Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir
Tongkat bambu kesayangan


__ADS_3

Guan Lin berbalik dan mendapati seorang gadis cantik dengan bola mata berwarna hijau, gadis itu sedang berdiri tidak terlalu jauh di belakangnya.


"Nona Lien Hua, kau juga ada di sini!" Guan Lin bertanya sambil melangkahkan kakinya menghampiri Lien Hua.


Sementara Yue Yin hendak memprotes Guan Lin yang pergi meninggalkannya begitu saja, namun urung karena melihat seorang gadis yang terlihat seperti familiar baginya.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa berada di sini, bukankah kau terjatuh kedalam jurang?" ucap Lien Hua.


"Ah ya, itu.... benar. Aah... Pasti kera nakal itu yang telah memberitahumu, Benarkan?!" tebak Guan Lin.


"Mn," Lien Hua pun mengangguk.


"Pria berjubah hitam itu, mereka adalah jelmaan dari siluman laba-laba jadi kalian jangan menahan kekuatan kalian untuk menghadapinya!" ucap Lien Hua dengan tegas.


Si pria berjubah hitam merasa bahwa kini nyawanya sudah berada di ujung tanduk, ia pun segera melakukan panggilan lewat pikirannya.


"Kakak ke empat, tolong kami, markas diserang oleh sekelompok petarung!" ucap si adik ke lima.


"Bertahanlah, kakak ke empat akan segera kesana!" Kakak ke empat kini langsung melesat ke arah timur menuju markas.


"Kenapa mereka sampai tau dan bahkan sampai berani menyerang markas?!" gumam kakak ke empat.


Kakak ke empat melompat dari atap ke atap dan dari dahan pohon ke dahan pohon lainnya, sambil melompat kakak ke empat terus berpikir. "Pasti sudah ada yang berkhianat di desa ini, dasar bajingan. Siapapun orang yang telah berani berkhianat, akan ku pastikan si pengkhianat itu akan menerima akibatnya."


Sambil menunggu kakak ke empatnya tiba, adik ke lima kembali mencoba mengumpulkan energi dari aura kematian.. Para siluman telah mendapatkan pembelajaran dari siluman rubah untuk mengolah aura kematian menjadi energi kegelapan.


Berbeda dengan umat manusia yang menyerap energi murni dari alam, Para siluman menggunakan aura kematian sebagai energi. Maka semakin banyak kematian, semakin banyak pula energi yang bisa mereka serap.


Sedikit demi sedikit adik ke lima bisa mengumpulkan kembali energinya, dan saat merasa cukup, ia segera merubah wujudnya menjadi laba laba raksasa.


*


Saat siluman laba laba berada di wujud aslinya, maka kekuatannya lebih tinggi di bandingkan saat mereka berwujud manusia.


Dan adik kelima mempunyai kekuatan di urutan kelima dari seratus bersaudara, mereka semua menetas dari telur pertama siluman laba laba.

__ADS_1


Saat siluman laba laba betina berhasil di bawa kabur oleh siluman rubah, pada saat itu siluman laba laba sudah menyimpan seratus telur laba laba bersamanya.


Seratus anak pertama siluman laba laba itu adalah hasil dari perkawinannya bersama siluman laba laba jantan, maka seratus anak laba laba pertamanya, asli keturunan siluman laba laba.


Para siluman laba laba mengikuti perintah siluman rubah untuk membuat sebuah pasukan, siluman rubah ingin menyerang kembali umat manusia seperti beberapa ratus tahun yang lalu.


Setelah siluman rubah telah meningkatkan kembali kekuatannya, maka tidak lama lagi siluman rubah akan menghancurkan segel yang sekarang sudah semakin melemah. Segel yang selama ini telah mengurung sang penguasa siluman naga batu dan juga para siluman lainnya.


Siluman rubah dengan otak cerdiknya, telah menyusun siasat licik untuk memporak porandakan dataran timur sekali lagi.


*


Panda yang merasakan pergerakan dari alas duduknya, kini berdiri dan melihat apa yang telah panda itu duduki.


Mata panda itu membulat saat melihat perubahan wujud dari Manusi menjadi laba laba, panda itu mengeratkan pegangannya pada sebatang bambu kesayangannya.


