Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur


__ADS_3

Diperbatasan timur, Guan Lin dan kedua orang tuanya sibuk membangun sebuah bangunan yang berukuran sangat luas namun tidak seluas bangunan akademi pedang dan sihir sebelumnya, Guan Lin merancang sendiri penempatan bangunan-bangunan yang nantinya akan ditempati oleh semua anggota sektenya.


Ketua Guan Lao mengikuti apa yang menjadi pengaturan Guan Lin, ketua Guan Lao sangat kagum pada anak semata wayangnya yang kini sudah beranjak dewasa. Guan Lin tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dan juga cerdas. Guan Lin juga tumbuh menjadi pemuda yang kuat dan bijaksana.


Pang Xiongmao juga sibuk membantu tetua Nuwa mengangkat barang dan menyusunnya supaya terlihat lebih rapi, para siswa senior juga banyak yang ikut membantu dan nantinya mereka akan bergabung bersama sekte yang Guan Lin pimpin.


Membutuhkan waktu sekitar 3 bulan sampai sekte di perbatasan timur selesai dibangun, kini tibalah saatnya sekte yang akan Guan Lin pimpin resmi akan dibuka.


Di acara pembukaan sekte, ketua Guan Lao mengundang penguasa Tian Ma dan para pemimpin dari beberapa desa. Tidak lupa ketua Guan Lao juga mengundang tetua Ming Hao, tetua Yu dan tabib Lien.


*


"Saya sebagai penguasa kota timur mengumumkan bahwa sekte bambu awan sudah resmi dibuka, bagi siapa saja yang ingin bergabung silahkan mendaftar di tempat pendaftaran yg telah disediakan!" ucap penguasa Tian Ma dengan suara yg penuh wibawa.


"Selamat ketua Guan Lin."


semua orang mengucapkan selamat pada ketua Guan Lin, seorang ketua sekte termuda yang pernah ada di kota timur.


Empat sekte yang di bentuk di bawah naungan penguasa kota timur telah terbentuk yaitu.




Sekte Bulan Sabit yang dipimpin oleh Yue Yin diperbatasan barat.




Sekte Cahaya Bintang yang dipimpin oleh Lien Hua diperbatasan selatan.




Sekte Pedang Pelangi yang dipimpin oleh Ming Shu diperbatasan Utara.


__ADS_1



Sekte Bambu Awan yang dipimpin oleh Guan Lin diperbatasan timur.




***


Ditempat pelatihan khusus para petarung kini sedang dibuka pendaftaran kompetisi pemilihan pengawal pribadi untuk dijadikan pengawal pribadi sang penguasa kota Utara. Siapa saja yang mempunyai kekuatan dan juga kecerdasan diperbolehkan ikut serta dalam kompetisi ini.


Zhi Lin yang juga mendengar pengumuman diadakannya kompetisi pemilihan pengawal pribadi untuk sang penguasa kota merasa tertarik, Zhi Lin bertekad untuk mengikuti kompetisi itu.


Pada awalnya Zhi Lin memang sedang berusaha untuk bisa memasuki kediaman penguasa kota, siapa sangka sang maha pencipta begitu berbaik hati telah berpihak kepadanya.


Zhi Lin ingin mencari tahu kebenaran yang selalu mengganjal dalam pikirannya. Dengan adanya kompetisi ini, akan memudahkan Zhi Lin untuk melancarkan aksinya. Bahkan Zhi Lin tidak usah bersusah payah karena Zhi Lin akan selalu berada disamping pemuda berparas tampan yang telah bertukar tempat dengan Zhi Lin disaat mereka baru terlahir ke dunia.


Zhi Lin berpakaian layaknya seorang pria dengan rambut yang disanggul tinggi keatas, berhubung perbedaan pisik Zhi Lin belum terlihat sehingga siapa saja yang melihat Zhi Lin, akan percaya bahwa Zhi Lin adalah anak laki-laki.


Di tempat pendaftaran para peserta yang akan mendaftar mengantri dengan tertib, siapa yang tidak mau menjadi pengawal pribadi sang penguasa kota.


Namun ada persyaratan untuk pendaftaran kompetisi yaitu, batas umur yang ditentukan adalah 10-25 tahun untuk bisa lolos dalam pendaftaran.


Para peserta yang telah mendaftar harus melewati 3 tahap seleksi yaitu.



