
Diruang pengobatan, Guan Lin masih setia menjaga sang ayah dari tidur panjangnya, tidak lama kemudian pintu pun terbuka dan masuklah Tian Zhi bersama penguasa Tian Ma.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa paman ketua bisa terluka separah ini?" tanya Tian Zhi.
"Akademi diserang, para siluman itu telah berhasil menghancurkan segel perbatasan," ucap Guan Lin.
"Kita harus membuat pertahanan, para siluman itu bisa menyerang umat manusia kembali seperti beberapa ratus tahun yang lalu," ucap penguasa Tian Ma.
"Bukan hanya bangsa siluman ayah, tapi penguasa kota Utara juga pasti tidak akan tinggal diam setelah Tian Zhi melukai anak kebanggaannya," Tian Zhi berkata dengan khawatir.
"Zhi'er benar, kita harus membuat pertahanan di dua tempat."
Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
"Tok tok tok"
"Masuk," penguasa Tian Ma pun menyuruh orang di balik pintu untuk masuk.
"Salam yang mulia, salam tuan muda Tian dan tuan muda Guan," sang penjaga memberi hormat terlebih dahulu sebelum melaporkan, "Yang mulia, utusan Hong Li telah kembali dan beliau ingin menemui yang mulia."
"Suruh utusan Hong Li menunggu di ruang aula utama," perintah penguasa Tian Ma.
"Baik yang mulia."
Penjaga itu pamit undur diri dan kembali menutup pintu sebelum penjaga itu pergi menyampaikan pesan pada utusan Hong Li.
"Ayah menemui utusan Hong Li dulu, Zhi'er temani lah Lin'er menjaga ketua Guan Lao."
"Baik ayah."
__ADS_1
"Terimakasih paman."
Penguasa Tian Ma kini melangkahkan kaki menuju aula utama, penguasa Tian Ma harus memikirkan rencana untuk menghadapi pertarungan yang sudah pasti akan terjadi. Entah kapan pertarungan itu akan terjadi yang pasti penguasa Tian Ma harus mempersiapkan segala sesuatunya dimulai dari sekarang.
"Salam yang mulia."
Begitu penguasa memasuki aula, utusan Hong Li langsung memberi hormat.
"Silahkan duduk tuan Hong Li, katakanlah apa yang telah terjadi di desa bunga!"
"Terima kasih yang mulia," setelah duduk rapih utusan Hong Li mulai menceritakan semua kejadian yang ada di desa bunga. Tentang penginapan seribu bunga yang ternyata juga salah satu markas dari para siluman laba-laba betina, juga tentang pengkhianatan utusan Lao Fu yang telah di butakan oleh nafsu duniawi.
"Saya tidak pernah menyangka, dua diantara utusan kota timur telah tega berkhianat," lirih penguasa Tian Ma.
"Yang mulia tidak perlu khawatir, meski dua diantara kami telah berkhianat tetapi saya akan tetap selalu setia mengabdikan diri pada kota timur, saya tidak akan pernah melanggar janji sumpah saya sebagai utusan meski nyawa saya taruhannya!" ucap utusan Hong Li mantap.
"Saya tidak pernah meragukan kesetiaan tuan Hong Li," penguasa Tian Ma masih bersyukur, setidaknya masih ada utusan Hong Li dan utusan Jin Hui yang tidak perlu diragukan lagi tentang kesetiaannya.
"Awalnya utusan Lao Fu memang bergabung bersama para siluman itu, tetapi saat kami bertarung utusan Lao Fu kalah dan kini saya telah menahannya di ruang tahanan yang mulia."
"Bagus. Bagaimana dengan desa bunga?"
"Masalah desa bunga kini telah terselesaikan, kamipun telah menggantikan pemimpin desa bunga dengan yang baru, karena pemimpin desa bunga sebelumnya telah tewas di tangan induk siluman laba laba yang selama ini telah menjadi istri dari pemimpin desa itu sendiri."
Penguasa Tian Ma mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, kemudian penguasa Tian Ma terdiam sesaat untuk berfikir.
Utusan Hong Li yang mengetahui sang penguasa sedang banyak yang menjadi pikiran pun berinisiatif bertanya, "Apa ada tugas yang harus saya kerjakan yang mulia? Jika ada, maka dengan senang hati saya akan menerima tugas yang diberikan yang mulia."
