Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Hanya mimpi


__ADS_3

Malam berlalu begitu cepat, Dara terbangun dari alam mimpinya.


"Aaaa." Sebuah bantal mendarat diatas kepala Raka.


"Lu ngapain?"


"Dasar om polisi mesum!" Mengambil gelas yang berada disamping bangku dan menyemburkannya, hingga wajah Raka basah kuyup.


"Apaan sih?" Mengusap melas pelan wajahnya.


"Lu ngapain disini?" Tanya ketus Dara membuang muka.


"Tidur lah, ini kan kamar kita!" Jawab Raka tersenyum puas ngejek.


"Kita? gila lu!" Menendang Raka hingga jatuh ke lantai.


"Dara,Sayang kita kan udah nikah!" Saut Raka memeluk Dara dari belakang.


"Ngak-----". Teriak Dara membuat seisi rumah kaget dan mencoba membangunkannya.


" Sayang kenapa? Bangun Nak!" Rifkana mengusap lembut kepala Dara yang masih setia dialam mimpinya.


Byarrr


Semburan air dari tangan Raka berhasil membangunkan Dara dari alam mimpinya.


"Raka! " Bentak Rifkana menatap marah Raka yang bersikap kekanak-kanakan.


"Aaa aku ngak mau nikah!" Tersentak mata mereka saling memandang, terlihat Dara mulai membuka matanyaelihat seisi ruang sedang memperhatikannya.


"Sayang kamu kenapa?" Rifkana duduk disebelah tempat tidur.


"Mama. Hiks hiks Dara takut Ma." Dara memeluk erat Rifkana


"Takut apa Sayang, ayo cerita sama Mama?" Dara melepaskan pelukannya menatap Rifkana , matanya berkaca-kaca terlihat jelas ia nyaman dipeluk Rifkana.


"Dara takut nikah Ma, Dara takut dia!" Dara menunjuk kearah Raka yang sedang berdiri didekat pintu. Raka hanya bisa tersenyum puas melihat Dara begitu takutnya sehingga kebawa mimpi.

__ADS_1


Seisi ruang hanya tersenyum melihat sikap Dara, bahkan tawa Kiki pecah, belum saja ia mengeluarkan tawa setannya , dengan cepat sandal mengisi mulutnya. Benar saja Raka lah yang melemparkan sendal itu.


"Kakak!" Tatapan geram Kiki melihat Raka yang tertawa kecil melihatnya.


"Udah, udah kalian balik tidur saja. Biar Mama yang jagain Dara!" Rifkana memutus perdebatan batin antara Raka dan Kiki.


"Iya Ma. Iya Nyonya." Saut mereka serentak meninggalkan kamar itu.


"Raka!" Rifkana berhasil membuat Raka malu, ia ketahuan sedang memandang Dara.


"Eh, iya Ma. Raka keluar." Raka mendekati Dara yang terlihat masih sayu mentap dalam Raka.


"His jijik." Lagi lagi bibir Raka mendarat di keningnya Dara. Tak hanya Dara Rifkana pun sama mendapatkan hadiah manis dari Raka.


"Raka!" Rifkana hanya bisa menggeleng geli melihat punggung Raka yang mulai menghilang.


"Yaudah tidur sekarang ya Sayang, biar Mama temenin!" Rifkana menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua.


Beberapa saat mereka akhirnya berlalu kealam mimpi💭.


Sama halnya Rifkana dan Dara, Rakapun berlalu kealam mimpinya.


Pagi...


"Pagi Sayang!" Sapa wanita paruh baya yang sedang duduk dimeja makan.


"Pagi Ma!" Dara melangkahkan satu persatu anak tangga hingga sampai ke lantai bawah.


"Ayo Sayang duduk disebelah Raka. Kita makan bareng ya!" Rifkana menunjuk kursi kosong disebelah Raka.


"Gak usah Ma, Dara disini aja." Dara menolak ajakan Rifkana dan lebih memilih duduk berhadapan dengan Raka.


Serapan pagi selesai, Rifkana mengajak Dara kekamarnya, Dara bingung apa maksudnya Rifkana membawanya kekamar.


"Kita mau ngapain Ma." Tanya Dara penasaran.


"Ikut aja Sayang, Mama udah siapkan semuanya!" Rifkana tersenyum membuat Dara terdiam sambil berfikir.

__ADS_1


"Duduk disini dulu ya Sayang, Mama mau ambil barangnya dulu!" Rifkana mendudukkan Dara diranjang mewahnya.


"Barang apa---. " Belum selesai Dara bertanya Rifkana udah kembali membawa gaun putih, seukuran Dara.


"Punya siapa Ma?"


"Ini milik kamu Sayang." Rifkana menyerahkan gaun indah itu pada Dara.


"Buat Dara? " Suara kecil Dara masih terdengarlah oleh Rifkana yang berdiri disebelahnya.


"Iya Sayang, pasang gih Mama tunggu disini ya! " Perintah Rifkana mengepakkan tangannya mengarah kamar mandi.


Dara masih bingung ia mengikuti perintah Rifkana, entah apa yang akan terjadi ia tak menghiraukan.


"Wahh cantik banget calon menantu Mama." Rifkana berdiri menghampiri Dara dengan gaun putih, mewah pas untuk tubuh Dara yang mungil.


"Calon menantu? Maksudnya apa?" Batin Dara


"Masa sih Ma, ngak deh aku mah biasa-biasa aja." Saut Dara merendah.


"Iya deh, ayok Sayang duduk didepan cermin biar Mama dandanin!" Menuntun Dara kearah cermin hiasnya.


"Buat apa Ma?" Dara kebingungan ia belum mengetahui apa rencana Rifkana.


Dara memilih pasrah di make-upin Rifkana.


"Wah, kamu tambah cantik Sayang." Mengecup kening Dara penuh kebahagiaan.


"Makasih Ma. Tapi, kenapa make-up aku setebal ini Ma? Ada acara apa Ma?" Dara melunturkan pertanyaan-pertanyaan yang dari tadi sudah mengebu dikepalanya.


"Lihat nanti aja Sayang, ayok turun kita ke taman sekarang ya!" Rifkana lagi-lagi menyembunyikan rencananya pada Dara. Ia mencoba menutupi dan menuntun Dara ke taman depan rumahnya.


Bersambung...


Jangan lupa vote dan jejaknya ya kk say😘😘


#Author: Desi_hw12**

__ADS_1


__ADS_2