
Jangan lupa jempol nya ya kk😊sebelum membaca 🤭Terimakasih udah mampir
Happy Reading All😊
Tubuh Dara terlihat sempoyongan setelah menerima telpon dari pria yang sangat ia rindukan.
"Kakak ngak apa-apa? Kita jalan pulang ya Kak?" Tawar Kiki mencari angkutan yang bisa membawa mereka menuju perjalanan pulang.
"Iya Ki!" Saut lirih Dara, perlahan gadis itu mengisap air mata nya. Tanpa diketahui Kiki batin Dara ingin teriak sekencengnya meluapkan rasa nyesek di dalam sana.
Selama perjalanan, Dara menatap sendu jendela travel yang membawanya pulang. Jalan mulai sepi, angin senja sejuk cocok untuk penenang suasana hati Dara.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya mereka mendarat di istananya Raka. Dara sengaja meminta sopir travel untuk menunggu beberapa saat.
Tok tok
"Asalamualaikum!" Panggil Dara sembari menggoreskan perlahan tangannya ke pintu.
"Bi?" Lanjut Dara disambut keheningan.
"Sepertinya rumah sedang kosong Ki, coba hubungi Bi Syaidah lagi Ki mana taun kan nyambung!" Perintah Dara masih lemas habis berpergian ditambah lagi dengan masalah wanita di balik telpon itu.
"Assalamu'alaikum Bu!"
"Ibu ada dimana? Kenapa rumah dikunci? Bapak juga ngak ada Bu!" Tanya Kiki pada wanita paruh baya di balik telpon.
"Ibu di rumah sakit Nak, bawa Dara kesini ya! Nak Raka di rawat!" Perintah Syaidah.
"Titip maaf Ibu sama Nak Dara tadi Ibu habis salat ngak bisa angkat telpon!" Lanjut Syaidah.
"Iya Bu, assalamu'alaikum!" Ucap Kiki sebelum mengakhiri telponan nya.
"Gimana Ki, kenapa rumah kosong?" Tanya Dara yang sedaritadi setia menunggu Kiki bicara dengan wanita paruh baya di balik telpon.
"Semua lagi di rumah sakit Kak," ucap Kiki pelan.
"Siapa yang sakit? Bi Syaidah baik-baik aja kan?" Tanya Dara bingung.
__ADS_1
"Kak Raka Kak! Ayo Kak kita nyusul sekarang!" Menarik tangan Dara menemui Raka di rumah sakit.
Selama perjalanan Dara hanya diam, suara lembut wanita di balik telpon masih terngiang-ngiang di telinga nya.
"Kak, ayo!" Kiki membuyarkan lamunan Dara.
"Ahh, iya. Ini Pak!" Kaget Dara, menyodorkan lebaran uang kepada sopir travel yang ia naiki menuju rumah sakit.
"Terimakasih Non!" Ucap sopir itu sopan.
"Sama-sama Pak!" Balas Dara ditarik keras Kiki menuju lobi rumah sakit mewah tersebut.
Untung Syaidah sudah mengirim alamat rumah sakit nya, kalau tidak hingga sekarang pasti mereka masih memutari jalan raya entah kemana tujuan nya.
"Assalamualaikum!" Ucap mereka serentak memasuki ruang inap Raka.
Mata Dara pertama kali tertuju pada sosok pria yang sangat ia rindukan yang terbaring lemah diranjang ruangan itu.
"Waalaikumsalam!" Ucap Syaidah dan Raka serentak.
"Bu, apa yang terjadi? Kak Raka kenapa?" Tanya Kiki tergesa-gesa.
Syaidah pun juga belum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya pada Raka. Ia juga penasaran tetapi ia mengerti dengan keadaan Raka saat ini yang masih lemah.
"Ki, sini!" Lirih Raka membuka suara. Kiki menghampiri suara yang memanggilnya.
"Iya apa Kak?" Tanya Kiki dibalas bisikan oleh Raka.
"Yaudah Bu, kita pulang sekarang ya. Ngak enak rumah Kak Raka dibiarkan kosong. Bapak kan belum balik dari kampung!" Ucap Kiki setelah dibisikin oleh Raka. Entah apa yang telah Raka katakan pada Kiki membuat Kiki membawa Syaidah secara halus balik.
"Bener ngak apa-apa Nak, Ibu tinggal ya besok ibu balik bawa serapan dan baju ganti untuk Nak Dara!" Ucap Syaidah pamit pulang.
Setelah kepergian Ibu dan anaknya itu, hanya keheningan yang menyapa ruangan Raka. Ego lah yang mereka utamakan, tidak ingin buka suara.
Hanya tatapan rindu yang jelas tampak dari wajah mereka.
"Hmm, gimana acara lancar?" Ucap Raka pelan membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Alhamdulillah!" Ucap Dara menganggukkan kepalanya.
"Kakak ngak apa-apa?" Lanjut Dara.
"Iya," saut Raka sedikit melas.
"Apa aku nanya sekarang ya soal wanita di telepon itu, tapi ntar dia tambah marah!" Batin Dara.
"Kak?" Lagi-lagi Dara memberanikan diri bertanya.
"Barusan kakak nelpon ada apa?" Lanjut Dara.
"Ngak, kapan?" Balik tanya Raka bingung ia merasa tidak jadi menekan nomor Dara tadi.
"Barusan, ada suara cewe tuh?" Balas Dara sedikit kesal.
"Ohh." Saut Raka.
"Kebangetan gak punya akhlak sama sekali suami gua!" Batin Dara.
"Yaudah istirahat gih Kak, biar aku jagain!" Pasrah Dara mencoba menahan egonya.
"Jangan lah, kamu istirahat juga, aku ngak apa-apa ko!" Tolak Raka.
Raka tidak berniat menceritakan apapun hal negatif yang sedang dipikirkan Dara. Ia tau masalahnya tidak ada urusan sama istrinya.
"Kamu tidur dimana? Aku tidur di sofa ya biar kamu di sini!" Ucap Raka menunjuk ranjang yang ia tiduri membuat Dara tersenyum.
" Aku ngak mau lagi tidur diranjang rumah sakit Kak, udah sering!" Balas Dara terkekeh.
"Ok, goodnight!" Ucap Raka memunggungi istrinya itu.
"Hm, " balas Dara singkat.
"Semoga Dara tidak berfikir macam-macam tentang Reina!" Gumam Raka.
Bersambung...apa Tamat ya🤔
__ADS_1
#Author: Desi_hw12**