Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Serangan di akademi pedang dan sihir


__ADS_3

Tian Zhi memutuskan untuk mengungsikan para warga desa sunyi ke pusat kota. Tian Zhi merasa khawatir akan datang kembali serangan susulan dari para siluman yang lainnya.


Apalagi Tian Zhi telah melukai anak dari sang penguasa Utara, yang memungkinkan memicu adanya perang.


Selama ini penguasa Utara selalu mencari celah untuk bisa menyatakan perang, dan kemungkinan besar dengan terlukanya anak dari sang penguasa Utara akan dijadikan sebuah alasan untuk berperang.


Pasukan petarung yang sebelumnya baru tiba di desa sunyi di tugaskan untuk memimpin perjalanan kembali ke pusat kota, karena semua petarung dan para pejuang yang tersisa di desa sunyi mengalami luka, bahkan pemimpin Gong Fai mengalami luka yang paling parah.


Tian Zhi dan Guan Lin pun melakukan perjalanan secara perlahan kembali ke pusat kota bersama para warga desa sunyi.


***


"Ketua, gawat ketua, itu di depan pintu gerbang ada banyak sekali siluman laba laba yang berusaha masuk ke dalam akademi!" ucap sang penjaga gerbang dalam satu tarikan nafas. Bahkan penjaga gerbang itu sampai lupa memberi hormat saking cemasnya.


Ketua Guan Lao langsung melesat ke arah gerbang meninggalkan penjaga gerbang yang kini masih berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal.


Sampai di halaman depan, ketua Guan Lao dikejutkan oleh pemandangan yang ia saksikan saat ini. Banyak siswa junior yang terperangkap dalam jaring yang lengket ulah para siluman laba laba.


Para penjaga masih sibuk menebaskan pedangnya untuk memotong jaring yang terus di terbangkan ke arah mereka. Sementara siluman laba laba yang lainnya mulai memasuki pekarangan akademi.


Ketua Guan Lao menghempaskan sihir angin ke arah para siluman laba laba dan para siluman laba laba yang berhasil memasuki pekarangan langsung terhempas dan menghantam gerbang akademi.


"Kekuatan sang ketua akademi pedang dan sihir sangat luar biasa, suatu kehormatan bagiku bisa menyaksikannya secara langsung."


Seorang pria berjubah hitam melesat ke arah ketua Guan Lao dan berhenti tepat dihadapan ketua Guan Lao.


"Siapa kau? apa tujuanmu membawa para siluman laba laba datang ke akademi?" tanya ketua Guan Lao.


"Perkenalkan, nama saya Er. Biasanya para saudaraku memanggilku dengan sebutan kakak kedua, jadi kau bebas mau memanggilku dengan panggilan yang mana," ucap Er.

__ADS_1


"Dan maksud kedatanganku adalah.... Tentu saja, untuk menghancurkan akademi pedang dan sihir!" Er tersenyum menyeringai dengan sangat lebar, kemudian Er melancarkan serangan secara tiba-tiba tanpa memberikan aba-aba.


Ketua Guan Lao langsung terbang ke atas dengan cara berputar untuk menghindari serangan kejutan yang Er lancarkan.


"Duaarr...."


Tetua Yu yang mendengar suara ledakan langsung melesat kearah sumber suara ledakan tersebut.


Para guru pembimbing dan para siswa senior juga langsung berlarian ke asal suara ledakan tersebut.


Serangan yang dilancarkan Er membuat pilar yang ada di belakang ketua Guan Lao meledak.


"Memang pantas menjadi seorang ketua, ternyata anda memang bukanlah orang yang lemah," Er berkata, Masih dengan senyum yang tersungging di wajahnya.


Ketua Guan Lao menarik pedangnya dan langsung menyerang Er dari jarak dekat, begitupun dengan Er yang langsung menyambut serangan ketua Guan Lao dengan pedangnya.


Tetua Yu langsung memerintahkan para siswa senior untuk segera mengamankan para siswa junior, di waktu yang sedang krisis sekalipun tetua Yu masih saja memikirkan nasib dari para anak-anak didiknya.


Sementara guru pembimbing bergabung dengan para penjaga menghadapi siluman laba laba yang jumlahnya sangatlah banyak.


