Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Energi kegelapan


__ADS_3

Zhi Lin begitu ketakutan saat Lien Hua semakin menekan tangannya dengan kuat, muka tanpa ekspresinya menambah kesan misterius di wajah Lien Hua.


"Cepat katakan siapa dirimu sebenarnya, kenapa aku bisa merasakan aura siluman ada pada dirimu!" Lien Hua berkata dengan tegas.


"A-aku juga tidak tau siapa sebenarnya aku ini," jawab Zhi Lin sambil tertunduk.


Tanpa aba-aba Yue Yin melancarkan serangan, Zhi Lin langsung mengelak.


"Heh, refleks yang bagus!" ucap Yue Yin.


Diam-diam Tian Zao juga melancarkan serangan, es runcing melesat begitu saja dan hampir mengenai kening Zhi Lin. Zhi Lin menghindarinya, namun saat Zhi Lin berbalik, rambut yang sengaja disanggul tinggi keatas dengan rapi, kini terurai begitu saja.


Rambut sehitam tinta itu tergerai dengan rapi, namun kini untaian rambut itu jatuh begitu saja. Nampak lah bahwa Zhi Lin ternyata bukanlah seorang pria muda, melainkan gadis muda.


Semua orang menatap Zhi Lin dengan tatapan curiga, tidak pernah ada seorangpun yang mengenali Zhi Lin sebelumnya.


Semua orang mengira bahwa Zhi Lin adalah seorang pria muda, namun pada kenyataannya Zhi Lin adalah seorang wanita.


"Kau akan mengatakannya, atau tidak usah berharap bisa berkata-kata lagi setelah ini!" ucap Yue Yin.


"Aku benar-benar tidak tahu, aku sendiri sebenarnya datang kesini ingin mencari tahu tentang asal usulku yang sebenarnya."


Pada akhirnya Zhi Lin pun menceritakan tentang asal usulnya. Yue Yin, Lien Hua dan Tian Zhi mendekat dan ikut mendengarkan penjelasan Zhi Lin.


"Sebenarnya, selama ini aku dibesarkan oleh guruku didalam hutan sana. Setiap aku bertanya tentang asal usulku, guru tidak pernah bilang apa-apa. Dia hanya bilang bahwa aku ditemukan di depan kediamannya sekitar sepuluh tahun yang lalu, saat itu aku barulah terlahir ke dunia. Namun aku dibuang begitu saja oleh kedua orang tuaku."

__ADS_1


"lalu, kenapa aku bisa merasakan aura siluman ada padamu?" tanya Lien Hua.


"Justru itu yang ingin aku pastikan, sudah sejak lama aku ingin mencari tahu kepastian tentang identitas diriku sendiri. Asal kalian tahu, disini akulah korbannya! Aku selalu diberi gambaran dalam mimpiku, saat aku baru terlahir ke dunia ini dan aku yg baru saja terlahir malah dibawa pergi dan di tempatkan di depan sebuah pondok di kedalaman hutan, sementara posisiku digantikan oleh seorang bayi laki-laki. Bayi laki-laki itu begitu disayang dan dimanja oleh seorang pria yang seharusnya adalah ayah kandungku!" Zhi Lin menaikan intonasinya saat berbicara.


Setelahnya butiran bening mengalir dari kedua matanya, sesak di dada yang Zhi Lin rasakan saat menceritakan semua yang selama ini mengganjal didalam hatinya.


"Tidak mungkin," ucap Tian Zhao dengan suara lirih.


Sementara Lien Hua dan Yue Yin terdiam, keduanya masih mencerna apa maksud dari ucapan Zhi Lin.


"Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku, kenapa aku terus saja dibayangi oleh mimpi dan suara-suara yang terdengar sangat familiar bagiku? namun suara siapa itu, akupun tidak tahu!" Zhi Lin terlihat sangat frustasi.


Tian Zhao kembali berjalan semakin mendekat pada Zhi Lin. kemudian Tian Zhao berkata, "Berarti kau adalah anak dari ayah dan siluman rubah itu!"


"Apa maksudmu Zhao'er?" tanya Yue Yin.


