
Matahari kembali memancarkan sinarnya dan menerangi seluruh permukaan bumi ini, sinar matahari menerobos masuk kedalam setiap celah yg ada pada bangunan bertingkat yang menjadi tempat peristirahatan para kontestan.
Zhi Lin mengedipkan matanya berulang kali, bulu mata lentiknya bergerak naik turun seirama dengan kedipan kelopak matanya. Zhi Lin beranjak dari tempat tidurnya menuju bilik kamar mandi di arah belakang yang terpisah oleh sekat kayu.
Setelah membersihkan diri, Zhi Lin keluar kamar dan bergabung dengan para peserta lainnya menuju tempat makan.
Didalam ruangan khusus, telah dipenuhi oleh para pejuang yang juga sedang makan sebelum mereka semua bertugas.
Keempat peserta kompetisi, mengantri terlebih dahulu agar mendapat jatah makanan masing-masing. setelah itu mereka duduk di meja yang berada disudut ruangan.
Sambil menikmati hidangan, keempat peserta berbincang-bincang.
**
"Selamat pagi semuanya!" pemimpin acara menyambut semua orang yg hadir di acara kompetisi.
"Kompetisi babak ketiga akan segera dimulai, bagi para peserta, dengarkanlah baik-baik peraturan yang harus dipatuhi."
"Kalian harus masuk kedalam labirin yang ada di depan kita ini, siapa yang berhasil keluar paling awal maka dialah yang menjadi pemenangnya. Didalam sana sudah terpasang banyak jebakan, maka dari itu bukan hanya kekuatan tetapi kalian juga harus menggunakan kecerdasan kalian agar bisa keluar dari dalam labirin itu dengan selamat."
Peserta nomor 2, 4, 5 beserta Zhi Lin sudah bersiap didepan empat pintu yang ada dihadapan mereka. empat pintu itu akan membawa keempat peserta kedalam labirin yang telah di sediakan khusus beserta isinya oleh penguasa Tian Zhao dengan bantuan Yue Yin dan Lien Hua.
"Kita mulai dari hitungan ketiga dari sekarang, Satu... Dua... Tiga."
__ADS_1
Begitu hitungan ketiga, keempat peserta mulai memasuki masing-masing pintu yang ada dihadapan mereka.
Labirin ini sangatlah luas, begitu masuk para peserta sudah disambut oleh jebakan yang telah Lien Hua persiapkan. Akar-akar yang tadinya tidak menunjukan sedikitpun pergerakan, langsung melilit siapa saja disaat para peserta mendekatinya.
Walau mereka di dalam ruangan yang berbeda, namun setiap jebakan dipasang sama persis di setiap ruangan.
Zhi Lin berusaha menghindari akar-akar yg bergelayut di setiap pohon yang terdapat didalam ruangan. Karena Zhi Lin sangatlah peka, maka Zhi Lin berhasil menghindari semua akar yang sudah siap melilit apa saja.
Sementara di ruangan sebelah suara teriakan mulai terdengar, teriakan itu tembus terdengar keluar karena ruangan ini memang tidak memiliki atap.
Setelah berhasil menghindari akar-akar nakal yang berusaha menjangkaunya, Zhi Lin pun berhasil lolos dan segera membuka pintu yang ada di ujung sebelah Utara.
Hening saat Zhi Lin memasuki ruangan yang ada didepannya, Zhi Lin berjalan dengan sangat hati-hati. Saat Zhi Lin menapakkan kaki kirinya tiba-tiba dari arah belakang muncul bola-bola raksasa yang terbuat dari tanah.
Zhi Lin berusaha menghindar, namun bola-bola itu terlalu besar untuk dihindari didalam ruangan yang sempit namun panjang. Bola itu masih saja terus bergelinding semakin mendekat kearah Zhi Lin.
Zhi Lin terus berlari sambil memperhatikan ritme perputaran bola-bola raksasa itu, pada akhirnya Zhi Lin pun mendapatkan pencerahan. Tanah yang terdapat didalam ruangan ini tidaklah rata, terdapat beberapa cekungan dan juga tonjolan didalamnya. Sehingga bola-bola raksasa itu sesekali akan memantul dan kembali menggelinding.
