Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Perang dimulai


__ADS_3

Kediaman penguasa kota kini kedatangan tamu dari jauh, seorang kurir pengantar pesan membawakan pesan dari sang penguasa kota Utara yaitu penguasa Tian Bao.


Surat itu berisikan tentang pemberitahuan bahwa dua Minggu lagi penguasa Tian Bao akan memimpin pasukan tempur untuk menyerang kota timur, siap tidak siap penguasa Tian Bao tetap akan melakukan penyerangan.


Penguasa Tian Ma menghela nafas setelah membaca pesan dari saudaranya itu, dua Minggu adalah waktu yang dikatakan sebentar tidaklah sebentar, dikatakan lama juga tidaklah lama. Intinya mulai dari sekarang penguasa Tian Ma harus mulai mempersiapkan pengaturan untuk berperang.


***


Sementara di kedalaman hutan, tiga sosok siluman sedang melakukan meditasi. Tiga sosok itu adalah anak pertama siluman laba laba yaitu Yi, induk siluman laba laba dan juga sang siluman rubah.


Ketiganya duduk dengan jarak yang tidak terlalu jauh, sudah berhari-hari ketiganya bermeditasi guna memulihkan luka dalam yang mereka alami,


Kondisi mereka begitu lemah dan sulit mengembalikan stamina yang biasa mereka miliki, namun mereka tetap bersabar untuk menunggu adanya aura kematian dan akan menjadikannya energi kegelapan.


Siluman rubah sangat yakin bahwa tidak lama lagi mereka akan bisa menyerap energi kegelapan dalam jumlah besar, karena siluman rubah tau pasti sang suami akan mengadakan perang besar yang tentunya akan banyak korban jiwa didalam perang tersebut.


Dengan kecerdikannya siluman rubah telah menyusun rancangan yang sedemikian sempurna, pertama-tama siluman rubah berhasil mengelabui umat manusia dan juga termasuk bangsanya sendiri yaitu induk siluman laba laba.


Dengan kematian umat manusia dan keturunan induk siluman laba laba, siluman rubah yang cerdik telah berhasil meraih kekuatannya kembali dan sukses menghancurkan segel perbatasan.


Dan kini siluman rubah kembali mengumpulkan kekuatan untuk menghancurkan segel yang telah mengurung tuannya yaitu sang penguasa naga batu.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku pasti bisa membebaskan mu tuan ku," batin siluman rubah sambil tersenyum menyeringai.


Meskipun siluman rubah adalah siluman yang licik, tetapi siluman rubah mempunyai kesetiaan pada tuannya yang patut di acungi jempol.


***


Dua Minggu pun kini telah terlewati, dari arah Utara sudah berbaris rapi pasukan perang dari kota Utara yang di pimpin langsung oleh penguasa Tian Bao, Tian Zhao juga turut serta mendampingi sang ayah untuk berperang.


Sementara penguasa Tian Ma juga telah siap dengan seluruh pasukannya. Di barisan terdepan utusan Hong Li berdiri gagah dengan baju besi yang ia kenakan, tidak lupa alat tempur berupa pedang yang akan ia gunakan untuk melawan para pasukan kota Utara, utusan Hong Li memimpin pasukan tempur menggunakan senjata pedang di barisan terdepan.


Pemimpin petarung Feng Ying juga memimpin pasukan petarung dibarisan kedua menggunakan senjata berupa tombak.


Dan utusan Jin Hui memimpin pasukan pemanah di barisan ketiga, semua pasukan yang dipimpin utusan Jin Hui duduk di atas kuda dan selalu siap siaga menunggu arahan dari utusan Jin Hui untuk melepaskan anak panah yang sudah siap meluncur kapan saja.


**


Perang hari pertama telah terlewati, korban pasukan dari kedua belah pihak sudah banyak yang gugur di hari pertama mereka berperang.


Perbatasan antara kota timur dan kota selatan menjadi lokasi perang antara dua pasukan timur dan Utara, sungai dan pegunungan yang mengelilingi perbatasan menjadi saksi bisu peperangan antara dua penguasa kota beserta seluruh pasukannya.


Kini tanah tempat mereka berpijak telah ternoda darah, jasad dari kedua belah pihak tergeletak dimana-mana menandakan betapa kejamnya hasil dari peperangan, menang ataupun kalah tidak bisa terelakan korban jiwa dikedua belah pihak.