Semua orang juga membulatkan mata, merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Laba laba itu membuka mulutnya dan menyemburkan jaring ke arah Ming Shu, namun dengan sigap Ming Shu menghempaskan api dari tangannya dan berhasil membakar jaring yang siluman laba laba itu semburkan.


Ming Shu segera menghindar ke samping, alhasil racun yang laba laba itu semburkan tidak mengenai sasaran dan malah mengenai pohon yang sebelumnya berada di belakang Ming Shu, seketika pohon itu berubah menjadi kering.


"Serangan yang menakjubkan," Gumam Guan Lin.


"Tidak baik mengagumi kekuatan dari musuhmu sendiri, anak muda!" dengus Yue Yin.


"Kita harus membantunya!" Yue Yin melesat dan bergabung bersama Ming Shu untuk melawan siluman laba laba.


Sementara Guan Lin memanyunkan bibirnya setelah mendapat teguran dari Yue Yin.


"Kau tidak ikut membantu mereka?" tanya Lien Hua.


"Aku tidak suka pertarungan," Jawab Guan Lin.


"Suka tidak suka, kau harus ikut bertarung, karena tidak lama lagi akan ada pertarungan besar yang akan terjadi di daratan ini!" Terang Yue Yin.

__ADS_1


"Apa kau seorang cenayang?! kenapa kau selalu tau dalam segala hal?" ucap Guan Lin sambil ikut melesat dan bergabung bersama Ming Shu dan juga Yue Yin.


Ming Shu mengeluarkan sihir api, bola api besar kini tercipta dari kedua tangannya. Ming Shu mengerahkan bola api besar itu dan menyerang siluman laba laba, namun siluman laba laba itu berhasil menghindarinya, alhasil serangan Ming Shu malah meledakan sebuah pohon dengan sihir apinya.


Siluman laba laba itu kembali menyemburkan racun dari mulutnya. Yue Yin segera membentuk dinding sebagai perisai, lalu Yue Yin juga membentuk batu besar dan menghantamkannya pada siluman laba laba.


Karena sebelumnya siluman laba laba itu telah terkena serangannya sendiri, maka saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Sehingga siluman laba laba itu kini tidak bisa lagi menghindari serangan yang Yue Yin lancarkan.


Ming Shu tidak tinggal diam, ia menyerang siluman laba laba itu kembali dengan sihir apinya.


"Aarghh...."


Siluman laba laba itu berteriak kesakitan saat dirinya terkena serangan dari Ming Shu, kini siluman laba laba itu merasakan panas yang luar biasa di sekujur tubuhnya.


Panda gendut yang melihat siluman laba laba berteriak kesakitan merasa iba, panda gendut itu berjalan menghampiri siluman laba laba itu.


Siluman laba laba menatap panda gendut yang menghampirinya dengan tatapan penuh permohonan, namun yang terjadi adalah.


Panda gendut itu mengangkat tinggi tongkat bambu kesayangannya, lalu menusukan tongkat bambu bagian ujung yang runcing tepat di jantung siluman laba laba.


"Aargh...."


Siluman laba laba itu melotot tidak percaya, dirinya yang mempunyai kekuatan di urutan kelima diantara saudara-saudaranya, ternyata mati di tangan seekor panda.


Seekor panda gendut dan juga pemalas, telah mengakhiri nyawa siluman laba laba dengan tangannya. Siluman laba laba pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang masih melotot ke arah panda yang telah menusuknya.


"Kau... " Guan Lin begitu syok melihat apa yang telah panda itu lakukan, seekor panda yang selama beberapa hari ini telah menjadi temannya di dalam jurang.


"Tongkat yang menakjubkan, pantas saja setelah sekian lama kau gigit-gigit bambu ini masih saja utuh!" Puji Guan Lin sambil merebut tongkat bambu itu dari tangan si panda.


Panda itu berusaha menarik kembali tongkat kesayangannya, dan terjadilah tarik menarik antara Guan Lin dan si panda yang memperebutkan tongkat bambu.


Guan Lin dan panda gendut itu menghentikan aksi tarik menariknya karena mendengar suara seseorang, suara itu terdengar sangat menggelegar.


"Siapa yang telah membunuh adik kelima?!"

__ADS_1


__ADS_2