Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Hancurnya penginapan seribu bunga


__ADS_3

Sementara pertarungan semakin memanas di penginapan seribu bunga, para tamu penginapan seribu bunga berlarian tunggang langgang ke segala arah berusaha untuk keluar dari dalam bangunan penginapan seribu bunga, sambil menghindari serangan nyasar yang mengarah pada mereka.


Yue Yin membuka jalan agar orang-orang yang tidak bersalah segera keluar dari bangunan yang sebentar lagi akan roboh, akibat serangan yang berbenturan menciptakan ledakan di mana-mana.


Melihat kekacauan yang terjadi di penginapan seribu bunga, para warga sekitar juga segera ikut berlarian karena rumah yang mereka tempati juga tidak luput dari serangan yang nyasar.


Beberapa penjaga segera melapor pada pemimpin desa bunga tentang pertarungan yang masih berlanjut di penginapan seribu bunga.


Pemimpin desa bunga menggertakkan gigi sambil meremas tangannya saat mendapat laporan dari para penjaga.


"Segera, siapkan pasukan, habisi siapa saja yang telah berani menyerang tempat usaha istri tercintaku!" ucap pemimpin desa pada orang kepercayaannya.


Dengan amarah yang sudah tak tertahankan, pemimpin desa membawa pasukannya menuju penginapan seribu bunga. Pemimpin desa sangat terkejut melihat keadaan di penginapan seribu bunga, dari dalam penginapan keluar banyak sekali siluman laba laba berhamburan menghindari puing-puing bangunan yang berterbangan ke segala arah.


Pemimpin desa mengira para siluman laba laba itu yang telah berani menyerang penginapan seribu bunga, pemimpin desa bunga pun langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang para siluman laba laba yang sedang berlarian ke segala arah.


Sementara pemimpin desa bunga sendiri memilih masuk kedalam penginapan meskipun dia tahu di dalam sana pasti sangat berbahaya, akan tetapi pemimpin desa tidak perduli karena yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah keselamatan sang istri tercinta.


Namun saat pemimpin desa berhasil menerobos dan masuk semakin dalam, pemimpin desa melihat sang istri tercinta sedang bertarung melawan seorang lelaki paruh baya.


Untuk sesaat pemimpin desa tertegun, pemimpin desa tidak pernah mengetahui bahwa sang istri tercinta ternyata menguasai ilmu bela diri yang jauh lebih tinggi darinya.


Melihat lelaki paruh baya yang menjadi lawan sang istri hendak mengayunkan kembali pedangnya kearah sang istri, pemimpin desa pun segera menangkis pedang si lelaki paruh baya dengan pedangnya.


Pemimpin desa merasakan tangannya kebas setelah menahan serangan lelaki paruh baya itu meski pemimpin desa sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyerang istri tercintaku? Heh!" pemimpin desa berkata dengan sorot mata penuh amarah.


"Sepertinya penglihatan tuan telah tertutup, wanita yang kau jadikan istri bukanlah wanita sembarangan!" ucap tetua Ming Hao.


"Apa kau mengatai aku buta? Begitu?!" bentak pemimpin desa.

__ADS_1


"Heh, jelas-jelas istriku hanya wanita biasa!" terang pemimpin desa.


"Apa tuan bercanda? atau tuan memang benar-benar tidak tahu tentang istri tuan yang sebenarnya?!" ucap tetua Ming Hao.


Pemimpin desa mulai meragukan akan kebenaran sang istri tercinta.


Pemimpin desa terdiam sesaat. Sejak pertama pemimpin desa menikahi istrinya, pemimpin desa memang tidak pernah mengetahui apa-apa tentang istrinya. Bahkan pemimpin desa tidak tahu asal usul dari sang istri, yang pemimpin desa tahu hanyalah, sang istri mempunyai paras yang sangat cantik dan pandai menyenangkan hatinya.


"Jangan dengarkan omong kosongnya, kau harus percaya padaku!" pinta sang istri dengan tatapan memohon.


"Dia adalah jelmaan dari siluman laba laba, dan siluman laba laba yang sedang bertarung dengan pasukanmu adalah hasil keturunannya bersama para pelanggan hiburan di penginapan ini!" ucap tetua Ming Hao berusaha meyakinkan.


Pemimpin desa masih belum bisa percaya dengan yang baru saja tetua Ming Hao katakan, pemimpin desa merasa tidak tega melihat kondisi sang istri tercinta yang terlihat menyedihkan, dari sudut bibir istrinya masih terlihat bercak darah sisa dari darah yang telah dimuntahkan.