Disaat semua orang sibuk di halaman depan, salah satu siswa junior perempuan melesat kebelakang akademi, dimana tempat itu menjadi pembatas antara wilayah kekuasaan umat manusia dan kekuasaan para siluman.


Pang Xiongmao yang melihat siswa senior perempuan itu melesat ke belakang akademi, segera menghampiri tetua Yu yang sedang menghalau para siluman laba laba yang berusaha mengejar para siswa senior.


Pang Xiongmao langsung menarik tangan tetua Yu dan menunjuk ke arah siswa senior perempuan itu pergi.


Tetua Yu adalah seorang tetua yang pintar dan bijaksana, tentu saja melihat gelagat Pang Xiongmao yang terlihat cemas, tetua Yu langsung berfikir.


Setelah mencerna semua yang terjadi, dalam sekejap tetua Yu mendapat kesimpulan, jika dugaannya benar maka penyerangan ini hanyalah untuk pengalihan saja, sementara tujuan sebenarnya dari para siluman itu adalah segel perbatasan.

__ADS_1


Tanpa menunda waktu, tetua Yu mengambil alih pertempuran ketua Guan Lao melawan Er sambil berkata, "Tujuan mereka adalah segel perbatasan, biar ku hadapi siluman ini dan kau berusahalah untuk menggagalkan mereka menghancurkan segel perbatasan."


Mata ketua Guan Lao melotot sempurna setelah mendengar perkataan tetua Yu, tanpa menunda waktu ketua Guan Lao melesat ke arah perbatasan.


Seorang wanita yang sangat cantik sedang duduk sambil memejamkan matanya, aura kegelapan sangat pekat keluar dari tubuh wanita cantik itu dan terus berputar-putar di sekitarnya.


Ketua Guan Lao ingin mendekat namun tubuh nya terpental kebelakang, seakan-akan ada dinding tak kasat mata yang melindungi wanita cantik itu.


Saat ketua Guan Lao berusaha menghancurkan perisai yang melindungi wanita cantik itu, ketua Guan Lao dikagetkan oleh serangan kejutan yang di lancarkan oleh seorang pria yang lagi-lagi berjubah hitam.


Tidak usah bertanya pun ketua Guan Lao sudah bisa menebak identitas dari si pria berjubah hitam, sudah pasti dia adalah siluman laba laba. Siluman laba laba yang menyerang ketua Guan Lao adalah Yi, yang biasa disebut Kakak kesatu oleh para saudaranya.


Ketua Guan Lao berhasil menghindar dan menyerang balik menggunakan sihir angin, satu kali hempasan keluarlah seratus panah udara beterbangan kearah Yi, dengan gerakan yang lincah Yi berhasil menghindari setiap panah yang hampir melukainya.


Ketua Guan Lao kembali menggunakan sihir angin untuk mengangkat bebatuan yang ada di sekitar dan menghantamkannya pada Yi.


Kali ini Yi menggunakan jaring pemusnah untuk menghancurkan bebatuan yang melayang kearahnya.


Sementara si wanita cantik kini mulai membuka matanya, saat ini kekuatannya telah kembali walaupun hanya 50% saja, Namun wanita cantik itu merasa yakin bahwa ia sudah bisa merusak segel perbatasan dengan kekuatannya saat ini.


Wanita cantik itu kini mulai merubah wujud ke wujud aslinya yaitu siluman rubah, siluman rubah itu menyeringai saat melihat ketua Guan Lao masih sibuk bertarung melawan Yi.


Siluman rubah menyerang segel perbatasan menggunakan sihir kegelapan, cuaca di akademi kini berubah dengan sangat drastis, langit yang awalnya cerah kini mendadak mendung terhalang oleh awan gelap yang menutupi wilayah akademi.


*


Utusan Jin Hui yang sudah dekat jaraknya dengan akademi pedang dan sihir merasakan perubahan cuaca yang sangat ekstrim, utusan Jin Hui sangat terkejut saat melihat kearah akademi pedang dan sihir yang kini sudah dikuasai oleh kegelapan.


Utusan Jin Hui memerintahkan para petarung untuk mempercepat langkahnya, sementara utusan Jin Hui sendiri langsung melesat dengan kecepatan penuhnya agar segera sampai di akademi pedang dan sihir.

__ADS_1


__ADS_2