
Tian Zhi dan Guan Lin tiba di desa sunyi, tepat di sebuah tempat yang sebelumnya Guan Lin ber teleportasi untuk yang pertama kalinya, Yaitu halaman belakang markas para siluman laba laba.
Tian Zhi dan Guan Lin disuguhkan oleh pemandangan yang sangat menyayat hati, mayat dari kedua belah pihak tergeletak di mana-mana dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Tanpa menunda waktu Tian Zhi dan Guan Lin melesat ke arah suara pertempuran, tepat di perbatasan desa sunyi sedang terjadi pertarungan yang sengit antara pemimpin Guan Fai dan para petarung melawan sekumpulan pasukan siluman laba laba yang menjelma menjadi manusia berjubah hitam.
Tian Zhi langsung menarik pedangnya dan langsung mengayunkan pedangnya menebas para siluman yang saat ini sedang bertarung melawan para petarung yang sudah mulai kelelahan.
Sementara Guan Lin menggunakan sihir angin untuk menghempaskan para siluman yang saat ini sedang mengelilingi pemimpin Gong Fai.
"Tuan muda Guan, Terimakasih."
Meskipun pemimpin Gong Fai merasa heran dengan kedatangan Guan Lin yang secara tiba tiba, namun pemimpin Gong Fai merasa sangat bersyukur karena pada akhirnya bantuan pun telah tiba.
Dengan kedatangan Guan Lin dan Tian Zhi, kini pemimpin Gong Fai dan para petarung kembali bersemangat setelah sebelumnya mereka sudah hampir putus asa.
Tian Zhao yang menyaksikan pertarungan kini berbalik menjadi pasukannya yang kalah merasa geram, hanya karena kedatangan dua pria muda, para pasukannya kini tidak bisa memberikan pertunjukan yang menarik lagi.
"Beraninya kalian mengganggu kesenangan ku!" hardik Tian Zhao
"Hanya orang yang tidak memiliki hati yang tega menjadikan korban jiwa menjadi sebuah pertunjukan!" ucap Tian Zhi.
"Kau terlalu kejam untuk seukuran anak muda seusiamu," timpal Guan Lin.
Tian Zhao hanya tersenyum sinis kepada Tian Zhi dan Guan Lin, kemudian Tian Zhao berkata, "Aku tidak suka mendengar kritikan, sebaiknya kalian pergi sebelum aku berubah pikiran dan menjadikan kalian berdua korban jiwa yang berikutnya."
Tian Zhao langsung melesatkan senjata runcing yang ia ciptakan dari sihir air ke arah Tian Zhi dan Guan Lin.
Tian Zhi menggunakan perisai yang ia ciptakan dari sihir air untuk menghalau senjata runcing yang mengarah padanya dan juga teman baiknya.
Senjata runcing ciptaan Tian Zhao hancur berkeping-keping saat berbenturan dengan perisai ciptaan Tian Zhi.
Untuk sesaat Tian Zhao terpaku menyaksikan senjata ciptaannya kalah kuat dari perisai ciptaan lawannya, Tian Zhao pun kembali mengumpulkan energinya dan melancarkan serangan selanjutnya ke arah Tian Zhi, namun dengan mudah Tian Zhi menghindari serangan yang Tian Zhao lancarkan.
__ADS_1
"Biar aku saja yang menghadapinya, kau bantulah para pejuang yang masih bertarung dengan para siluman itu!" ucap Tian Zhi.
"Kau yakin?" tanya Guan Lin.
"Mn."
Melihat keyakinan Tian Zhi, Guan Lin pun melesat ke arah para pejuang yang masih bertarung mempertahankan desa sunyi dari para siluman yang berusaha masuk lebih dalam kedalam desa sunyi.
Kini pertarungan antara Tian Zhi dan Tian Zhao pun dimulai, keduanya sama-sama menguasai sihir air, namun dapat dilihat bahwa kekuatan Tian Zhi lebih besar dari Tian Zhao.
Tian Zhao di buat kerepotan oleh serangan yang Tian Zhi lancarkan, pisau pisau kecil yang Tian Zhi ciptakan dari sihir air berterbangan menyerang Tian Zhao.
Tian Zhi mengendalikan Pisau pisau kecil yang terbuat dari es itu dengan sempurna, salah satu pisau kecil yang Tian zhi kendalikan melukai lengan sebelah kiri Tian Zhao.
Tian Zhao menahan nafas saat melihat sebelah tangannya yang kini mulai mengeluarkan darah, sementara pisau kecil yang telah berhasil melukai lengan Tian Zhao mencair dan mengalir bersamaan dengan darah yang keluar dari tangan Tian Zhao.
