
Putaran pertama dimenangkan oleh peserta dengan urutan nomor 9, kini dilanjutkan dengan putaran kedua yaitu peserta dengan urutan nomor 11 sampai 20. Tidak ada yang menarik diantara satu dan dua putaran seleksi pertama adu kecepatan, semua orang hanya menyaksikan para peserta berlari kencang dan ada juga sebagian peserta yang bisa menggunakan jurus meringankan tubuh sehingga bisa melesat walau masih dengan kecepatan yang tergolong lambat.
Di putaran kedua dimenangkan oleh peserta dengan urutan nomor 15, setelah pemimpin acara mengumumkan pemenang putaran kedua, berlanjut keputaran ketiga yang dimenangkan oleh peserta dengan urutan nomor 23, kini tibalah saatnya untuk putaran keempat.
"Baiklah, sekarang kita lanjut keputaran selanjutnya yaitu putaran keempat, untuk para peserta nomor 30 sampai 40 silahkan memasuki lapangan dan berbaris di barisan yang sudah disediakan.
Zhi Lin yang menempati urutan nomor 37 pun beranjak dari duduknya dan mulai memasuki lapangan, jika diperhatikan Zhi Lin adalah peserta termuda yang mengikuti acara kompetisi ini. Namun semua itu tidaklah masalah asalkan Zhi Lin berhasil mendapatkan lencananya maka Zhi Lin pun akan lolos ke babak selanjutnya.
"Masih dengan peraturan yang sama, jangan menyerang sesama peserta untuk menjadi yang terdepan, karena ini seleksi kecepatan maka kalian hanya harus berusaha untuk menjadi yang tercepat. kalian semua mengerti?!"
"Kami mengerti."
Kesepuluh peserta menjawab secara kompak.
"Dalam hitungan ketiga kita mulai, Satu.... Dua.... Tiga."
Begitu angka tiga keluar dari mulut sang pemimpin acara, kesepuluh peserta mulai melesat ke menara yang berada jauh didepan mereka. Disepanjang perjalanan akan berdiri pengawas untuk mengawasi para peserta agar tidak ada yang berbuat curang, begitupun di atas menara, seorang petarung mengawasi dengan ketat lencana yang tergantung di ujung menara.
Zhi Lin melesat dengan menyeimbangkan kecepatannya agar sejajar dengan peserta lainnya, Zhi Lin tidak mau terlalu mencolok hingga nantinya akan menjadi pusat perhatian.
Namun salah satu peserta meningkatkan kecepatannya disaat jarak menuju menara sudah semakin dekat, tentu saja Zhi Lin tidak akan membiarkan peserta itu berhasil meraih lencana itu. Mau tidak mau pada akhirnya Zhi Lin menambahkan kecepatannya lebih cepat dari peserta yang sudah berhasil naik keatas menara.
Peserta dengan urutan nomor 36 berhasil sampai dipuncak menara pertama, namun saat ia hendak meraih lencana yang ada di hadapannya, seseorang melesat dan mendahuluinya meraih lencana itu.
Dengan sekali hentakan Zhi Lin berhasil meraih lencana itu lebih cepat dari peserta sebelumnya.
Peserta dengan urutan nomor 36 diam terpaku saat lencana yang ada dihadapannya hilang begitu saja, ia baru tersadar saat suara tepuk tangan memenuhi Indra pendengarannya.
__ADS_1
Saat peserta dengan urutan nomor 36 melihat kebawah, pandangannya menangkap anak muda yang berusia sekitar 11 atau 12 tahun dengan urutan nomor 37 sedang memegang lencana ditangan kanannya.
Peserta dengan urutan nomor 36 pun hanya bisa menghempaskan tangannya yang saat ini masih menggantung di udara, raut kecewa menghiasi wajahnya. Pada akhirnya ia pun turun kebawah dengan rasa penyesalan, peserta dengan urutan nomor 36 tertunduk lesu.
Bagaimana tidak, satu detik saja. Peserta dengan urutan nomor 36 itu hanya membutuhkan waktu satu detik saja untuk bisa mendapatkan lencananya sebelum anak muda dihadapannya ini mendahuluinya.
Petarung yang mengawasi di atas menara menyaksikan kehebatan Zhi Lin, bagi warga biasa pergerakan Zhi Lin tidaklah terlihat, tapi bagi yang sudah menjadi petarung menengah bisa melihat walaupun samar.