Adu kecepatan


Adu kekuatan


Adu kecerdasan



Siapa yang lolos dari 3 tahap seleksi ini, maka akan diterima menjadi pengawal pribadi sang penguasa kota.


Acara kompetisi akan dimulai di pagi hari, maka dari itu setelah lolos pendaftaran para peserta akan diberikan nomor urut dan diminta kembali esok di pagi hari.

__ADS_1


*


Penginapan yang biasanya sepi, kini penuh dengan pelanggan yang mampir untuk mengisi perut yang telah keroncongan akibat kelamaan mengantri saat pendaftaran. Sebagian tamu yang datang ada juga yang menyewa kamar penginapan untuk beristirahat.


Zhi Lin memegang erat nomor urut peserta yang tercantum namanya sambil menikmati makan malam didalam kamar penginapan seorang diri.


Dalam hati Zhi Lin bertanya-tanya tentang keputusan yang telah Zhi Lin ambil. Di satu sisi Zhi Lin tidak menginginkan adanya perselisihan dengan siapapun, namun disisi lain seperti ada sesuatu yang terus mendorong keinginan Zhi Lin untuk menguak kebenaran tentang asal usulnya sendiri.


Gambaran tentang dua bayi yang ditukar terus saja berkelebat dalam ingatannya. Dan saat Zhi Lin melihat langsung anak muda yang ada didalam gambaran mimpinya, Zhi Lin merasakan sesuatu yang familiar. Entah itu apa yang pastinya Zhi Lin seperti tertarik untuk selalu mendekat pada anak muda itu.


"Aku tidak menyangka, ternyata anak muda itu adalah sang penguasa di kota ini," batin Zhi Lin.


Zhi Lin terlelap dalam tidurnya setelah bergelut dalam pikirannya sendiri.


Dimalam yang sunyi ini suasana di kota Utara begitu damai dalam keheningan. Sungguh suasana inilah yang selalu dirindukan oleh semua warga kota Utara. Setelah kepergian orang-orang berjubah hitam, kota Utara kini kembali seperti beberapa belas tahun yang lalu, damai dan tenang.


*


Pagi hari yang cerah menyambut para peserta yang akan mengikuti kompetisi pemilihan pengawal pribadi. Seperti yang sudah diterangkan kemarin, para peserta duduk di tempatnya masing-masing setelah menyerahkan nomor urut yang telah tercantum nama dari setiap para peserta.


Sang penguasa Tian Zhao menyaksikan sendiri proses pemilihan pengawal pribadinya, penguasa Tian Zhao ingin melihat langsung bagaiman keahlian dari masing-masing pengawal yang nantinya akan menjadi pengawal pribadinya.


Utusan Jin Hui juga hadir di acara kompetisi menemani penguasa Tian Zhao, sebelum penguasa Tian Zhao benar-benar bisa menjadi seorang penguasa yang adil dan bijaksana, maka utusan Jin Hui akan senantiasa mendampingi penguasa Tian Zhao sesuai perintah dari sang penguasa Tian Ma.


Setelah memberikan beberapa kata sambutan, pemimpin petarung yang di tugaskan untuk menjadi pemimpin di acara kompetisi pun memulai acaranya.


"Baiklah, karena semua para peserta telah berkumpul, maka kita mulai saja acara kompetisinya!" ucap pemimpin petarung.


"Nomor urut dari satu sampai sepuluh harap bersiap di garis yang telah tersedia di lapangan."


"Tugas kalian adalah mengambil lencana yang ada di atas menara dengan kemampuan tercepat kalian, ingat! Tidak ada yang boleh menggunakan kekuatan untuk saling menjatuhkan lawan karena akan didiskualifikasi. Inti dari seleksi ini adalah adu kecepatan."


"Baiklah, kita mulai dengan hitungan ketiga dari sekarang. Satu..... Dua..... Tiga."


Semua para peserta yang siap di lapangan memulai aksi mereka dalam adu kecepatan untuk memenangkan kompetisi di seleksi pertama.


Sorak Sorai dari para penonton menggema di tempat pelatihan khusus para petarung untuk mendukun peserta yang menjadi pilihan mereka masing-masing.


Zhi Lin masih duduk di tempatnya menuggu gilirannya tiba sambil memperhatikan para peserta yang sedang mengeluarkan semua kemampuannya agar bisa menjadi yang tercepat dan mendapatkan mendali yang tergantung di atas menara yang lumayan tinggi itu.

__ADS_1


__ADS_2