Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Pertarungan di penginapan seribu bunga


__ADS_3

Di penginapan seribu bunga kini sedang terjadi perdebatan antara seorang wanita cantik dan seorang pria muda, pemilik penginapan seribu bunga yang dinyatakan wanita tercantik di desa bunga ini nyatanya tidak bisa membuat seorang Ming Shu tertarik sedikitpun kepadanya.


Merasa geram dengan penolakan yang secara terang-terangan ditunjukan oleh Ming Shu, akhirnya wanita cantik itu tidak tahan untuk mengumpat dalam hatinya.


"Untuk apa kau datang ke tempat hiburan jika bukan untuk merasakan kesenangan," ujar si wanita cantik.


"Tujuanku datang ke sini bukanlah untuk bersenang-senang. Melainkan untuk melihat wujud asli darimu, wanita siluman!" ucap Ming Shu yang sukses membuat mata wanita cantik itu melotot untuk sesaat.


"Oh.. Ayolah, aku bukanlah siluman seperti apa yang telah kau katakan!" pemilik penginapan seribu bunga itu segera menutupi keterkejutannya dengan sikapnya yang manja.


Ming Shu sungguh tidak bisa tahan lagi dengan kelakuan wanita yang ada di hadapannya, wanita itu terus saja berusaha untuk menggoda Ming Shu dengan gerakan-gerakan yang memuakkan bagi Ming Shu.


Yah, di sinilah Ming Shu kini berada, di sebuah kamar khusus tempat pemilik penginapan seribu bunga melakukan aksinya.


Sebelumnya, Ming Shu, Jing Mi dan tetua Ming Hao, menikmati hiburan yang ada di penginapan seribu bunga. Mulai dari hiburan musik, tarian, sampai berakhir di atas ranjang.


Namun pemilik penginapan seribu bunga yang melihat Ming Shu langsung tertarik pada Ming Shu, diapun membuat pengaturan agar Ming Shu yang menjadi tamunya di malam ini.


"Siapa kau sebenarnya dan apa maksud dari kedatanganmu?" tanya si wanita cantik itu penuh selidik.


Pada akhirnya wanita itupun merasa geram dan memulai aksinya untuk menjadikan Ming Shu sebagai asupan energi.


Setelah kematian dari kedelapan anaknya, kondisi induk siluman laba laba jadi melemah. Maka dari itu, induk siluman laba laba mulai mengkonsumsi para pemuda untuk mengembalikan kesehatannya.


Ming Shu menyunggingkan senyum mengejek pada wanita cantik yang kini telah memulai aksinya.


"Siapa aku tidaklah penting, yang harus kau ketahui adalah, penginapan seribu bunga yang kau bangga-banggakan sebentar lagi akan hancur."


"Sialan kau anak muda, jangan harap kau bisa keluar dari penginapan ini dengan selamat."


Wanita itu melemparkan jaring perangkap untuk menjerat Ming Shu. Ming Shu mengeluarkan jurus Fire blas untuk menghempaskan serangan dari siluman laba laba, jaring itupun hangus terbakar oleh sihir api Ming Shu.


Tetua Ming Hao yang ingin membantu Ming Shu di hadang oleh sosok pria berjubah hitam. Pria itu tidak lain adalah jelmaan dari siluman laba laba bernama San, namun biasa di panggil oleh saudara-saudaranya dengan sebutan Kaka ke tiga.

__ADS_1


San yang sudah mulai curiga dengan kedatangan tamu kali ini mulai waspada dan terus mengawasi para tamu itu dari jarak tertentu, dan ternyata benar dugaannya bahwa tamu yang datang kali ini adalah para petarung yang sedang dalam penyamaran.


Mendengar suara yang berbenturan di dalam kamar yang di tempati oleh Ming Shu membuat tetua Ming Hao cemas, tetua Ming Hao langsung menarik pedangnya dan menyerang San.


San juga tidak mau kalah, ia juga menarik pedang dan menahan setiap serangan yang selalu mengarah pada titik mematikan.


"Heh, bukan kaleng-kaleng, ternyata master pedang sendiri yang kini turun tangan sendiri!" ucap San.


Melihat teknik berpedang tetua Ming Hao yang sempurna, San pun langsung bisa menebak identitas asli dari tetua Ming Hao.


*


Kejadian serupa pun terjadi di kamar yang di tempati oleh Jing Mi. Disaat detik-detik terakhir wanita muda yang akan memaksakan kehendaknya pada Jing Mi, Jing Mi langsung mencengkram kuat kedua tangan gadis muda yang ada di hadapannya.


Walau bagaimanapun, Jing Mi adalah lelaki dewasa yang normal. Mendapat sentuhan-sentuhan dari lawan jenisnya membuat sesuatu di dalam sana tegak menantang tanpa di perintah.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu!" Jing Mi berucap sambil menatap tajam wanita yang kini melotot pada Jing Mi.