__ADS_1


Sementara desa sunyi yang telah ditinggalkan oleh warganya kini menjadi tempat peristirahatan pasukan penguasa kota timur, saat matahari terbenam itu menjadi tanda bahwa perang harus diakhiri dan akan dilanjutkan kembali setelah matahari kembali terbit.


Tetua Nuwa dan tabib Lien mendapat tugas untuk mengobati pasukan yang terluka, sementara jasad dari teman seperjuangan mereka di beri penghormatan terakhir dan jasadnya langsung di bakar.


Masih dini untuk menyatakan siapa pemenang dari perang ini, namun jika dilihat dari korban jiwa untuk hari pertama pasukan dari kota Utara lebih banyak dari korban jiwa pasukan kota timur.


Suasana duka memenuhi markas di desa sunyi, tetua Nuwa dan tabib Lien sibuk mengobati para petarung yang terluka, tabib Lien telah mempersiapkan berbagai ramuan untuk mempercepat proses penyembuhan dan tetua Nuwa akan membantu para petarung yang terluka parah dengan menyalurkan energi penyembuhnya.


Setelah beristirahat sejenak, penguasa Tian Ma mengutus utusan Jin Hui untuk menyampaikan pesan berupa surat kepada penguasa Utara, surat itu berisikan penawaran untuk berdamai. Penguasa Tian Ma sungguh tidak menginginkan akan ada lagi pertumpahan darah, namun sangat disayangkan sang penguasa Utara langsung menolaknya mentah-mentah.


Bahkan penguasa Tian Bao mengajukan penawaran untuk melakukan pertarungan hidup dan mati antara penguasa Tian Bao dan penguasa Tian Ma, yang pastinya siapapun yang nantinya bisa bertahan hidup akan menjadi penguasa satu-satunya di daratan timur.


Ingin sekali penguasa Tian Ma menyetujui penawaran Tian Bao, hanya saja semua orang tidak menyetujuinya. Semua orang tahu bahwa penguasa Tian Bao mempunyai kekuatan di atas penguasa Tian Ma, maka dari itu mereka tidak ingin mengambil resiko dengan membiarkan penguasa Tian Ma bertarung sendirian melawan penguasa Tian Bao.


Penguasa Tian Ma juga telah memberitahukan kepada penguasa Tian Bao bahwa istri penguasa Tian Bao yaitu Mei Yin adalah jelmaan dari siluman rubah, dan para siluman itu telah berhasil menghancurkan segel perbatasan antara kekuasaan umat manusia dan bangsa siluman. Namun penguasa Tian Bao tidak percaya dan kekeh ingin melanjutkan perang sampai salah satu dari mereka menjadi pemenang di Medan tempur.


Mau tidak mau penguasa Tian Ma harus melanjutkan kembali perang pada esok hari. Didalam markas utama Ketua Guan Lao kembali menyusun formasi untuk perang esok dibantu oleh tetua Ming Hao. Utusan Hong Li, utusan Jin Hui dan Feng Ying juga ikut berkumpul dan mendengarkan arahan dari tetua Guan Lao. Setelah mendapat persetujuan dari penguasa Tian Ma semua orang pun kini kembali ke kamp masing-masing untuk beristirahat agar mendapat stamina untuk berperang esok hari.


***


Sementara Tian Zhi menggantikan sang ayah untuk sementara bertugas menjadi penguasa kota, banyak hal-hal kecil yang harus di tangani oleh Tian Zhi seperti tugas sehari-hari sang ayah.

__ADS_1


Guan Lin selalu datang dan pergi sesuka hati. Terkadang Guan Lin menemani Tian Zhi di pusat kota, terkadang Guan Lin mengajar di akademi bersama Ming Shu. Sesekali Guan Lin juga berkunjung ke perbatasan akademi pedang dan sihir yang kini telah rata dengan tanah. Di sana Guan Lin menemui Jing Mi dan Jia Li yang sengaja tinggal di tempat peristirahatan untuk memantau keadaan perbatasan, Lien Hua juga memberikan burung cantiknya pada Jia Li untuk berjaga-jaga jika ada pergerakan dari bangsa siluman, maka burung cantik itu akan segera terbang dengan kecepatan tinggi menyampaikan kabar pada Lien Hua.


__ADS_2