
Matahari bersinar cerah, sinarnya memberikan kehangatan bagi semua umat manusia. Semua orang di markas sudah berbaris rapi untuk kembali berperang, penguasa Tian Ma mengucapkan beberapa patah kata sebagai penyemangat sebelum semua orang kembali berperang.
Semua petarung menyambut dengan sorak penuh semangat sampai suaranya menggema di markas peristirahatan.
Dengan langkah pasti semua orang mulai berjalan ke Medan pertempuran, meski telah banyak kehilangan saudara sesama petarung, namun tidak menyurutkan sedikitpun semangat mereka untuk kembali bertarung sampai titik darah penghabisan.
***
Jia Li dan Jing Mi melihat tiga sosok muncul secara tiba-tiba di perbatasan timur, karena rasa penasaran Jia Li pun mengendap-endap dari balik pepohonan dan memperhatikan dua dari tiga sosok itu memasuki wilayah bangsa siluman. Jia Li mengenali salah satu dari dua sosok itu dan Jia Li yakin itu adalah jelmaan dari induk siluman laba laba.
Namun Jia Li maupun Jing Mi tidak mengetahui sosok wanita cantik yang tetap tinggal di perbatasan dan mengambil posisi duduk bersila, kemungkinan wanita cantik itu hendak bermeditasi. Setelah wanita cantik itu mulai bermeditasi, sekeliling wanita cantik itu diliputi oleh aura kegelapan yang sangat pekat.
Tidak mau mengambil resiko, Jia Li dan Jing Mi memutuskan untuk segera melaporkan apa yang mereka lihat melalui burung cantik yang sebelumnya di berikan Lien Hua.
Setelah diikatkan sepucuk surat pada kakinya, burung cantik itu langsung terbang dengan kecepatan kilat di ketinggian, tidak membutuhkan waktu lama burung cantik itu sudah hilang dari pandangan Jia Li dan Jing Mi.
***
Dipusat kota Tian Zhi sedang mengerjakan tugas beberapa laporan harian, saat terfokus pada berkas-berkas ditangannya, kembali Tian Zhi kedatangan seekor burung cantik yang tiba-tiba hinggap di pundaknya.
Tian Zhi yang sudah faham dengan maksud kedatangan burung cantik itu segera melepaskan ikatan yang ada di kakinya, dengan perlahan Tian Zhi membuka surat yang ada di tangannya dan mulai membacanya.
"Ada apa?" tanya Guan Lin.
Tian Zhi menyerahkan surat yang telah ia baca pada Guan Lin, Guan Lin pun mulai membacanya. Berbeda dengan respon Tian Zhi yang terlihat tenang-tenang saja, respon Guan Lin sangatlah mengejutkan.
"Ini tidak bisa dibiarkan, jangan-jangan wanita itu adalah siluman rubah!" ucap Guan Lin.
"Kalau perkiraanku benar, para siluman itu memanfaatkan kematian untuk dijadikan sumber energi mereka," ucap Tian Zhi.
"Aku juga sependapat denganmu, para siluman itu akan menjadi semakin bertambah kuat setelah menyerap aura kematian."
__ADS_1
"Maka dari itu kita harus menghentikan peperangan yang sedang terjadi di perbatasan," ucap Guan Lin.
"Tapi penguasa Utara sama sekali tidak mau menyetujui untuk berdamai, beliau sama sekali tidak percaya dengan semua yang telah terjadi di kota ini adalah ulah dari para siluman."
"Itu mudah saja, kau susun rencana untuk menghentikan siluman itu kembali membuat kekacauan! Masalah penguasa Utara biar aku yang menanganinya."
*
Setelah menyelesaikan tugas pertamanya, kini burung cantik kembali terbang di ketinggian, tujuan selanjutnya adalah desa terbuang, burung cantik akan melaporkan secara langsung pada tuannya tentang apa yang burung cantik itu amati selama burung cantik itu berada di perbatasan.
Lien Hua sangat terkejut mendapat laporan dari burung cantik peliharaannya, bagaimana tidak, burung cantik itu melaporkan hal penting yang tidak sama sekali di ketahui oleh Jia Lin maupun Jing Mi.
Lien Hua segera menemui sang kakek dan melaporkan semua yang telah burung cantik sampaikan, terutama tentang siluman rubah yang akan membuka segel yang mengurung tuannya yaitu sang penguasa siluman naga batu.
"Kita harus segera menghentikan siluman rubah itu, jangan sampai kita terlambat kembali untuk menghentikannya!" ucap tetua Yu.
