
Tian Zhi masih setia duduk di samping Guan Lin, Tian Zhi akan menunggu teman baiknya itu sampai Guan Lin terbangun.
"Guan Lin hanya kelelahan saja, setelah istirahat dengan cukup maka Guan Lin akan baik-baik saja," Ucap Lien Hua setelah ia selesai memeriksa keadaan Guan Lin.
"Sepertinya saat ini kondisi tuan muda Tian lah yang sedang tidak baik-baik saja," kembali Lien Hua berkata.
"Saya merasa sudah lebih baik," jawab Tian Zhi.
"Kau dengar sendiri kan kawan, kondisiku saat ini baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat. Jadi jangan terlalu memikirkan ku," Ucap Guan Lin yang ternyata sudah terbangun dan mendengarkan perbincangan antara Tian Zhi dan Lien Hua.
"Apa kau terluka Tian Zhi?" Terdapat raut cemas di wajah Guan Lin saat tau teman baiknya kini sedang tidak baik baik saja.
"Hanya luka kecil," Jawab Tian Zhi.
"Dimana Pang Xiongmao?" Guan Lin mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan bertanya saat tidak mendapati panda gendut itu.
"Maksudmu panda yang datang bersama mu?" Ucap Ming Shu yang tiba-tiba datang bersama Yue Yin dan yang lainnya.
"Dia ada di ruangan sebelah," Jawab Lien Hua.
"Bagaimana keadaannya?" kembali Guan Lin bertanya
"luka dalam yang panda itu alami cukup parah, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkannya, karena luka yang panda itu alami bukan luka biasa," Terang Lien Hua.
"Apa dia sudah bangun dari pingsannya?" Guan Lin sangat mengkhawatirkan kondisi Pang Xiongmao.
"Masih belum, panda itu masih tertidur setelah dia diobati oleh nona Lien," jawab Yue Yin.
"Salam tuan muda Tian, semua pengkhianat kini sudah kami kumpulkan di kediaman penguasa kota," ucap Feng Ying yang baru saja tiba dan langsung melapor.
"Terima kasih, saya akan segera kesana," ucap Tian Zhi.
"Tapi tuan muda Tian, kami tidak bisa menemukan utusan Xing Zhu, kami sudah berusaha mencarinya kemana-mana tapi masih juga belum dapat di temukan," kembali Feng Ying melaporkan.
__ADS_1
"Tidak usah lagi di cari, karena dia telah pergi bersama siluman laba laba entah kemana, mereka berdua menghilang begitu saja di depan mataku!" ucap utusan Hong Li yang juga baru datang dan langsung bergabung.
"Paman, kau di sini?" tanya Tian Zhi.
"Yah, yang mulia yang mengutus ku untuk melindungi tuan muda, maaf sebelumnya karena saya telah lalai dalam menjalankan tugas sehingga tuan muda jadi terluka!" ucap utusan Hong Li merasa bersalah.
"Bukan masalah paman, sekarang aku sudah baik baik saja," jawab Tian Zhi.
"Saya telah ceroboh, saat saya melihat utusan Xing Zhu, saya tidak bisa menahan amarah setelah saya tau bahwa utusan Xing Zhu telah berkhianat. Kami sempat terlibat dalam perkelahian sebelum kedatangan salah satu siluman laba laba yang menyerang saya secara tiba tiba."
"Setelah itu utusan Xing Zhu dan siluman laba laba itu menghilang dalam sekejap," Terang utusan Hong Li.
"Kalau begitu, sebaiknya kita menanyai para pengkhianat itu di kediaman pemimpin desa," ucap Tian Zhi.
Semua orang pun setuju dan ikut serta bersama Tian Zhi pergi ke kediaman pemimpin desa, Guan Lin juga memaksa untuk ikut dan pada akhirnya Tian Zhi memperbolehkannya untuk ikut serta ke kediaman pemimpin desa.
Pandangan Yue Yin terus tertuju pada Lien Hua, ingin sekali Yue Yin bertanya masalah pribadi kepada Lien Hua, namun Yue Yin berfikir ini bukanlah waktu yang tepat, pada akhirnya Yue Yin hanya bisa memendam berbagai macam pertanyaannya di dalam hati.
"Kenapa senior Yue Yin diam saja? Ini seperti bukan senior Yue Yin yang aku kenal!" ucap Ming Shu dengan sok akrab.
"Kau tau apa tentangku?! lebih baik urusi saja teman teman mu yang terluka itu, tidak usah sok memperhatikanku!" ucap Yue Yin dengan sinis.
"Nah, itu baru senior Yue Yin yang ku kenal," ucap Ming Shu dengan senyum seringainya.
Yue Yin hanya mendengus dan pergi dengan cepat meninggalkan Ming Shu yang berjalan beriringan bersama Tian Zhi, Guan Lin dan Lien Hua.
