Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
kekalahan siluman rubah


__ADS_3

Pertarungan masih berlanjut meski hari sudah berganti malam, tidak ada peraturan dalam perang antar manusia dan siluman. Semua diperbolehkan melawan siapapun, menggunakan senjata apapun dan saling bekerja sama untuk melawan musuh.


Bukan yang kuat menang yang lemah kalah, ini adalah pertarungan antara hidup dan mati. Jika memasuki area pertarungan ini, maka harus berjuang untuk membunuh musuh terlebih dahulu dengan cara apapun sebelum diri sendiri yang terbunuh.


Pang Xiongmao bergerak dengan lincah menyerang siluman beruang yang ada dihadapannya, dengan menggunakan senjata berupa tongkat bambu kesayangan, Pang Xiongmao berhasil mengalahkan siluman beruang yang ukuran tubuhnya sama besar seperti Pang Xiongmao. Walau begitu Pang Xiongmao juga mendapat beberapa luka cakaran dari siluman beruang itu, bahkan di bahu sebelah kanannya terdapat luka yang sangat dalam. Beruntung Pang Xiongmao handal menggunakan tongkat dengan kedua tangannya, sehingga Pang Xiongmao masih bisa menyerang menggunakan tangan kirinya.


Tian Zhi, Ming Shu dan Guan Lin mulai kewalahan menghadapi sang penguasa naga batu, dengan cakarnya yang tajam sang siluman naga batu menyerang siapa saja yang berusaha mendekatinya.


Meski tubuh sang penguasa siluman naga batu sangatlah besar, namun tidak membuat pergerakannya lambat. Ia masih bisa bergerak lincah berusaha menjangkau siapa saja dengan cakarnya yang sangat tajam.


Ditambah lagi dengan fisik yang keras sekeras baja menjadi modal pertahanan yang mutlak, serangan-serangan kecil tidaklah berarti apapun pada tubuh sang penguasa siluman naga batu.


Ketua Guan Lao ingin membantu sang anak, namun apalah daya, ketua Guan Lao harus berhadapan dengan raja dari siluman serigala yang juga mempunyai kemampuan bertarung hampir setara dengan ketua Guan Lao.


Begitupun dengan tetua Nuwa yang harus berhadapan dengan siluman ular yang sangat merepotkan, siluman ular itu bisa menyemburkan bisa yang mengandung racun yang paling berbahaya yaitu racun korosi.


Selain berusaha menyerang, tetua Nuwa juga harus berhati-hati jangan sampai terkena semburan bisa dari mulut siluman ular. Jika sampai terkena bisa yang terkandung racun korosi itu, maka detik itu juga bagian yang terkena bisa itu akan langsung membusuk.


Tetua Ming Hao sudah dekat dengan ketiga anak muda yang sedang bertarung mati-matian melawan sang penguasa siluman naga batu, namun siluman harimau langsung menerkam tetua Ming Hao. Beruntung tetua Ming Hao selalu siap siaga sehingga dengan reflek tetua Ming Hao mengayunkan pedangnya dan terjadilah benturan antara pedang tetua Ming Hao dan cakar siluman harimau.


Berbeda lagi dengan penguasa Tian Ma, beliau harus berhadapan dengan Yi, anak pertama siluman laba laba itu saat ini menjadi yang terkuat diantara semua bangsa siluman.


Selain kemampuan bertarung Yi juga menguasai jurus teleportasi, dengan kondisinya yang telah kembali prima Yi bisa ber teleportasi kapan saja saat bertarung.


Utusan Hong Li dan utusan Jin Hui membantu penguasa Tian Ma menghadapi Yi, karena dengan jurus teleportasi Yi menjadi lawan yang sangat merepotkan.

__ADS_1


Feng Ying memimpin pasukan petarung melawan para siluman sesuai kekuatannya masing-masing, dengan begitu bisa mengurangi korban jiwa karena percuma saja melawan yang lebih kuat hanya akan mengantar nyawa saja.


Sementara siluman rubah kini merubah wujudnya kembali pada wujud aslinya, dengan begitu siluman rubah bisa menggunakan kekuatannya lebih besar daripada saat dia merubah wujudnya menjadi manusia.


Yue Yin dan Lien Hua bekerja sama menghadapi Siluman rubah, serangan kombinasi antara Yue Yin dan Lien Hua mampu membuat siluman rubah kembali terpojok.


Kali ini siluman rubah tidak akan bisa melarikan diri karena Yue Yin dan Lien Hua sama sekali tidak memberinya peluang sedikitpun, berulangkali Yue Yin menyerang menggunakan sihir tanahnya, sampai siluman rubah tergeletak tidak berdaya.