"Kakek benar, kalau begitu izinkan Lien Hua untuk pergi ke perbatasan timur!"
"Kakek tidak usah khawatir, Yue Yin akan ikut bersama Hua'er dan Yue Yin berjanji akan melindungi Hua'er!" ucap Yue Yin yang tidak sengaja mendengar perbincangan Lien Hua dan tetua Yu.
"Kakek akan ikut bersama kalian."
"Sebaiknya tetua Yu tetap di akademi untuk berjaga-jaga, biar aku saja yang pergi bersama senior Yue Yin dan Nona Lien Hua," ucap Ming Shu yang tiba-tiba memasuki ruangan tetua Yu.
"Baiklah, kalian harus berhati-hati," pesan tetua Yu.
Tanpa menunda waktu ketiga pemuda itu pergi dari akademi menuju pusat kota, sebelum ke perbatasan timur mereka harus berdiskusi terlebih dahulu bersama Tian Zhi dan Guan Lin.
Pang Xiongmao menguntit dibelakang, untuk kali ini Pang xiongmao tidak mau hanya duduk diam, sudah terlalu lama Pang Xiongmao bermain-main di akademi bersama para siswa junior dan sekarang sudah saatnya Pang Xiongmao juga ikut beraksi.
Pang Xiongmao memang bukan hewan biasa, sebelumnya Pang Xiongmao selalu berlatih ilmu bela diri dibawah bimbingan tuannya, seorang sesepuh yang hidup menyendiri telah menjadi guru dari Pang Xiongmao. Dan cincin penyimpanan yang Pang xiong Mao berikan pada Guan Lin adalah peninggalan dari sang guru, sebelum meninggal sesepuh itu memberikan cincin penyimpanan dan tongkat bambu pada Pang xiongmao.
__ADS_1
Maka dari itu Pang Xiongmao masih bisa bertahan setelah menerima serangan dari jelmaan siluman berjubah hitam saat di desa sunyi, jika itu hewan biasa sudah pasti akan mati ditempat saat itu juga.
***
Guan Lin ber teleportasi ke desa sunyi dan muncul tepat di tempat peristirahatan pasukan petarung, tabib Lien sampai terperanjat kaget melihat kemunculan Guan Lin yang secara tiba-tiba di depannya.
"Hei anak muda, bisakah kau tidak muncul secara tiba-tiba di hadapanku?! Kau telah membuat jantung tuaku ini hampir terlepas dari tempatnya!" protes tabib Lien.
"Maaf nek, aku tidak sengaja," Guan Lin tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hm, anak muda jaman sekarang memang suka bertindak sesuka hati!" tabib Lien masih menggerutu sambil berjalan meninggalkan Guan Lin.
Guan Lin mengedarkan pandangannya dan mendapati sang ibu sedang memeriksa kondisi beberapa petarung yang sedang terluka, Guan Lin pun berjalan mendekat pada sang ibu.
"Ibu," panggil Guan Lin.
Tetua Nuwa langsung menoleh ke sumber suara, senyum di wajah tetua Nuwa terbit setelah melihat anak semata wayangnya.
"Lin'er, ada apa nak? Kenapa jauh-jauh mencari ibu?" tanya tetua Nuwa dengan suara lembut.
"Ada hal penting yang ingin Guan Lin sampaikan pada Paman penguasa ibu."
"Hal penting apa Lin'er?"
"Senior Jia Li dan senior Jing Mi melaporkan bahwa siluman rubah kembali muncul dan kini siluman rubah itu sedang bermeditasi di perbatasan timur."
"Penguasa Tian Ma sedang berperang di perbatasan Utara, sebaiknya kau tunggu sampai matahari terbenam!"
"Tidak bisa ibu, semakin banyak korban jiwa, maka semakin kuatlah siluman rubah itu. Bagaimana kalau siluman rubah itu berhasil membebaskan sang penguasa siluman naga batu?!"
Tetua Nuwa tidak bisa membantah, memang benar yang putranya katakan, pertumpahan darah ini harus segera di hentikan jika tidak, siluman rubah itu akan berhasil membebaskan sang penguasa siluman naga batu.
__ADS_1
Tetua Nuwa memutuskan untuk pergi ke lokasi perang bersama Guan Lin, masalah ini bukanlah masalah biasa, jika dibiarkan para siluman itu akan kembali menindas umat manusia dibawah kekuasaan sang penguasa naga batu. Bahkan kemungkinan besar sang penguasa siluman naga batu akan balas dendam setelah dia terbebas dari segelnya.