
Angin malam mulai menyapa, cuaca yang cukup buruk bagi Dara. Rencananya untuk keluar mengunjungi Rifkana tidak ingin ia lewatkan. Walaupun, di luar sana hujan sedang meluncurkan diri dari langit, angin yang bertiupan seakan mengobrak abrik isi bumi. Dara tetap bertekad untuk menemui Rifkana yang mana udah beberapa waktu ngak kunjung bertemu lagi.
Ting( nada dering pesan handphone Dara)
081111111111
"P."
Dara
"?"
081111111111
"Bahagia ya kamu bersama orang lain!"
"Apaan nih orang, emang dia siapa?"
"Aneh banget." Batin Dara ia tak menghiraukan pesan dari nomor yang entah siapa. Dara mematikan handphonenya dan keluar menuju rumah Rifkana.
Rumah Raka..
"Assalamu'alaikum, Ma?" Dara langsung memasuki ruang tamu, kebetulan rumahnya tidak dikunci.
"Eh Sayang, akhirnya kamu pulang juga."
"Mama kangen." Mereka berdua asik cipika-cipiki tanpa menganggap Raka yang sedang meja makan.
Raka menatap tajam arah Dara, hanya itu yang bisa Raka lakukan. Raut kebencian begitu jelas terlihat dari wajah Dara. Raka hanya bisa diam melanjutkan makannya.
Dari kejauhan Raka memperhatikan gerak-gerik Dara yang sedang asik berbincang bersamanya.
"Apa dia tidak melihat ku disini, dasar!" Batin Raka sembari ******* makanan yang sedang bermain di dalam mulutnya.
__ADS_1
"Raka, sini Sayang!" Rifkana tau kalau Raka juga ingin mengobrol dengan Raka. Sayang rasa gengsi Raka masih cukup tinggi untuk mau buka mulut terlebih dahulu pada Dara.
"Ngapain Ma? Aku lagi makan!" Saut Raka tegas melanjutkan ******* makanan yang sudah terasa aneh di mulutnya. Bagaimana tidak, dari tadi Raka belum sempat menelan makanan di mulutnya sejak Dara datang.
"Yaudah, cepetan makanan kaya anak kecil aja makan lama amat!" Suruh Rifkana nada sedikit ejekan.
"Hmm." Deheman Raka berhasil membuat jantung Dara berdetak kencang. Raka memilih duduk tepat dihadapan Dara duduk. Sehingga membuat Dara mati gaya melihat pemandangan yang sudah lama tidak ia lihat. Wajah tampan Raka terlihat begitu jelas, pandangan matanya begitu tajam menatap Dara.
"Yaudah, Mama tinggal ya? Kalian ngobrol aja dulu!" Perintah Rifkana berlalu meninggalkan Raka dan Dara.
Suasana begitu canggung yang mereka rasakan, ego yang sama-sama tinggi membuat keheningan mengusai ruangan itu.
Beberapa saat mereka hanya saling menatap satu sama lain.
"Kak Raka, apa kabar?" Dara membuka pembicaraan.
"Baik." Singkat Raka .
"Kamu ada hubungan apa sama Denis?" Raka sedaritadi memendam pertanyaannya dalam-dalam akhirnya angkat bicara.
"Dia tau Denis dari mana?" Batin Dara gugup.
"Teman." Singkat Dara.
"Teman apa teman, kalau pegangan tangan mah lebih kali!" Saut Raka sedikit tersenyum sinis terukir dibibirnya.
"Ya." Dara tidak mau cari masalah dengan Raka, tujuannya kesini untuk ketemu Rifkana bukan Raka. Lagi-lagi rasa canggung pun mulai datang kembali sebelum akhirnya dipecahkan dengan kedatangan Kesya.
"Sayang, aku kangen." Kesya bergelayutan manja dileher Raka.
"Apa sih Key?Lepas ahh gerah!" Raka terlihat risih dengan kedatangan Kesya yang masih berstatus kekasihnya itu.
"Sini Sayangku, aku tolong bukain kancing bajunya?" Kesya duduk dipangkuan Raka, ia mencoba memegang kerah baju Raka.
__ADS_1
Dara merasa posisinya saat ini sangat tidak enak, Dara memilih menaiki anak tangga menuju kamar Rifkana.
"Apa sih key!" Bentak Raka menapis kasar tangan Kesya dari bajunya, membuat Kesya mengeluarkan senjatanya kembali yaitu air mata buaya nya🐊.
"Ra, tunggu!" Sayang Raka tidak dapat menghampiri Dara, ia merasa tidak tega dengan kesya yang menangis karenanya.
Itulah kelamahan Raka yang dibuat pasrah dengan air mata Kesya.
Raka memilih tinggal diruang tamu bersama Kesya daripada mengejar Dara ke lantai atas.
"Ma, hiks hiks aku ngak kuat Ma! Aku mau pisah aja Ma!" Dara menghampiri Rifkana dan melupakan kesedihannya dipelukan Rifkana.
"Ada apa Sayang, Raka lakuin apa lagi? Sok cerita sama Mama!" Rifkana merasa cemas dengan Dara yang datang-datang menagis. Awalnya Rifkana berencana untuk mendekatkan mereka berdua, namun sayang Rifkana malah dibuat merasa bersalah dengan menangisnya Dara dipelukannya.
"Itu Ma, ada cewe lagi berbuat yang ngak-ngak sama Kak Raka diruang tamu."
"Hiks hiks." Dara menangis bukannya cemburu, ia hanya ingin melihat hidup Raka hancur, Dara juga berencana akan membuat Raka kehilangan Kesya untuk selamanya melalui Rifkana.
"****** dah tu cewe!" Batin Dara tertawa.
Author:Aduhh sebenarnya yang jahat siapa sih? Raka? apa Dara? pusing dah🤭🤭
Rifkana: Kamu thor yang jahat 😁
Dara: Disudahi aja ceritanya thor biar ngak pusing 🤭🤭
Rifkana: Ets jangankan Mama belum sempat marah, ngak enak marah ditahan tau.
Yaudah bersambung aja ya, cape mikirnya 🤭🤭
Next ya kk....
#Author:Desi_hw12
__ADS_1