"Sebenarnya.... Saya sedang mengkhawatirkan semua orang di akademi, utusan Jin Hui belum kembali juga setelah mendapat tugaskan untuk menjemput para siswa junior," pada akhirnya penguasa Tian Ma menceritakan kekhawatirannya.
__ADS_1
"Kalau begitu izinkan saya untuk pergi mencari utusan Jin Hui beserta rombongan."
"Merepotkan utusan Hong Li untuk kembali bertugas," ucap penguasa Tian Ma.
"Dengan senang hati yang mulia, kalau begitu saya izin menjalankan tugas saat ini juga."
"Mn," penguasa Tian Ma pun mengangguk dan memperingati utusan Hong Li untuk selalu berhati-hati saat menjalankan tugas.
***
Rombongan siswa akademi pedang dan sihir beserta para petarung kini sudah sampai di pusat kota, tidak lupa Pang Xiongmao juga ikut serta bersama rombongan. Penjaga gerbang yang sebelumnya telah diberitahukan akan kedatangan rombongan dari akademi pedang dan sihir segera membukakan pintu gerbang lebar-lebar dan mempersilahkan semua rombongan masuk.
Gerbang perbatasan timur dan gerbang perbatasan Utara kini di jaga dengan sangat ketat sesuai perintah penguasa kota. Sebagai langkah awal, penguasa Tian Ma telah menempatkan beberapa pasukan petarung dan juga pasukan pemanah handal, penguasa Tian Ma tidak ingin lagi ada jelmaan siluman yang menyusup ke pusat kota.
Utusan Hong Li juga berpapasan dengan rombongan sebelum rombongan memasuki gerbang kota, utusan Hong Li pun menanyakan situasi akademi pedang dan sihir pada beberapa petarung, setelah berbincang beberapa saat dengan para petarung, utusan Hong Li kembali melakukan perjalanan untuk mencari utusan Jin Hui beserta orang-orang yang ada di akademi pedang dan sihir yang lainnya.
Setelah utusan Hong Li mengetahui peristiwa yang telah terjadi di akademi pedang dan sihir, kini tetua Hong Li sangat mengkhawatirkan teman baiknya yaitu utusan Jin Hui, utusan Hong Li juga mengkhawatirkan para tetua dan semua orang yang ada di akademi pedang dan sihir.
Tanpa mengenal lelah, utusan Hong Li memacu kudanya tanpa henti. Pada akhirnya utusan Hong Li melihat dari kejauhan ada tiga kereta kuda yang berjalan berlainan arah, utusan Hong Li sangat mengenal orang yang menjadi kusir dari kereta kuda itu.
Sang master pedang yaitu tetua Ming Hao, sang master sihir yaitu tetua Nuwa dan seorang pemuda yang tidak lain adalah Ming Shu. Baru beberapa hari mereka berpisah di desa bunga, kini mereka berjumpa kembali ditengah perjalanan.
Utusan Hong Li segera memacu kudanya mendekat pada tiga kereta kuda yang ada di depannya, begitu sampai utusan Hong Li langsung menyapa, "Salam tetua Ming Hao, salam tetua Nuwa, salam tuan muda Ming."
"Tuan Hong Li kita berjumpa lagi, kalau boleh tau tuan Hong Li hendak melakukan perjalanan kemana?" tanya tetua Ming Hao.
"Saya mendapat tugas untuk mencari utusan Jin Hui, dan memberikan bantuan sebisa saya di akademi pedang dan sihir," jawab utusan Hong Li.
"Terimakasih tuan Hong Li, tapi sepertinya tuan Hong Li tidak usah melanjutkan perjalanan ke akademi karena akademi pedang dan sihir kini telah hancur bersama hancurnya segel perbatasan. Dan untuk utusan Jin Hui, beliau ada didalam kereta karena masih belum pulih dari luka yang ia alami." ucap tetua Nuwa.
__ADS_1
"Apa, akademi pedang dan sihir juga telah hancur?" utusan Hong Li begitu terkejut, sebelumnya utusan Hong Li memang telah di beritahu oleh penguasa Tian Ma tentang hancurnya segel perbatasan, namun utusan Hong Li baru tau tentang hancurnya akademi pedang dan sihir.
"Mn, maka dari itu tuan Hong Li kembali saja ke pusat kota karena kami juga akan kesana," ucap Yue Yin yang duduk bersebelahan dengan Ming Shu.