuka lebar.


Dengan sihir apinya Ming Shu bisa menciptakan penerangan didalam perut sang siluman naga batu.


"Kau menyelamatkan ku?"


"Cepat lakukan tugasmu sebelum kita berdua meleleh dan berakhir menjadi kotoran!"

__ADS_1


"Baiklah baiklah."


Lien Hua mengikat sang penguasa siluman naga batu dengan akar ciptaanya, Yue Yin membuat kurungan dengan sihir tanahnya, sementara Tian Zhi menusuk bagian luka yang sebelumnya ditusuk tongkat bambu oleh Guan Lin dengan senjata tajam yang tercipta dari sihir air.


Semua para siluman melihat sang pemimpin mereka telah berhasil ditaklukan mendadak kehilangan mental, termasuk para pimpinan para siluman yang sedang berhadapan dengan ketua Guan Lao, tetua Ming Hao dan tetua Nuwa.


Semua itu membuat keuntungan bagi umat manusia, bahkan para siluman kelas teri sudah menghentikan serangan dan berusaha melarikan diri, mereka memilih mundur dari pertarungan.


Yi sangat geram melihat bangsanya memilih mundur disaat pertempuran, sudah banyak yang telah dikorbankan untuk bisa membebaskan mereka kembali dari segel yang telah membatasi pergerakan mereka.


Semua saudaranya telah mati bahkan sang ibu juga ikut mati, tuan mereka yaitu Siluman rubah juga ikut tewas dalam misi besar ini. Memangnya kenapa jika sang penguasa siluman naga batu juga ikut mati, bukankah masih ada dirinya yang bisa menggantikan sang penguasa siluman.


Saat konsentrasi Yi terpencar, penguasa Tian Ma menyerang Yi dengan sihir terkuatnya. Terlambat bagi Yi untuk menghindar karena Yi telah terkecoh oleh serangan yang dilancarkan utusan Hong Li dan masuk kedalam perangkap yang utusan Jin Hui buat.


"Aarghh....."


Yi mengerang kesakitan, sekujur tubuhnya terasa disengat listrik tanpa henti. Yi kehabisan energi sehingga tidak bisa mempertahankan diri untuk tetap tegak, badannya merosot kebawah saat penguasa Tian Ma mengakhiri serangannya.


Tidak mau kembali kecolongan, utusan Hong Li mengangkat pedangnya dan langsung menusuk Yi tepat di jantungnya.


Disaat bersamaan ketua Guan Lao telah mengakhiri nyawa pemimpin siluman serigala, tetua Ming Hao juga telah mengakhiri nyawa pemimpin siluman harimau, namun tetua Nuwa masih bertarung melawan pemimpin siluman ular.


Ketua Guan Lao membantu tetua Nuwa melawan pemimpin siluman ular, dengan bantuan ketua Guan Lao, pada akhirnya pemimpin siluman ular berhasil dikalahkan. pemimpin siluman ular pun merenggang nyawa dengan bagian tubuh yang sudah menjadi beberapa bagian.


*


"Buuk"


Tubuh sang penguasa Siluman naga batu ambruk ketanah sambil menghembuskan nafas terakhirnya, kurungan yang Yue Yin ciptakan sampai hancur tertimpa badan sang penguasa siluman naga batu.


Semua orang menyaksikan tumbangnya sang penguasa siluman naga batu merasa lega, suka dan duka kini mereka rasakan, suka karena pada akhirnya mereka memenangkan pertempuran dan duka karena lagi dan lagi mereka harus kehilangan saudara seperjuangan sesama petarung.


Penguasa Tian Ma, ketua Guan Lao, tetua Ming Hao dan tetua Nuwa mendekat pada jasad kaku sang penguasa siluman naga batu.


"Zhi'er, dimana Guan Lin dan Ming Shu?" tetua Nuwa langsung bertanya setelah menyadari Guan Lin dan Ming Shu tidak ada.


"Mereka didalam perut sang penguasa siluman naga batu."


"Apa? Tidak mungkin!"

__ADS_1


"Lin'er, Shu'er, apa kalian bisa mendengar suara ibu?"


"Shu'er, Lin'er, keluarlah nak, ayah yakin kalian baik-baik saja didalam sana."


Tetua Ming Hao mengayunkan pedang hendak menebas perut sang penguasa siluman naga batu, namun penguasa Tian Ma segera menghentikannya.


"Jangan sembarangan, didalam sana masih ada Guan Lin dan Ming Shu!" ketua Guan Lao juga mengingatkan.


"Uhhuk... uhhuk..."


Saat semua orang masih sibuk memikirkan cara untuk mengeluarkan Guan Lin dan Ming Shu, dua pemuda terbatuk-batuk di belakang mereka, semua orang menoleh kebelakang dan mendapati Guan Lin dan Ming Shu tergeletak di tanah dengan nafas yang tidak beraturan.


Tetua Nuwa orang pertama yang berlari menghampiri Guan Lin dan Ming Shu.


Kini Guan Lin dan Ming Shu duduk sambil mengatur nafasnya agar kembali lancar.


"Sumpah, aku tidak akan pernah mau lagi masuk kedalam perut siluman jelek dan bau itu!" Guan Lin berucap sabil bergidik ngeri, "Mulutnya itu bau sekali, apa karena kadal jelek itu telah lama berpuasa sehingga mulutnya sangat bau mengalahkan baunya kotoran Pang Xiongmao?"


*


"Huaciih.."


Pang Xiongmao langsung bersin di tempat peristirahatannya, 'apakah tuanku sedang menjelekan ku lagi?' Batin Pang Xiongmao.


*


"Sialan kau Guan Lin! Sudah kubilang tusuk tepat di bagian jantungnya, kau malah menusuk di bagian empedunya. Apa kau benar-benar ingin mati di dalam sana?!" bentak Ming Shu.


"Sudahlah kawan, setidaknya kita telah selamat sekarang."


"Benar juga, kenapa kita bisa berada disini sekarang? bukankah seharusnya kita masih dalam perut siluman jelek itu?!"


"Untuk hal ini, kau harus berterimakasih padaku kawan! Tapi nanti saja ya ku jelaskan, sekarang aku sangat lelah dan ingin beristirahat."


Guan Lin kembali merebahkan badannya sambil memejamkan mata. Tetua Nuwa langsung memuntahkan isi perutnya saat mencium aroma tidak sedap dari kedua pemuda yang telah membuat semua orang khawatir.


"Shu'er, apa yang terjadi? Kenapa kalian sangat bau sekali?!"


"I-itu... Eh, sebaiknya Ming Shu pamit bibi, Ming Shu ingin segera membersihkan diri."

__ADS_1


Ming Shu langsung melesat kearah sungai dan menenggelamkan diri didalam sungai guna menghilangkan bau busuk yang menempel di sekujur tubuhnya. Saat nafasnya kembali normal, penciuman Ming Shu juga kembali bisa mencium aroma tidak sedap di sekujur tubuhnya, membuat Ming Shu ingin kembali muntah.


Berbeda dengan guan Lin yang malah terlelap dengan kondisi memprihatinkan, sudah seperti anak tikus tercebur selokan, pakaian dan rambutnya basah serta beraroma tidak sedap. Namun Guan Lin masih saja bisa terlelap dengan kondisi seperti itu, membuat tetua Nuwa dan semua orang termasuk Tian Zhi menggelengkan kepala.


__ADS_2