Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua


__ADS_3

Peserta nomor 5 dan nomor 6 sama-sama terpental saat keduanya menyatukan telapak tangan dan saling beradu kekuatan. Peserta nomor 6 bangkit secara perlahan ia menyemburkan darah segar dan tidak lama kemudian peserta nomor 6 pun jatuh pingsan.


Sementara peserta nomor 5 masih terbaring ditengah lapangan, namun peserta nomor 5 masih bisa mempertahankan kesadarannya. Petarung yg bertugas menjadi seorang pengawas menghampiri peserta nomor 5 dan memeriksa kondisinya, setelah beberapa detik kemudian peserta nomor 5 mengubah posisinya menjadi duduk.


"Putaran kedua dimenangkan oleh peserta dengan urutan nomor 5."


Dikarenakan peserta nomor 6 telah pingsan, maka pengawas itu mengumumkan bahwa peserta nomor 5 lah yang menjadi pemenangnya.


Suara sorakan dan tepuk tangan dari para penonton yang menyaksikan pertarungan antara peserta nomor 5 dan peserta nomor 6, kembali menggema di tempat yang biasanya digunakan untuk pelatihan khusus para petarung.


"Selamat kepada peserta nomor 5 berhasil lolos ke babak selanjutnya!" pemimpin acara kembali melanjutkan.


Peserta nomor 5 dan nomor 6 dibawa keruang pengobatan agar segera diobati.


"Terimakasih atas kehadiran yang mulia, karena hari sudah petang maka dengan segala hormat, acara akan kami lanjutkan kembali di esok hari." tutur sang pemimpin acara.


"Mn, biarkan para peserta beristirahat terlebih dahulu supaya bisa menampilkan yang terbaik di kompetisi babak ketiga!" ucap penguasa Tian Zhao dengan suara yang penuh wibawa.


Meski penguasa Tian Zhao masih muda, namun aura kepemimpinannya tidak dapat terbantahkan. Penguasa Tian Zhao memang pantas menjadi penerus penguasa kota Utara.


Setelah mendapat persetujuan dari sang penguasa, pemimpin acara pun mengumumkan bahwa kompetisi untuk hari ini sudah cukup dan akan dilanjutkan lagi besok di pagi hari.


"Di babak ketiga, harap para peserta urutan nomor 2, 4, 5 dan 7 bersiap untuk melanjutkan kompetisi ke babak ketiga yaitu adu kecerdasan." pemimpin acara kembali mengingatkan para peserta.


Meski agak kecewa tapi pada akhirnya para penonton pun harus bubar juga, lagipula tidak lama lagi hari memang sudah akan berganti malam.


Utusan Jin Hui berdiri disebelah penguasa Tian Zhao sambil mengamati satu peserta yg dinyatakan lulus tanpa melakukan pertandingan, "Sangat kebetulan," batin utusan Jin Hui.


Semua para petarung menunduk hormat saat penguasa Tian Zhao bangkit dari kursi kehormatan. Penguasa Tian Zhao pun berucap, "Selamat untuk para peserta yg berhasil lolos ke babak selanjutnya."


Penguasa Tian Zhao kembali berucap, "Siapkan diri kalian, karena besok adalah hari dimana kita akan melakukan kompetisi adu kecerdasan. Aku tidak ingin mempunyai pengawal yg bodoh!"

__ADS_1


Setelah selesai dengan kata-katanya, sang penguasa Tian Zhao melangkahkan kakinya kembali ke kediaman penguasa kota. Utusan Jin Hui senantiasa setia mengikuti langkah penguasa Tian Zhao dibelakangnya.


Semua orang bubar satu persatu meninggalkan tempat pelatihan khusus para petarung, sementara para peserta yg akan maju ke babak selanjutnya dipersilahkan oleh penjaga menuju markas bagian belakang.


Semua peserta diberi tempat untuk beristirahat, penjaga mengantarkan para peserta ketempat peristirahatan yang terdapat banyak kamar. Satu persatu para peserta mulai memasuki kamarnya masing-masing.


Zhi Lin duduk termenung di atas ranjang, pikirannya kembali menerawang. Semakin sering Zhi Lin bertatap mata dengan Tian Zhao, semakin nyaman pula perasaannya. Namun lagi dan lagi sesuatu yang ada didalam pikirannya selalu mengganggu ketenangan yang Zhi Lin rasakan.