Semua orang menatap kagum pada Zhi Lin termasuk penguasa Tian Zhao, utusan Jin Hui menarik sudut bibirnya saat pandangannya terarah pada Zhi Lin.
Dengan tingkat petarung menengah di lima tingkatan, tentu saja utusan Jin Hui bisa melihat pergerakan Zhi Lin dengan jelas.
Pemimpin acara kembali mengumumkan pemenang di putaran keempat seperti sebelumnya, setelah putaran keempat, langsung dilanjutkan keputaran kelima, keenam dan ketujuh.
Jumlah peserta yang berhasil lolos pendaftaran kemarin berjumlah tujuh puluh peserta, maka di babak pertama yaitu adu kecepatan dibagi menjadi tujuh putaran.
Peserta dengan urutan nomor 9-15-23-37-41-56-66 ketujuh nomor urutan para peserta ini telah berhasil melewati seleksi tahap pertama dan akan berlanjut ketahan kedua yaitu adu kekuatan.
Seleksi pertama memakan waktu setengah hari, maka dari itu acara kompetisi diberhentikan sesaat untuk beristirahat selama satu jam.
Pandangan penguasa Tian Zhao tidak lepas dari Zhi Lin, dari awal penguasa Tian Zhao sudah merasa familiar dengan anak muda yang memenangkan kompetisi dengan urutan nomor 37.
"Kenapa aku merasa tidak asing dengan pemuda itu ya?!" batin penguasa Tian Zhao.
Penguasa Tian Zhao tersentak saat utusan Jin Hui memanggilnya.
"Yang mulia, acara kompetisi ditunda satu jam, apa yang mulia ingin kembali kekediaman terlebih dahulu?" tanya utusan Jin Hui.
__ADS_1
"A-ah yah, kita kembali kekediaman!" penguasa Tian Zhao tergagap saat menjawab pertanyaan utusan Jin Hui.
"Peserta dengan urutan nomor 37 memang menakjubkan, saya yakin dia yang akan lolos dan menjadi pengawal pribadi yang mulia," ucap utusan Jin Hui.
Bukan tanpa alasan utusan Jin Hui berkata demikian, setelah memperhatikan Zhi Lin dengan seksama, utusan Jin Hui yakin bahwa Zhi Lin menahan kekuatannya.
Jika dengan kekuatan yang sebenarnya, sudah pasti Zhi Lin akan menjadi pusat perhatian karena mempunyai kekuatan di atas rata-rata, dengan inipun sudah menunjukan bahwa Zhi Lin adalah sosok yang cerdas.
**
Zhi Lin beserta para peserta lainnya beristirahat sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh penyelenggara acara kompetisi, khusus untuk para peserta disediakan tempat istirahat dan makanan agar para peserta tidak usah keluar hanya untuk mencari makanan.
"Kalian lihat kan tadi? Hampir saja aku meraih lencana itu, aish... Kenapa aku harus kalah di detik terakhir?"
Peserta dengan urutan nomor 36 mengutarakan rasa penyesalannya kepada teman sesama peserta lainnya.
"Ya aku melihatnya dengan jelas, sepertinya kita harus berhati-hati saat menghadapinya nanti," ucap peserta dengan urutan nomor 41.
"Alah! Tidak usah terlalu dilebih-lebihkan, mungkin saja itu hanya kebetulan," timpal peserta dengan urutan nomor 9.
"Kau benar, mana mungkin anak kecil itu bisa mengalahkan kita! Dalam kecepatan mungkin saja tapi dalam hal kekuatan, aku ragu apa dibalik tubuh kecilnya itu menyimpan kekuatan?!" peserta dengan urutan nomor 15 ikut menimpali.
"Ha..... Ha..... Ha....."
Semua peserta yang duduk melingkar saling hadap-hadapan tertawa dengan kompak, mereka semua meragukan kekuatan Zhi Lin yang terlihat berbadan kecil di balik pakaiannya yang terkesan sedikit kebesaran.
Zhi Lin yang memang Indra pendengarannya sensitif, bisa mendengarkan para peserta lainnya membicarakannya dengan sangat jelas. Namun Zhi Lin hanya diam saja seolah tidak mendengar apa-apa, Zhi Lin terlalu malas untuk meladeni ucapan mereka.
__ADS_1
Diamnya Zhi Lin justru membuat para peserta lain lebih berani mengolok-oloknya, mereka semakin tertawa kencang karena mengira Zhi Lin adalah anak muda yang tidak peka atau kemungkinan bodoh.