Dengan itu Zhi Lin memperhitungkan waktu yang pas agar Zhi Lin bisa lolos dari hantaman bola-bola raksasa itu. Zhi Lin menarik nafasnya dengan dalam sebelum melakukan aksinya.
Bola-bola raksasa semakin dekat, saat bola-bola raksasa itu memantul ke atas, secepat kilat Zhi Lin melesat sambil merunduk. Sepersekian detik kemudian bola-bola raksasa itu kembali menghantam tanah dan kembali menggelinding semakin cepat, jarak antara bola-bola raksasa itu semakin dekat dengan pintu diujung Utara.
"Bruaak...."
__ADS_1
Suara hantaman bola-bola raksasa yang menghantam pintu Utara sampai hancur. Zhi Lin bisa kembali bernafas dengan lancar saat bola-bola raksasa itu telah hancur beserta pintu dan dinding penghubung keruangan yang lainnya.
Setelah menetralkan kembali perasaannya, Zhi Lin kembali melangkahkan kakinya memasuki ruangan berikutnya.
Berbeda dengan ruangan sebelumnya, ruangan ini terkesan begitu dingin. Perbedaan udaranya juga sangat terasa, ruangan inipun mempunyai langit-langit seperti didalam goa. Zhi Lin kembali waspada, entah apa yang harus Zhi Lin hadapi didalam ruangan ini.
Saat Zhi Lin melangkahkan kakinya yang kesepuluh, pendengaran Zhi Lin menangkap suara halus seperti angin berhembus. Dari arah samping melesat beberapa jarum es runcing, hampir saja Zhi Lin kena tusukan jarum es itu, namun dengan sigap Zhi Lin langsung menghindar.
Jarum es itu menghantam dinding dan menimbulkan suara ledakan yang tidak seberapa. Dan ternyata suara ledakan itu memancing kembali aktifnya jebakan selanjutnya.
Hujan bongkahan es dari atas terus turun satu persatu dan akhirnya turun keroyokan, Zhi Lin sempat kelabakan menghindari bongkahan es yang terus berjatuhan semakin banyak. Zhi Lin memusatkan energi pada kedua kakinya, dengan begitu zhilin mampu melesat lebih cepat menghindari bongkahan es yang terus berjatuhan sampai di ujung pintu Utara.
Saat Zhi Lin berusaha membuka pintu yang ada di depannya, kembali Zhi Lin harus menghindari panah-panah es yang terus melesat dari sisi kirinya.
Sudah tidak ada lagi waktu untuk meladeni panah-panah ini, Zhi Lin mengumpulkan energi spiritual pada kedua telapak tangannya. Bersamaan dengan hantaman energi pada pintu yang kini sudah terbuka, satu anak panah berhasil melukai lengan kiri Zhi Lin.
Dengan sisa-sisa kekuatannya Zhi Lin melesat keluar dari dalam ruangan yang suhunya sangatlah dingin. Meski Zhi Lin mendapat luka pada bagian lengan kirinya, namun Zhi Lin telah berhasil lolos menjadi peserta yang pertama keluar dari dalam labirin.
Semua orang bertepuk tangan saat melihat Zhi Lin keluar dari dalam labirin. Penguasa Tian Zhao mengangguk puas melihat Zhi Lin yang ternyata lolos yang paling pertama, maka dari itu Zhi Lin akan menjadi pengawal pribadinya.
Lien Hua menghampiri Zhi Lin berniat untuk menyalurkan energi penyembuh pada Zhi Lin. Namun saat Lien Hua menyentuh Zhi Lin, Lien Hua bisa merasakan aura yang tidak asing yaitu aura kegelapan. Aura yang biasanya digunakan para siluman untuk dijadikan energi kegelapan.
"Siapa kau sebenarnya?"
__ADS_1
"A-aku... Aku Zhi Lin, salah satu peserta yang mengikuti acara kompetisi," jawab Zhi Lin dengan gugup.
"Bukan itu yang kutanyakan," Lien Hua kembali memeriksa energi yang terdapat pada Zhi Lin, Sesaat kemudian Lien Hua kembali membuka matanya dan langsung berucap, "Kau adalah jelmaan siluman."