Seperti ada sesuatu yang tertanam dalam memori ingatannya, entah siapa yang telah tega menanamkan pikiran-pikiran buruk para Zhi Lin. sehingga Zhi Lin menjadi sosok yang terletak diantara dua kepribadian.


Zhi Lin merasa bosan tinggal di dalam kamar, ia pun memutuskan untuk keluar sebentar hanya untuk sekedar mencari angin segar.


Dipertengahan jalan menuju pasar yang biasa ramai dikunjungi orang-orang pada malam hari, Zhi Lin melihat dua kuda berpacu dengan kencang.


Dari kejauhan Zhi Lin dapat melihat dengan jelas dua gadis cantik duduk di atas kuda yang terus memacu kudanya menembus kegelapan malam.


Zhi Lin kembali merasakan keanehan pada dirinya, entah kenapa akhir-akhir ini Zhi Lin merasa perasaannya menjadi lebih sensitif.


Petugas membukakan gerbang dan menanyakan maksud kedatangan kedua nona cantik yang berkunjung dimalam hari.


"Kami kakak dari penguasa Tian Zhao, harap segera memberitahukan kedatangan kami kepadanya!" ucap Yue Yin.


"Baik nona, kalau begitu izinkan kami melapor pada yang mulia terlebih dahulu, nona harap mengerti," ucap kepala penjaga.


"Mn."


Kepala penjaga menyuruh salah satu anak buahnya untuk segera pergi melapor pada penguasa Tian Zhao, dengan sigap penjaga segera melaksanakan perintah.


**


"Salam yang mulia, diluar ada dua nona muda yang datang untuk bertamu, nona-nona itu berkata bahwa mereka berdua adalah kakak yang mulia." penjaga langsung melapor setelah ia bertemu dengan penguasa Tian Zhao di depan aula.

__ADS_1


"Benarkah, kalau begitu segera pimpin jalan menuju aula utama, aku akan segera kesana sekarang juga."


"Baik yang mulia."


Penjaga itu kembali untuk mempersilahkan kedua nona yang ternyata memang kakak dari penguasa Tian Zhao.


"Silahkan nona ikuti kami, yang mulia sudah menunggu nona-nona di aula utama."


Yue Yin dan Lien Hua mengikuti penjaga yang memimpin jalan. Sementara diluar gerbang Zhi Lin masih memperhatikan Yue Yin dan Lien Hua, hati Yue Yin terasa kembali ter cubit saat melihat keduanya memasuki kediaman penguasa kota.


"Kenapa aku merasakan perasaan yang sama seperti saat aku melihat penguasa Tian Zhao?" Zhi Lin kembali bertanya-tanya didalam hatinya.


Lama Zhi Lin berdiri di sebrang kediaman kota, angin malam berhembus semakin kencang, pakaian yang Zhi Lin kenakan bergerak melambai-lambai.


Dengan langkah gontai Zhi Lin kembali ke tempat pelatihan khusus para petarung, Zhi Lin harus beristirahat agar esok Zhi Lin bisa menjadi pemenang di babak ketiga agar bisa masuk dengan bebas kedalam kediaman penguasa kota.


Zhi Lin yakin pasti ada sesuatu yang bisa membantu Zhi Lin mencari tahu arti dari semua ingatan yang selalu hadir didalam mimpinya.


*


"Kakak Yin, kakak Lin, senang akhirnya kakak bisa datang berkunjung."


Penguasa Tian Zhao menyambut kedatangan Yue Yin dan Lien Hua dengan penuh suka cita.


"Bagaimana kabarmu, apa kau merasa kesulitan?" tanya Yue Yin.


"Sama sekali tidak kakak, tuan Jin Hui selalu membantu Tian Zhao dalam menangani urusan kepemimpinan."


"Jangan selalu mengandalkan tuan Jin Hui, belajarlah untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas apa yang menjadi kewajibanmu!" Yue Yin menasehati adik kecilnya.


" Tian Zhao akan terus berusaha kakak Yin, terimakasih atas semua nasehatnya!"

__ADS_1


Yue Yin dan tian Zhao terlibat dalam percakapan ringan, sementara Lien Hua hanya diam saja menyimak apa yang kakak dan adiknya bicarakan.


__ADS_2