
Guan Lin dan ketua Guan Lao muncul secara tiba-tiba tepat didepan patung sang pahlawan, sebelumnya Guan Lin berhasil membawa sang ayah di detik-detik terakhir sebelum ledakan terjadi.
Nasib baik masih menyertai ketua Guan Lao jika tidak sudah dapat dipastikan bahwa kini sang ketua akademi pedang dan sihir hanya tinggal namanya saja, siapapun yang berada dalam jangkauan ledakan sudah pasti menjadi bubur daging bercampur dengan kehancuran segala sesuatu yang masuk dalam jangkauan ledakan.
"Ayah bertahanlah, kita sudah berada di tempat yang aman," ucap Guan Lin.
"Lin'er kau kah itu nak?" penglihatan ketua Guan Lao semakin memburam, detik berikutnya ketua Guan Lao pun tidak sadarkan diri.
Guan Lin segera membawa sang ayah kekediaman sang penguasa kota, Guan Lin harus segera memberikan ayahnya pengobatan.
Penguasa Tian Ma sangat terkejut saat melihat Guan Lin datang membawa ketua Guan Lao bersamanya, bukan terkejut karena kedatangannya melainkan karena melihat kondisi ketua Guan Lao yang terluka parah.
Penguasa Tian Ma segera mendatangkan tabib terbaik yang ada di pusat kota untuk memberi pengobatan luka luar ketua Guan Lao, sementara untuk luka dalam yang dialami ketua Guan Lao penguasa Tian Ma sendiri yang membantu untuk menyembuhkannya.
Setelah mendapatkan perawatan kini kondisi ketua Guan Lao sudah lebih baik, hanya saja ketua Guan Lao belum juga sadarkan diri, kemungkinan dikarenakan energi spiritualnya yang sudah terkuras habis jadi ketua Guan Lao masih memerlukan waktu untuk pemulihan.
"Apa yang sudah terjadi Lin'er, kenapa ayahmu bisa terluka separah ini?" tanya penguasa Tian Ma.
"Guan Lin juga tidak tau pastinya paman, yang Guan Lin tahu para siluman laba laba itu datang menyerang akademi pedang dan sihir," terang Guan Lin.
"Apa? mungkinkah fenomena aneh yang muncul sesaat itu dikarenakan hancurnya segel perbatasan?!" ucap penguasa Tian Ma.
"Mungkin saja paman, segel perbatasan itu telah hancur. Saat Guan Lin tiba di akademi Guan Lin melihat siluman rubah sudah berhasil merusak segel perbatasan, saat itu ayah berada di perbatasan sedang berjuang melawan jelmaan siluman berjubah hitam,"
"Beruntung Guan Lin tiba diwaktu yang tepat sehingga Guan Lin berhasil menyelamatkan ayah."
"Bukankah Lin'er pergi ke desa sunyi bersama Zhi'er?" tanya penguasa Tian Ma heran.
"Itu.... E-itu memang benar paman dan pertarungan di desa sunyi telah selesai, mungkin sebentar lagi Tian Zhi dan yang lainnya akan segera tiba,"
__ADS_1
"Oh ya paman, semua warga desa sunyi juga ikut bersama Tian Zhi, tidak aman bagi warga desa sunyi untuk tetap tinggal karena sudah banyak korban dari para petarung maupun para pejuang, bahkan sisanya banyak yang mengalami luka parah, jadi Tian Zhi memutuskan untuk membawa semua warga desa sunyi tinggal di pusat kota untuk sementara."
Penguasa Tian Ma mengangguk tanda mengerti, penguasa Tian Ma juga menyetujui apa yang menjadi keputusan sang anak.
"Tunggu, Lin'er bagaimana bisa Lin'er berada di dua tempat yang jaraknya sangat jauh di waktu singkat?" penguasa Tian Ma sudah tidak bisa untuk tidak mempertanyakan apa yang mengganjal dalam pikirannya.
"Ah itu... ya i-itu... Sebenarnya paman, Guan Lin mempunyai sebuah alat untuk mempermudah perjalanan ke lima arah yaitu Utara, timur, selatan, barat dan titik tengah yaitu pusat kota," terang Guan Lin.
Pada akhirnya Guan Lin pun menceritakan tentang giok teleportasi pada penguasa Tian Ma, Guan Lin tidak bisa lagi menutupi tentang giok teleportasi yang Guan Lin miliki.
"Sangat bagus, setidaknya alat itu sudah banyak membantu, tapi Lin'er sebaiknya tentang giok teleportasi ini kau simpan baik-baik dan jangan beritahu siapapun kecuali orang-orang terdekatmu yang memang bisa kau percaya. Lin'er tahu?! Setiap hati manusia itu berbeda-beda mungkin saja diantaranya akan ada yang menginginkan giok teleportasi itu dan akan berusaha mengambilnya darimu!" penguasa Tian Ma menasehati Guan Lin.
"Guan Lin mengerti paman, akan Guan Lin ingat selalu nasehat paman."