Tian Zhao menggertakkan giginya menahan amarah, pria muda itu sungguh merasa sangat marah karena Tian Zhi berhasil melukainya.
Tian Zhao pun kembali mengumpulkan energi spiritual yang sudah mulai terkuras, Tian Zhao berkonsentrasi penuh dan akan menggunakan jurus terkuatnya yaitu jurus Hail Strom.
Ada rasa bangga juga melihat anak muda yang masih berusia sepuluh tahun sudah bisa menggunakan jurus Hail Strom meski masih di tingkat yang rendah.
Sementara Tian Zhi juga menggunakan jurus yang sama untuk menangkis serangan Tian Zhao. Setelah keduanya beradu kekuatan dengan jurus yang sama, akhirnya Tian Zhi berhasil memukul mundur Tian Zhao.
Tian Zhao terdorong kebelakang sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakit, darah pun menyembur dari mulutnya karena mengalami luka dalam.
Tian Zhi telah menguasai jurus Hail Strom sampai tahap menengah, sehingga bisa dengan mudah menyerang balik Tian Zhao dengan jurus yang sama.
Merasa tidak sanggup lagi untuk melanjutkan pertarungan dengan kondisinya yang sudah terluka, Tian Zhao pun segera mengeluarkan giok teleportasi yang sama seperti yang di gunakan oleh Guan Lin.
Dengan sisa energi spiritual yang ia punya, Tian Zhao pun menyalurkan energinya pada giok teleportasi yang ia pegang lalu menghilang dalam sekejap.
Tian Zhao meninggalkan para pasukannya yang masih berhadapan dengan Guan Lin tanpa ada keraguan sedikitpun.
__ADS_1
Sementara Tian Zhi mengatur kembali nafasnya yang juga sudah mengeluarkan banyak energi spiritual.
Pemimpin Gong Fai berjalan dengan tertatih-tatih mendekat ke arah Tian Zhi, ia berusaha menyeret sebelah kakinya yang mendapat luka tebasan dari salah satu pengawal setia Tian Zhao.
"Apa tuan muda Tian terluka?" tanya pemimpin Gong Fai dengan cemas.
"Hanya kelelahan saja, sebaiknya tuan Gong Fai segera mengobati luka tuan terlebih dahulu!" Tian Zhi merasa prihatin melihat kondisi pemimpin Gong Fai yang sudah bersimbah darah.
"Terimakasih karena sudah berjuang untuk desa sunyi," ucap Tian Zhi dengan tulus.
"Ini sudah menjadi kewajibanku sebagai pemimpin desa ini, seperti yang sudah ku janjikan sebelumnya."
Tian Zhi pun memapah pemimpin Gong Fai ketempat yang lebih nyaman, semua para petarung juga melakukan hal yang sama.
Bagi yang masih sanggup berdiri, maka akan membantu teman sesama petarung yang mendapatkan luka yang lebih parah.
Di sisi lain, Guan Lin berhasil membantu para pejuang melumpuhkan sisa-sisa pasukan siluman. Guan Lin tidak menggunakan pedang tetapi menggunakan tongkat untuk bertarung melawan para siluman.
Setelah para siluman itu sudah dilumpuhkan oleh Guan Lin, barulah para pejuang mengambil alih dalam mengakhiri nyawa para siluman.
Sampai saat ini, hati Guan Lin masih menolak untuk menghabisi nyawa seseorang, walaupun orang itu adalah jelmaan dari siluman.
***
Para penjaga gerbang akademi pedang dan sihir dikejutkan oleh kedatangan pasukan siluman laba laba yang dipimpin oleh seorang pria berjubah hitam.
Tanpa memberi peringatan para siluman laba laba itu menyerang penjaga yang masih terpaku karena melihat jumlah siluman laba laba yang begitu banyak.
Penjaga gerbang itu langsung mencabut pedang yang terselip di pinggangnya untuk menebas jaring yang hampir saja mengenainya.
"Cepat laporkan pada ketua!" ucap salah satu penjaga.
Penjaga gerbang yang berdiri paling belakang segera berlari ke arah aula ketua, para siswa yang melihat penjaga gerbang berlari dengan tunggang langgang segera melihat keributan yang ada di depan gerbang akademi.
__ADS_1
Para siswa sangat terkejut saat tiba di gerbang akademi, mereka melihat banyak sekali siluman laba laba yang berusaha untuk masuk kedalam akademi.
Para siswa pun langsung membantu melawan para siluman laba laba, namun dengan kemampuan yang tidak begitu seberapa para siswa pun terperangkap oleh jaring pengikat siluman laba laba.