Jing Mi sadar betul bahwa gadis muda yang sedang menggodanya bukanlah seorang gadis biasa, kemungkinan besar gadis muda di hadapannya ini adalah jelmaan dari siluman laba laba.


"Jangan berpura-pura di hadapanku, sekarang juga tunjukan wujud aslimu yang sebenarnya, siluman."


Wanita muda itu menghempaskan tangannya dengan kasar. "Kau sudah gila, seorang gadis cantik sepertiku kau bilang siluman?!"


"Oh yah, tapi di mataku kau adalah gadis yang sangat buruk."


Gadis muda itupun mulai terpancing emosi, kini dia menerbangkan seribu jaring pengikat ke arah Jing Mi.


Jing Mi pun tak mau kalah, dia mengeluarkan pedang andalan akademi pedang dan sihir. sebuah pedang tipis yang lentur namun mempunyai ketajaman yang luar biasa. Senjata ini biasa digunakan dalam misi penyamaran.


Begitu pedang itu di gunakan untuk bertarung maka pedang itu berubah menjadi kuat sebagaimana pedang pada umumnya. Dengan gerakan cepat, Jing Mi mengayunkan pedangnya dan menebas jaring yang berterbangan ke arahnya.


*

__ADS_1


Di ruang bawah tanah juga terjadi kegaduhan. Tetua Nuwa, Jia Li dan Lien Hua berhasil menemukan tempat persembunyian para laba laba itu mengamankan telur telurnya.


Tetua Nuwa, Jia Li dan Lien Hua di serang oleh sekumpulan laba laba yang sedang menjaga telur laba laba di ruang bawah tanah. Saat menyadari kedatangan tetua Nuwa, Jia Li dan Lien Hua, mereka semua pun menyemburkan jaring dari mulutnya secara bersamaan ke arah tetua Nuwa, Jia Li dan Lien Hua.


Tetua Nuwa, Jia Li dan Lien Hua segera menghindar dari serangan laba laba.


Tetua Nuwa menggunakan sihir es untuk membekukan laba laba di sekelilingnya dengan gerakan memutar, setelah laba laba yang ada di sekeliling tetua Nuwa membeku, tetua Nuwa pun menghancurkan laba laba yang telah membeku itu. Serpihan dari laba laba itu kini berserakan di tanah.


Sementara Lien Hua yang juga di kelilingi oleh laba laba, segera melemparkan jarum andalannya. Dengan sekali lempar seratus jarum beterbangan dan langsung menusuk para laba laba itu, laba laba yang tertusuk jarum Lien Hua tidak dapat bergerak lagi. Tidak ada yang bisa laba laba itu lakukan selain menunggu kematian, karena jarum yang digunakan oleh Lien Hua sudah mengandung racun yang sangat mematikan.


Sementara Jia Li menggunakan pedang lenturnya dan menyerang langsung laba laba yang terus berdatangan ke arahnya dari jarak dekat, dengan teknik berpedang yang telah ia pelajari, Jia Li berhasil menumbangkan laba laba yang ada di sekitarnya.


*


Para pelanggan hiburan penginapan seribu bunga berhamburan menuruni tangga, mereka berusaha lari keluar dari penginapan setelah melihat ada pertempuran di lantai atas.


Namun di lantai bawah kini juga sedang terjadi pertempuran, dan para tamu yang sedang beristirahat di dalam kamar pun berbondong-bondong keluar karena merasa istirahatnya telah terganggu.


Pertarungan sengit terjadi diantara utusan Lao Fu dan utusan Hong Li, keduanya bertukar serangan tanpa ada yang mau mengalah.


"Ku pikir kau sudah lupa jalan untuk pulang, tsk.. Ternyata kau telah dibutakan oleh kesenangan sampai lupa untuk pulang!" ucap utusan Hong Li.


"Tidak usah ikut campur urusanku, urusi saja urusanmu sendiri!" bentak utusan Lao Fu.


"Tidak ku sangka, ternyata kau juga telah berkhianat!" geram utusan Hong Li.


"Setidaknya aku tidak pernah merugikan kalian," utusan Lao Fu berusaha membela diri.


"Dengan kau tidak melaksanakan tugasmu sebagai utusan, maka itu juga sudah bagian dari pengkhianatan!' geram utusan Hong Li.


Keduanya pun melanjutkan kembali pertarungan mereka yang sempat tertunda beberapa saat.


Yue Yin segera menghadang para pelayan yang akan membantu utusan Lao Fu untuk menyerang utusan Hong Li.

__ADS_1


Sementara Feng Ying melesat ke lantai atas setelah mengetahui ada pertempuran sengit di lantai atas.


__ADS_2