"Sepertinya kau mendapat teman baru Ming Shu, ini sangat bagus, aku ikut senang untukmu," ucap Guan Lin.
"Teman apanya, dia itu tidak beda jauh denganmu, sama sama tukang nyinyir, sepertinya kau jauh lebih cocok untuk menjadi temannya!" jawab Ming Shu.
"Aku ini memang suka berteman dengan siapa saja, tapi aku bukan orang tukang nyinyir, mungkin kau saja yang terlalu perasa. Benarkan Tian Zhi?" kini Guan Lin berusaha melibatkan Tian Zhi dalam obrolannya.
Namun seperti biasa, Tian Zhi sama sekali tidak mau terlibat dalam perdebatan antara Ming Shu dan Guan Lin, Tian Zhi hanya terus memandang ke depan seolah olah Tian Zhi tidak mendengar perdebatan Guan Lin dan Ming Shu.
__ADS_1
Tidak lama kemudian merekapun sampai di kediaman pemimpin desa, begitu mereka memasuki gerbang mereka langsung di suguhkan pemandangan dari sekelompok orang penghianat di desa sunyi.
Feng Ying sengaja mengikat para pengkhianat itu dan mengumpulkannya menjadi satu di halaman depan kediaman pemimpin desa.
"Tuan muda, inilah sekelompok pengkhianat di desa sunyi, dan yang mengenakan pakaian berwarna merah itu adalah pemimpin di desa ini yang di tunjuk oleh siluman laba laba," Ucap Feng Ying.
Pemimpin desa yang melihat kedatangan Tian Zhi langsung beringsut dan bersujud di kaki Tian Zhi.
"Mohon ampuni saya tuan muda, sebenarnya saya hanyalah pelayan pribadi pemimpin desa terdahulu. Saya sungguh terpaksa mengikuti perintah para siluman itu, mereka sangat kejam dan tidak berperasaan. Saya menyaksikan sendiri bagaimana para siluman itu membantai pemimpin desa sebelumnya bersama semua anak dan juga istrinya, bahkan semua para pelayan yang tidak mau mengikuti ucapan para siluman itu juga tidak luput dari pembantaian!" ucap si pemimpin desa.
"Dan pada saat itu, utusan Xing Zhu berusaha menolong kami, namun beliau di ancam oleh para siluman itu, jika sampai utusan Xing Zhu berani melaporkan pada penguasa kota maka seluruh keluarga utusan Xing Zhu akan mereka bunuh. Awalnya utusan Xing Zhu tidak percaya dan tetap akan pergi untuk melapor pada sang penguasa kota, namun tiba tiba istri dan anaknya muncul di hadapan kami bersama siluman laba laba yang mereka panggil dengan sebutan kakak kesatu. Pada akhirnya utusan Xing Zhu mengikuti perintah para siluman laba laba!" terang si pemimpin desa dengan panjang lebar.
"Apa kau tau para siluman itu datang dari mana? Kurasa mereka semua punya tempat lain sebelum mereka menempati desa ini!" ucap Tian Zhi.
"Saya kurang tau tuan muda, hanya saja... Pernah suatu waktu, saya pernah mencuri dengar saat mereka berkumpul dan membicarakan hal serius. Salah satu dari mereka ada yang menyebutkan kota Utara. Dan mereka juga menyebutkan nama..... siapa ya? sepertinya aku sedikit lupa, kalau tidak salah mereka menyebutkan nama Tian Bo... Ah, tidak, bukan itu. Tapi Tian ba... Ah, tidak tidak, juga bukan itu. Tapi Tian......."
"Tian Bao," Ucap Yue Yin sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Ah... Ya, itu. Tian Bao, nona pintar sekali menebak," ucap si pemimpin dengan penuh semangat.
Tian Zhi langsung menoleh pada Yue Yin, pasalnya, di kota timur ini tidak ada satu orang pun yang mengetahui nama asli dari pamannya.
"Apa senior Yue Yin mengenalnya?" Tanya Tian Zhi
"Ah, tuan muda terlalu sungkan, panggil saja Yue Yin," ucap Yue Yin merasa tidak enak di panggil senior oleh seorang calon pemimpin kota di masa depan.
"Apa nona Yue Yin mengenalnya?" Tian Zhi mengulang pertanyaannya kembali dengan sebutan nona bukan senior pada Yue Yin.
"Itu..... Sebenarnya....." Yue Yin merasa ragu untuk mengatakannya.
Kemudian Yue Yin memberi isyarat kepada Tian Zhi untuk mendekatkan telinganya, Tian Zhi pun mendekat kearah Yue Yin, Yue Yin pun membisikan sesuatu ke telinga Tian Zhi.
Seketika mata Tian Zhi membulat sempurna setelah mendengar apa yang Yue Yin bisikan.
__ADS_1