"Kakak ingat, sebelum siluman rubah itu tewas, dia mengungkap suatu kebenaran tentang identitas ku. Dia mengatakan telah membunuh ibuku sendiri saat aku baru saja terlahir ke dunia, itu artinya aku memang bukanlah anak dari siluman rubah itu. Melainkan anak dari istri ayah yang lain yang dinyatakan meninggal paska melahirkan. Sementara anak dari siluman rubah itu ialah......." pandangan Tian Zhao kembali terarah pada Zhi Lin.


Zhi Lin kembali menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap balik Tian Zhi yang notabennya saudara Zhi Lin sendiri.


"Kalau begitu Zhi Lin ini masih saudara kita," ucap Yue Yin.


Semua orang kini terdiam dalam keheningan dan terfokus pada pemikiran masing-masing. Sementara Zhi Lin saat ini sedang berusaha matian- matian melawan sesuatu yang terus mendorong keinginannya untuk membunuh pria tampan yang ada dihadapannya.


Tidak ada satu orangpun yang menyadari perubahan pada Zhi Lin, dengan perlahan Zhi Lin membuka matanya. Bola mata yang tersirat penuh kebencian terpancar sangat nyata, tangan yang pada awalnya terkepal erat mulai terbuka.

__ADS_1


Kedua tangan Zhi Lin diselimuti oleh energi kegelapan, bagai kerasukan roh jahat Zhi Lin melancarkan serangannya pada Tian Zhao secara membabi buta, sesekali Zhi Lin tertawa lepas, namun sesaat kemudian suara isakan tangis terdengar lirih dari mulut Zhi Lin.


"Kau adalah pembunuhnya, kau adalah pembunuhnya!" sambil melancarkan serangan Zhi Lin juga tidak henti-hentinya meneriaki Tian Zhao sebagai pembunuh.


Tian Zhao terus menghindari serangan yang dilancarkan Zhi Lin, sementara Yue Yin dan Lien Hua berusaha menyerang Zhi Lin. Namun energi kegelapan seakan-akan turut melindungi Zhi Lin.


Semua orang mendadak panik termasuk utusan Jin Hui, energi kegelapan itu menguar dari dalam tubuh Zhi Lin. Kemungkinan ini adalah aura kematian yang terbanyak yang telah menjadi energi kegelapan, hanya saja Zhi Lin sendiripun mati-matian untuk menolak aura kegelapan yang terus secara paksa untuk memasukinya.


Zhi Lin dan Tian Zhi bagai terkurung didalam energi kegelapan, tidak ada satupun yang bisa menembus energi kegelapan yang terus mengamuk bagaikan badai dahsyat.


Pandangan semua orang kini menjadi buram, tidak ada satu orangpun yang bisa melihat Tian Zhao maupun Zhi Lin didalam sana.


"Aaaaaaakh......"


Sampai suara jeritan memilukan terdengar sampai ke segala penjuru kota Utara. Seiring berhentinya jeritan itu, energi kegelapan pun mulai menipis.


Zhi Lin tergolek lemah di atas tanah dengan bersimbah kan darah di sekujur tubuhnya, sementara Tian Zhao hanya mengalami luka ringan dibeberapa bagian tubuh luarnya saja. pemandangan itu sukses membuat semua orang terkejut, semua orang kini mulai bertanya-tanya didalam hati masing,-masing.


**


Sementara di kedalam hutan, seorang nenek tua melesat dengan kecepatan tertingginya. Namun saat sampai tujuan, nenek tua itu hanya terdiam mematung menyaksikan semua kejadian yang ada didepan matanya.


"Haish.... Sudahlah," gumam nenek tua itu.


Nenek tua itu kembali membalikan badannya, tidak tega saat melihat murid satu-satunya dalam keadaan sekarat, namun itu semua sudah menjadi keputusan dari muridnya sendiri. Nenek tua itu tidak ingin terlibat terlalu jauh, pada kenyataannya nenek tua itu juga mengetahui bagaimana nasib dari muridnya itu. Jika dia memilih untuk tetap bertahan, maka muridnya itulah yang akan menjadi pembunuh karena muridnya itu adalah bagian dari bangsa siluman.

__ADS_1


__ADS_2