Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Akhir


__ADS_3

"Pagi, Mbak! Boleh saya tau di mana ruang kerja saya?" Tanya Dara menegur Fani yang berpapasan di lobi. Dara menatap dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh cantik Fani di matanya.


"Apa dia akan jadi saingan ku?" Batin Dara cengengesan, lamunan berakhir di bayangan Raka yang memasuki pikirannya.


"Iya, ayok ikut saya!" Saut Fani dengan ramah, menuntun gadis cantik itu menuju ruang kerja barunya.


Tok tok tok (Fani memgetuk perlahan ointu ruangan besar tersebut)


"Sepertinya aku kenal dengan ruangan ini!" Batin Dara melihat ke sekitar.


"Masuk!" Terdengar suara srek berat dari dalam ruangan. Suara yang tidak asing di telinga Dara.


"Pagi, Pak Raka! Ini sekretaris barunya sudah datang!" Sapa Fani penuh wibawa di depan Raka. Fani menghampiri Raka dan mereka berpelukan di hadapan Dara.


Serr


Jantung Dara berdetak kencang melihat situasi saat ini.


"Apa ini maksudnya dia menawarkan ku kerja di sini?" Geram kecilku, aku memutuskan profesional kerja. Ku usap dadaku pertanda aku mencoba mengendalikan hatiku.


"Ahh, iya. Kamu boleh keluar!" Saut Raka sedikit kaget melihat keberadaan Dara sang pemilik hatinya.

__ADS_1


"Meja kerja kamu ada di hadapan saya! Sudah ada berkas kontrak yang sudah saya tanda tangani. Tinggal kamu!" Tegas Raka sepertinya mengambil kesempatan untuk meluapkan emosinya.


"Tolong atur jadwal saya, untuk hari ini free di kantor! Saya ada tugas penyelidikan!" Perintah Raka dengan nada sedikit keras.


"Iya," saut Dara pelan. Dara pasrah akan perintah suaminya yang sekarang berstatus atasannya untuk saat ini.


Hari ini Raka bertugas menyelidiki gengs mafia ilegal yang meresahkan ibu kota. Perampokan toko emas sering terjadi di Ibu kota. Namun sampai saat ini belum dapat di pecahkan oleh Raka dan rekan-rekannya.


"Sial! Kita terlambat." Geram Raka menatap sekitar, beling berceceran di mana-mana.


Toko emas terbesar di Ibukota berhasil di bobol kembali oleh geng mafia yang belum pasti keberadaan. Polisi sudah bertindak, namun belum juga bisa di temukan secuilpun barang bukti. Perampokan yang sudah terencana kan tidak dapat dengan mudah di pecahkan oleh tim kepolisian.


"Assalamualaikum!" Polisi muda itu kembali kerumah dengan rait wajah kelelahan. Panas matahari tidak mendukung untuk hari ini.


"Kak, ada...." Belum selesai Kiki bicara.


"Biarlah, cape main istirahat!" Potong Raka berlalu menuju kamarnya.


Ckleek..


Pintu terbuka perlahan, mata Dara mendongak ketakutan.

__ADS_1


"Ahh, sial. Dia udah pulang!" Batin Dara memutar otak.


"Kamu? Mau apa?" Tanya polisi muda itu penuh selidik.


"Maaf, Kak! Aaa... aku mau minta maaf!" Gugup Dara asal ceplos aja yang penting di pikiran nya selamat.


"Buat?" Tanya Raka melas.


"Soal yang waktu itu, aku sama Denis hanya teman! Dan maaf aku belum sempat menemuimu!" Jujur dari hati gadis cantik itu menjawab. Menjelaskan semua yang membuat mereka salah paham.


"Ohh, its okay!" Saut Raka menerima pernyataan gadisnya itu.


Dua tahun mereka lalui dengan kesendirian, untuk pertama kalinya mereka saling mengutarakan perasaan. Jujur adalah jalan terbaik untuk mempertahankan hubungan.


Beberapa hari kemudian


Raka masih di sibukkan dengan pekerjaan menyelidiki masalah mafia yang belum ada jalan keluarnya. Entah sampai kapan Raka dan rekannya terancam jabatan akibat ulah mafia itu.


Lain dengan Dara, ia memilih menggantikan posisi suaminya di perusahaan yang bekerja sama dengan Fani. Sedangkan Kiki, ia mendapatkan tanggungjawab yang besar atas mol milik papanya Raka.


Raka memilih fokus dalam menjalankan misinya menaklukkan mafia ilegal itu.

__ADS_1


Hari-hari mereka lalui dengan penuh kebahagiaan, hubungan intimpun sudah mereka jalankan sebagai pasangan suami istri.


Author: Maaf ya atas kekurangan novel recehan ini 🙏 aku tidak bisa menceritakan apa yang mereka lakukan di malam pertama ataupun hubungan intim lainnya 🙏aku tidak punya pengalaman menulis hal itu😭


__ADS_2