Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Panik


__ADS_3

Happy Reading all 🤭


Rumah Raka


Tok tok tok


Cukup lama Jojo bernaung di teras, menunggu penghuni rumah menemuinya. Tidak ada tanda-tanda kehidupan dari rumah tersebut, sepi melanda menguasai suasana rumah mewah itu.


"Maaf Den, cari siapa?" Tanya Bi Syaidah pembantu Raka yang sudah ia anggap keluarga.


"Bi, saya mau ngabarin Raka mengalami pristiwa yang hampir sama seperti yang dialami papanya lima tahun yang lalu!" Ucap Jojo suara lemas.


"Apa ada istri atau siapa pun yang bisa menemui Raka dan menemaninya sekarang Bi?" Lanjut Jojo.


"Ya Allah, Nak Raka," ucap Syaidah lirih.


"Bibi ngak apa-apa?" Tanya Jojo panik melihat raut wajah Syaidah yang pucat, air mata wanita paruh baya itu meluncurkan diri dari pipi keriputnya.


"Saya akan kesana Den, Istrinya Nak Raka belum pulang dari luar negeri. Biar saya aja yang ngurus Nak Raka!" Ucap Syaidah mencoba kuat.


"Ayo Bi, saya antar!" Tawaran Jojo diterima oleh Syaidah, lumayan irit.


Tidak butuh lama, Syaidah dan Jojo sampai di tempat tujuan. Tidak tunggu diam, Syaidah segera menghubungi Dara istrinya Raka.


Tut tut tut


Kesekian kalinya Syaidah menelpon tidak kunjung ada jawaban dari Dara. Akhirnya Syaidah berinisiatif untuk menghubungi Kiki putranya.


Sama halnya dengan Dara, handphone Kiki pun juga tidak bisa tersambung.


"Ya Allah, bantu Nak Raka! Aku sayang dia ya Allah. Dia anakku!" Rintihan air mata wanita paruh baya itu kembali berlayar dari matanya.


"Bi, Raka udah bisa dijenguk, apa Bibi ngak mau masuk!" Ucap salah satu dari anggota kepolisian yang berada di depan ruang inap Raka.


"Iya, saya kedalam dulu!" Pamit Syaidah berlalu menemui Raka.

__ADS_1


Ceklek..


Perlahan tangan keriput wanita paruh baya tersebut membuka gagang pintu, melangkah menuju pria pucat yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Nak, apa yang terjadi?" Ucap Syaidah pelan di telinga Raka.


"Bibi?" Lirih Raka perlahan membuka matanya. Mengusap pelan tangan wanita paruh baya tersebut. Matanya yang berkaca kaca membuat Syaidah sendu melihat nya.


"Bibi ganggu ya Nak, Bibi keluar dulu ya!" Ucap Syaidah ngak enak hati kedatangannya menggangu istirahat Raka.


"Ngak Bi, Raka ngak apa-apa," lirih Raka menahan Syaidah.


"Bi, sendiri?" Mata polisi muda itu menelusuri setiap sudut ruang, tidak ia temukan seseorang yang ia cari.


"Iya Nak, Kiki sama Dara belum pulang, mungkin sedang di perjalanan. Bibi hubungi telepon mereka tidak ada yang nyambung!" Ucap Syaidah jujur.


"Terimakasih Bi, udah perhatian sama Raka!" Ucap Raka berat. Jelas terlihat raut kecewa di wajah Raka.


"Aihh, sakit!" Ringis Raka mencoba berdiri mendekati handphone nya di meja.


"Terimakasih Bi!" Lagi-lagi ucapan itu keluar dari mulut polisi muda itu.


Tatapan Raka lesu, sembari membuang handphone yang ia pegang. Tidak terasa batinnya menangis menahan kecewa yang seminggu ini mengusai dirinya.


"Nak Raka, Bibi Salat dulu ya, nanti Bibi kesini lagi!" Ucap Syaidah pamit.


"Nak Raka mau Bibi bawain apa untuk makan malam?" Ucap Syaidah dibalas gelengan dari Raka. Syaidah mengerti akan perasaan Raka saat ini. Ia berlalu meninggalkan ruangan inap Raka.


Raka kembali mencoba berdiri, rasa sakit yang tidak tertahan menggagalkan keinginannya untuk memungut kembali handphone yang ia buang.


"Kak Raka, kakak kenapa?" Ucap seorang gadis cantik yang tiba-tiba berlari dari balik pintu. Menangis tersedu-sedu tampa ia sadari kakinya menyeper handphone Raka hingga tersambung lah telpon yang tadinya ragu untuk Raka hubungi.


"Hallo?" Ucap gadis di sebarang sana. Volume handphone Raka tidak cukup besar hingga terdengar di telinga Raka.


"Kak, ada apa? Kenapa Bibi menghubungi kami?" Ucap Gadis itu tidak didengar Raka.

__ADS_1


"Kaka baik-baik aja kan?" Nada lembut gadis itu menatap sendu arah Raka.


"Ngak apa-apa Dek, kakak baik-baik aja ko!" Ucap Raka lirih.


Tanpa Raka sadari air mata gadis di balik telpon mulai menetes, sakit mungkin itu yang ia rasakan sekarang. Mendengar pembicaraan hangat suaminya dengan wanita lain entah siapa itu.


Flashback


"Ki, Bibi nelpon nih! Ada apa ya?" Tanya Dara bingung menatap layar gawai di tangannya.


"Ngak tau Kak, gua juga ditelpon nih sama Ibu!" Saut Kiki ikut bingung.


"Coba telpon balik aja Kak, mungkin penting! Handphone aku sekarat batrai nih!" Lanjut Kiki.


"Iya kali ya, dari tadi perasaan aku juga kurang enak!" Tambah Dara.


Dara mencoba menghubungi Bibi Syaidah, panggilan yang ke 10 kalinya tidak kunjung ada jawaban dari Syaidah.


Drtd drtt


Disela Dara menghubungi Syaidah, masuklah panggilan dari seseorang tidak lain adalah suaminya.


"Hallo!" Ucap Dara setelah menggeser tombol hijau tanda ia menerima panggilan.


"Kak ada apa?" Tanya Dara kawatir tidak kunjung ada suara.


"Kakak baik-baik aja kan?" Terdengar suara lembut cewe yang sedang bicara di balik telpon.


"Ngak apa-apa Dek, kakak baik-baik aja ko!" Suara pria yang Dara tunggu akhirnya menyapa telinga. Terdengar suara lirih suaminya yang sedang berbincang hangat dengan seorang perempuan entah dia siapa.


**Flashback berakhir


Bersambung...


#Author:Desi_hw12**

__ADS_1


__ADS_2