Bahkan untuk mengangkat jarinya saja siluman rubah sudah tidak mampu, untuk kali ini perhitungan siluman rubah telah salah, seharusnya ia melarikan diri setelah menyerap energi kehidupan penguasa Tian Bao.


Namun karena terpancing oleh dua gadis yang selalu siluman rubah itu anggap lemah, siluman rubah pun harus berakhir menyedihkan. Tinggal menunggu nyawanya direnggut oleh Yue Yin atau Lien Hua, maka berakhirlah sudah kehidupan siluman rubah.


Saat menunggu detik-detik terakhirnya, siluman rubah melihat seorang anak muda yang selalu memanggilnya dengan sebutan ibu dihadapannya.


Namun ternyata siluman rubah salah karena telah menaruh harapan pada Tian Zhao. Dengan cara siluman rubah mendidik Tian Zhao selama ini telah menjadikan Tian Zhao pribadi yang sombong, arogan, angkuh dan juga kejam, maka dari itu tanpa mengedipkan mata Tian Zhao dengan tega menusuk jantung siluman rubah menggunakan pedang yang selalu Tian Zhao bawa bersamanya.


"Ini pembalasan atas kematian ibuku."


Tian Zhao mencabut pedangnya dan kembali menusukkannya di tempat yang sama.


"Ini pembalasan atas kematian ayahku."


Sekali lagi Tian Zhao mencabut kembali pedangnya dan menusukkannya lagi masih di tempat yang sama.


"Dan ini untuk semua yang telah kau lakukan selama ini siluman rubah, matilah kau dan membusuk lah di neraka bagian terdalam."

__ADS_1


Setelah memastikan siluman rubah itu benar-benar telah mati, Tian Zhao pun kembali ambruk. Lien Hua kembali membawa Tian Zhao ketempat sebelumnya Tian Zhao beristirahat.


"Huh, terlalu pemaksa. Tapi aku suka gayamu adik kecil!" ucap Yue Yin.


bukan hanya siluman rubah yang telah mati, induk siluman laba laba juga tewas di ujung pedang Jing Mi, kini Jing Mi dan Jia Li keduanya tergeletak di tanah dengan luka di sekujur tubuhnya.


Yue Yin dan Lien Hua kembali pada pertarungannya melawan sang penguasa siluman naga batu, pedang Tian Zhi dan Ming Shu patah saat berusaha menusuk sang siluman naga batu.


Tubuh yang benar-benar kuat sampai tidak bisa dilukai oleh pedang, kelima anak muda ini kini mulai kebingungan memikirkan cara agar bisa membuat sang penguasa naga batu itu terluka.


Tanpa diduga sebuah tongkat bambu melayang kearah Guan Lin, Guan Lin yang tahu pasti tongkat bambu ini punya siapa menoleh kesamping setelah menangkap tongkat bambu itu.


Pang Xiongmao tersenyum memamerkan gigi-gigi putihnya membuat wajah Pang Xiongmao tambah lucu, Pang Xiongmao mengangguk sebagai tanda mengiyakan apa yang ada dalam pikiran Guan Lin.


Kini Guan Lin melesat kembali dan mengatur strategi agar Guan Lin bisa melancarkan serangan tepat sasaran, Tian Zhi, Ming Shu, Yue Yin dan Lien Hua mengangguk mengerti dengan rencana Guan Lin.


kelima remaja itu kini berpencar kelima arah, Tian Zhi menyerang dari arah depan, Ming Shu menyerang dari belakang sementara Yue Yin dan Lien Hua menyerang dari sisi kiri dan kanan. Mendapat serangan yang berbeda-beda dari empat arah membuat konsentrasi sang penguasa siluman naga batu buyar.


Saat sang penguasa siluman naga batu lengah, Guan Lin menggunakan jurus meringankan tubuh membuat Guan Lin bisa melayang di atas udara sesaat.


Guan Lin mendarat sempurna di atas kepala sang siluman naga batu lalu mengangkat tinggi-tinggi tongkat bambu yang Guan Lin pegang dan menusukkannya tepat di tengah-tengah antara kedua matanya, tempat itu menjadi titik lemah sang penguasa siluman naga batu karena sebelumnya sang siluman naga batu telah mendapat luka di bagian itu.


Siluman naga batu membuka mulutnya lebar meraung kesakitan, tidak membuang kesempatan Guan Lin masuk kedalam mulut sang penguasa siluman naga batu dan menyerangnya dari dalam.


Karena tubuh bagian luar siluman naga batu sangatlah keras, maka Guan Lin memilih untuk menyerang langsung bagian organ dalam sang penguasa siluman naga batu.

__ADS_1


__ADS_2