Pemimpin desa pun mendekat pada sang istri dan berusaha menolongnya, namun yang terjadi adalah sang istri langsung menusuk pemimpin desa dengan kuku-kuku tajamnya tepat di bagian jantung.


"Arrgh....."


Kejadian itu sangat singkat sehingga tetua Ming Hao tidak dapat menolong sang pemimpin desa.


Setelah menyerap energi kehidupan pemimpin desa, induk siluman laba laba pun menghilang dalam sekejap mata. Induk siluman laba laba memilih kabur dari pertarungan, dengan keadaannya yang memang masih lemah, sudah pasti riwayatnya akan tamat jika masih melanjutkan pertarungan.


Sementara Ming Shu kini juga sudah berhasil mengalahkan San dengan bantuan Feng Ying, sebelumnya tetua Ming Hao mengambil alih pertarungan Ming Shu melawan induk siluman laba laba setelah membuat San terluka terlebih dahulu.


Walau bagaimanapun tetua Ming Hao sangat melindungi anak semata wayangnya. Meski begitu, Ming Shu bukanlah anak yang manja. Terlepas dari sang ayah yang selalu berusaha melindunginya, Ming Shu juga selalu berusaha untuk menjadi lebih kuat dari sang ayah.


Tanpa keraguan, Ming Shu mengangkat pedangnya dan menusuk San tepat mengenai jantungnya, pada akhirnya San pun menghembuskan nafas terakhirnya.


Ming Shu mengatur nafasnya yang sudah tidak beraturan akibat kelelahan, energi spiritualnya telah terkuras banyak saat ia menghadapi induk siluman laba laba sebelumnya.


Feng Ying memegang bahu Ming Shu sambil berucap, "Selamat tuan muda Ming, anda telah menjadi seorang petarung yang hebat."

__ADS_1


"Semua juga berkat bantuan tuan Feng Ying."


*


Utusan Hong Li juga telah berhasil melumpuhkan utusan Lao Fu, walau bagaimanapun kekuatan utusan Hong Li lebih tinggi dari utusan Lao Fu, sehingga dengan mudah utusan Hong Li bisa melumpuhkan utusan long Fu.


*


Sementara Jia Li membantu Jing Mi menghadapi seorang primadona yang selalu di bangga-banggakan pelanggan penginapan seribu bunga.


Jing Mi sudah mendapatkan banyak luka di sekujur tubuhnya akibat serangan dari siluman laba laba yang menjelma menjadi seorang primadona.


Dan kini Jing Mi hampir saja mati di tangan sang primadona andaikan Jia Li tidak datang tepat waktu, dengan cepat Jia Li melesat ke atas dan menebas jaring yang melilit seluruh badan Jing Mi di udara.


Jia Li dan Ming Shu mendarat di atas tanah dengan sempurna, setelah berhasil menyingkirkan jaring yang membungkus badan Jing Mi, Jia Li dan Jing Mi kembali menyerang sang primadona.


Jing Mi dan Jia Li menggunakan serangan kombinasi ilmu pedang melawan sang primadona, sang primadona yang memang sudah hampir kehabisan energi pun tidak lagi bisa melakukan perlawanan berarti, pada akhirnya sang primadona pun kalah dengan pedang Jia Li yang menusuk perutnya menembus hingga kebelakang.


Darah segar menyembur dari mulut si primadona saat Jia Li mencabut pedangnya dan kembali menusukkannya tepat mengenai jantung si primadona, tubuh si primadona pun runtuh dengan mata yang masih melotot.


"Bagaimana perasaanmu setelah menjadi umpan senior Jing Mi?" tanya Jia Li sambil menarik sedikit sudut bibirnya.


"Sepertinya senior Jia Li lebih tahu bagaimana rasanya karena telah menjadi umpan dua kali.!" jawab Jing Mi sambil menyeringai.


*


Tetua Nuwa sudah seperti Dewi kematian di mata para siluman laba laba yang menjelma menjadi gadis penghibur, dengan aura yang dimiliki tetua Nuwa mampu menghancurkan bangunan yang selama ini berdiri dengan kokoh menjadi tempat hiburan bagi para lelaki berhidung belang.


Tanpa belas kasihan sedikitpun, tetua Nuwa menghabisi semua para gadis penghibur menggunakan kelima sihir elemennya, tidak segan-segan tetua Nuwa merobohkan beberapa tiang dan menghantamkannya ke arah para gadis penghibur.


Tetua Nuwa juga membakar siapa saja yang berusaha melawannya, bahkan tetua Nuwa juga menggunakan sihir air untuk membekukan para gadis penghibur yang berusaha melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2