***
"Syukurlah akhirnya tuan Jin Hui bangun juga," ucap Yue Yin.
"Eh.. dimana ini, bukankah sebelumnya aku sedang bertarung melawan jelmaan siluman berjubah hitam?!" utusan Jin Hui masih linglung.
"Semua sudah berakhir, akademi pedang dan sihir kini telah hancur. Ah..... Sangat di sayangkan, padahal sebelumnya aku belum sempat berkunjung ke akademi pedang dan sihir dan sekarang akademi itu sudah menjadi butiran debu!" sesal Yue Yin.
"Auw....."
Yue Yin mengelus keningnya saat mendapat sentilan dari seseorang secara tiba-tiba.
"Kau masih berpikiran untuk berkunjung ke akademi saat akademi itu sudah hancur? Seharusnya yang kau pikirkan saat ini adalah, bagaimana nasib semua orang yang terkena serangan saat mereka berada di akademi!" ucap Ming Shu.
Ming Shu memutuskan untuk segera kembali ke akademi setelah pertarungan berakhir dan menyerahkan semua urusan di desa bunga kepada utusan Hong Li, Ming Shu juga meninggalkan Jing Mi dan Jia Li untuk menemani Feng Ying membantu utusan Hong Li.
__ADS_1
"Kau- kapan kau datang? Mengagetkan ku saja!" ucap Yue Yin sambil mengelus keningnya yang masih terasa ngilu.
"Aku baru saja tiba, dimana ayahku?" tanya Ming Shu sambil mengedarkan pandangan ke segala arah mencari sang ayah.
"Maksudmu tetua Ming Hao?! beliau ada di ruang sebelah bersama tetua Nuwa, mereka sedang melihat kondisi tetua Yu dan Lien Hua.
"Apa tetua Yu juga terluka?"
"Mn, tetua Yu terluka sangat parah, bahkan tetua Yu hampir kehilangan energi kehidupannya, jika saja Lien Hua tidak mentransferkan energi kehidupan yang dia miliki, mungkin saja tetua Yu sudah tiada saat ini!" Yue Yin berucap dengan sedih.
Bagaimana Yue Yin tidak sedih, melihat Lien Hua sampai tidak sadarkan diri saat berusaha menyelamatkan nyawa tetua Yu. Walau bagaimanapun Yue Yin sudah sangat berharap bahwa Lien Hua adalah adik kecilnya yang dulu terpisah dengannya saat diterjang ombak yang ganas sepuluh tahun yang lalu.
*
Tetua Nuwa masuk keruangan dan menyapa utusan Jin Hui, "Tuan Jin Hui, bagai mana perasaan anda saat ini, apakah masih ada yang terasa tidak nyaman?"
Selain master sihir, tetua Nuwa juga sangat ahli dalam ilmu pengobatan, tetua Nuwa mempunyai energi penyembuh di atas kemampuan para tabib biasa.
"Saya sudah merasa jauh lebih baik, terimakasih karena sudah menyembuhkan ku," ucap utusan Jin Hui tulus.
"Utusan jin Hui terlalu sungkan, sudah menjadi kewajibanku untuk menolong orang yang terluka. Ah ya, apa utusan Jin Hui bisa menceritakan apa yang telah terjadi di akademi pedang dan sihir? Dan apakah tuan Jin Hui mengetahui keberadaan ketua Guan Lao, Guan Lin beserta semua yang tinggal di akademi?" tanya tetua Nuwa.
"Saya kurang tahu pasti, saat itu saya datang ke akademi pedang dan sihir beserta para pasukan petarung, kami mendapat tugas dari penguasa kota untuk menjemput dan memimpin perjalanan para siswa junior. Sebelumnya tuan muda Guan datang ke pusat kota dan menceritakan banyak hal pada penguasa kota, salah satunya rencana untuk memindahkan pembelajaran semua siswa junior," utusan Jin Hui menarik nafas sebelum kembali melanjutkan.
"Saat kami sudah hampir sampai akademi, saya melihat perubahan cuaca yang sangat mencolok yang hanya menyelimuti area akademi pedang dan sihir. Sayapun mempercepat langkah dan saat tiba di gerbang akademi saya melihat tetua Yu yang sudah hampir tumbang namun masih berusaha bertahan melawan jelmaan siluman berjubah hitam, saya mengambil alih pertarungan melawan jelmaan siluman berjubah hitam setelah memerintahkan para petarung untuk memimpin jalan para siswa meninggalkan akademi pedang dan sihir,"
"Saat itu di akademi sangat kacau, beruntung semua siswa berhasil keluar dan meninggalkan akademi sebelum sebuah ledakan terjadi, namun saat itu saya sama sekali tidak melihat ketua Guan Lao!" utusan Jin Hui pun mengakhiri ceritanya.
Tetua Nuwa terdiam setelah mendengar cerita utusan Jin Hui, dalam hati tetua Nuwa terus berdoa untuk keselamatan sang suami dan juga anaknya dimanapun mereka berada.
__ADS_1