Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Akhir cerita/tamat


__ADS_3

Tian Zhao menghampiri Zhi Lin yang tergolek lemah di atas tanah, Tian Zhao pun membangunkan Zhi Lin dan menyandarkannya di pangkuannya. Dengan mulut yang berlumuran darah Zhi Lin berusaha menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.


"Apa yang kau lakukan, kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?" Tian Zhao bertanya sambil mengelap sudut bibir Zhi Lin mengenakan ujung kain lengannya.


"Ma'af," ucap Zhi Lin lirih.


"Untuk apa?"


"Ini yang terbaik."


Tian Zhao memejamkan matanya, berat bagi Tian Zhao untuk menerima semua kenyataan yang baru saja ia ketahui.


"Terimakasih."


Setelah mengucapkan terimakasih, Zhi Lin pun menghembuskan nafas terakhirnya didalam pangkuan Tian Zhao. Energi kegelapan menguar begitu saja dalam tubuh Zhi Lin, energi kegelapan itu berterbangan ke segala arah dengan sangat cepat.


Setetes air turun begitu saja membasahi punggung tangan Tian Zhao, ia pun menengadah keatas memastikan asal sumber air yg menetes itu.


Namun langit saat ini telah kembali cerah setelah beberapa saat mendung tertutup awan hitam, sudah bisa dipastikan bahwa tetesan air itu bukanlah berasal dari langit.


Yue Yin dan Lien Hua menghampiri Zhi Lin dan Tian Zhao, sentuhan lembut mendarat di pundak Tian Zhao membangunkan Tian Zhao dari keterpurukannya.

__ADS_1


"Kami dilahirkan pada hari dan waktu yg sama, kenapa semua menjadi seperti ini?"


"Itu sudah menjadi keputusannya, maka hargailah apa yg telah menjadi keputusan saudara kita!" ucap Yue Yin sambil menepuk pelan bahu Tian Zhao.


"Dia lebih memilih menghukum dirinya sendiri daripada menyerang ku, akan lebih baik jika dia menyerang ku saja, dengan begitu aku tidak akan merasa tidak berdaya seperti ini."


Memang benar bahwa Zhi Lin menggunakan energi kegelapan yang memaksanya membunuh Tian Zhao untuk menyerang dirinya sendiri. Saat energi itu mulai mengamuk, Zhi Lin berhasil menggunakan energi kegelapan itu untuk menyerang dirinya sendiri. Setelah beberapa hari Zhi Lin tinggal di kota Utara, sedikit banyak Zhi Lin mendengar para warga menceritakan tentang bangsa siluman yang telah menjadi musuh terbesar umat manusia.


Setelah mendapat berbagai macam informasi, Zhi Lin pun menggabungkan semua dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Dan setelah mengetahui tentang jatidirinya yang sebenarnya, Zhi Lin pun lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri daripada harus membunuh saudara ataupun umat manusia yg lainnya.


"Mn, terimakasih kakak."


Tian Zhao kembali pada mode penguasanya, dengan aura kepemimpinannya Tian Zhao memerintahkan para petarung untuk membereskan sisa-sisa kekacauan akibat amukan energi kegelapan.


***


10 Tahun kemudian...


Tian Zhi telah resmi menjadi penguasa kota timur, sang penguasa Tian Ma memberikan posisinya kepada anak semata wayangnya untuk melanjutkan kepemimpinan kota Utara.

__ADS_1


Semua orang turut merayakan perayaan yang diadakan untuk menyambut kepemimpinan baru, keempat sekte yang berada didalam naungan sang penguasa kota juga turut memeriahkan acara spesial ini.


Bahkan penguasa kota Utara turut hadir di acara besar ini, semua orang berkumpul di tengah aula menikmati sajian dan hiburan sambil bercengkrama.


Para tetua duduk dalam satu lingkaran yang terdiri dari tetua Yu, tetua Lien, tetua Tian Ma, tetua Guan Lao, tetua Ming Hao dan tetua Nuwa. Begitupun utusan Hong Li beserta utusan Jin Hui, senyum terpancar di setiap wajah-wajah yang kini semakin menua.


Wajah-wajah yang biasanya selalu terpasang ketegasan, kini wajah-wajah ini menunjukan rona yang menenangkan.


Berbanding terbalik dengan lingkaran satunya. Dimana lingkaran ini terdiri dari penguasa Tian Zhi, ketua Guan Lao, ketua Ming Shu, ketua Yue Yin, ketua Lien Hua dan penguasa Tian Zhao. Wajah-wajah muda inilah yang kini terpasang ketegasan, tanggung jawab yang besar kini harus mereka emban dari mulai sekarang sampai generasi berikutnya.


Kematian sang penguasa siluman naga batu dan Siluman rubah, membuat banyak perubahan dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak adalagi perang besar antara umat manusia dan bangsa siluman. Akan tetapi, tidak adanya perang besar bukan berarti tidak ada perselisihan. Sampai saat ini, beberapa diantara bangsa siluman seringkali mengganggu umat manusia.


Begitupun didalam kehidupan umat manusia, tidak ada yang namanya kesempurnaan. Hitam dan putih selalu saja ada, itulah yang disebut keseimbangan dalam kehidupan.


Terlepas dari perselisihan dengan bangsa siluman, umat manusia juga seringkali berselisih dengan sesama manusia.


Dunia semakin maju, umat manusia pun semakin pintar dari generasi ke generasi berikutnya. Meski begitu, beberapa umat manusia seringkali tidak bisa mengalahkan hawa nafsunya, keinginan untuk menjadi yang terkuat telah menjadikan sosok yang penuh ambisi.


~TAMAT~

__ADS_1


__ADS_2