
"Kiki!!" Teriak keras polisi muda itu menatap ke segala arah.
"Aghh, iya kenapa Kak?" Terbata-bata Kiki mendekati Raka dan istrinya itu.
"Jagain istri gua ya, jangan sampai lecet dan jangan sampai ada yang kurang!" Perintah Raka menatap sedu arah wanita yang katanya istrinya itu.
"Iya, ayo Kak berangkat sekarang!" Ajak Kiki menarik tangan Dara.
"Woii, masih ada gua nih. Jangan main pegang aja!" Menapis pelan tangan Kiki.
"Iya, by!" Ucap Dara gantian menarik tangan Kiki meninggalkan polisi muda itu.
"Ihh, jijik. Main nyosor aja! Punya tangan bisa ngak dijagain!" Ketus Raka melihat istrinya ditelan pintu.
Drtt drtt
"Iya hallo!" Saut Raka tenang bicara dengan seseorang dibalik telfon.
"Iya aku Otw!" Lanjut Raka menutup teleponnya.
Dengan bergegas Raka menarik koper pakaiannya meninggalkan rumahnya itu. Tidak butuh waktu lama Raka memarkirkan mobilnya di tempat tujuan.
"Hi, Ibu Sarah, senang bertemu denganmu!" Ucap Raka menyapa wanita paruh baya yang sudah menunggunya di bangku kafe tersebut.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tawar Raka tersenyum licik menatap nanar wanita di samping Sarah.
"Wah wah, lagi akur nih?" Kembali Raka tersenyum licik melihat pemandangan di depannya.
"Ma, pulang sekarang ya!" Raut wajah malu menarik pelan tangan Sarah mengisyaratkan tidak betah.
"Ishh bentar!" Teriak Sarah pada anaknya itu.
"Jangan buru-buru nona Kesya, kita masih ada waktu untuk berbincang kan?" Menatap ejek arah Sarah.
"Ma," Ucap Kesya pasrah.
"Gimana tawaran yang telah kita bicarakan sebelumnya? Apa jawaban Anda?" Tanya Raka tanpa basa-basi langsung ke intinya.
__ADS_1
Flashback
"Hallo!"
"Jangan laporin saya Nak Raka! Saya mau ngikutin semua kemauan kamu! Asal jangan laporin saya!" Nada sendu wanita paruh baya itu dibalik telpon.
"Ok, saya mau Anda pergi jauh bersama anak Anda dan berjanji tidak akan pernah menampakkan dirinya lagi di hadapan saya terutama istrinya saya lagi!" Tegas Raka
"Bisa kita berbincang secara langsung sekarang?" Ucap wanita itu meminta penawaran.
"Ok! Saya akan kesana. Share lokasi saja." Balas Raka di balik telepon.
Flashback berakhir
"Ma, jangan!" Sepertinya Kesya sudah mengetahui tujuan pertemuannya. Mungkin saja Sarah telah menceritakan segalanya.
"Saya menerima tawaran kamu, mulai sekarang saya dan Kesya tidak akan pernah mengganggu keluargamu lagi!" Ucap Sarah terbata-bata.
"Baik, sampai jumpa!" Ucap Raka sebelum meninggalkan kafe tersebut.
"Ma, aku ngak mau! Raka pliss jangan!"
"Aku juga ngak bisa lepasin kalian yang telah mengambil nyawa Ibuku!" Gumam Raka berlalu pergi.
"Key udah, Mama masih punya banyak cara untuk membuat keluarga itu bertekuk lutut pada kita!" Menenangkan Kesya ke dalam pelukkan nya.
"Iya Ma," saut Kesya lirih.
Kesya dan keluarga bermaksud untuk meninggalkan negara kelahirannya menuju negara sebrang. Untuk menghindari ancaman Raka.
Wiu wiu wiu
Suara mobil polisi berhamburan mengejar kendaraan yang ditumpangi Kesya sekeluarga. Memepet dan memperkecil ruang gerak itulah keahlian driver seorang polisi.
Sedikit demi sedikit tidak ada lagi ruang yang dimiliki Kesya dan keluarga.
"Anda kami tahan, silahkan jelaskan di kantor!" Tegas polisi senior memasang gelang besi di tangan Sarah. Iya hanya Sarah lah sebagai tersangkanya. Sedangkan Kesya dan Papanya dijadikan saksi.
__ADS_1
"Tapi Pak, saya ngak tau apa-apa!" Ucap Sarah mengelak tidak dihiraukan polisi senior itu.
"Selamat Ibu Sarah! Saya turut senang atas kerjasama yang baiknya!" Raka membuka topi yang menutupi wajahnya sedari tadi.
"Dasar kau polisi biadab! Awas kau tunggu tanggal main kami selanjutnya!" Tutur Sarah marah sebelum tubuhnya diseret kedalam mobil polisi.
"Wah wah kami? Pengakuan yang cukup bagus!" Ucap Raka tersenyum licik.
"Silahkan masuk Pak!" Tegas polisi senior itu pada papanya Kesya sopan. Sesama senior mereka saling menghargai.
"Masuk!" Perintah Raka mendorong pelan tubuh Kesya hingga jatuh dialas kaki diatas mobilnya.
"Seperti malam ini kita bisa bersenang-senang." Ucap Raka tertawa menggoda Kesya.
"Maksudnya apa? Aku ngak mau!" Seakan Kesya tau maksudnya Raka. Kesya menolak mentah-mentah ucapan Raka.
"Siapa juga yang mau sama wanita murahan seperti kamu!" Batin Raka tertawa.
"Ijin mengajak wanita ini pergi Ndan, terimakasih!" Ucap Raka yang dibalas anggukan oleh seniornya itu.
Raka membawa Kesya melajukan mobilnya menjauhi kerumunan orang-orang yang melihat kejadian tertangkapnya wanita tersebut.
"Masuk!" Tegas Raka melemparkan tubuh Kesya di atas kasur entah dirumah siapa.
"Kamu mau apa Ka?" Tanya Kesya melihat tingkah Raka seakan ingin berbuat sesuatu padanya.
"Masuk!" Tegas Raka mendengar bel rumah kos itu berbunyi.
"Selamat bersenang-senang nona!" Ucap Raka menutup pintu dan meninggalkan Kesya bersama pria entah siapa.
Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi sama Kesya didalam sana. Raka hanya bisa tersenyum puas melihat hasilnya melalui kamera yang ia pasang.
2 hari kemudian
Raka kembali bergegas untuk pulang, setelah semua rencananya berhasil ia menemui istrinya tanpa ada perasaan bersalah. Raka tidak tau apa yang sedang terjadi pada Kesya setelah kejadian itu. Yang pasti Raka sudah meninggalkan tempat kejadian setelah puas melihat rencananya berhasil melalui kamera.
Rencana itu sebenarnya sudah lama terlintas dibenak Raka. Hanya belum ada waktu saja untuk melakukannya. Entah kenapa Raka bisa berlalu sebiadab itu pada seorang wanita yang tidak semua salahnya.
__ADS_1
Lagian kan yang sebenarnya salah adalah Sarah, Sarah mempunyai dendam yang begitu besar pada keluarga Raka dan Dara yang belum sepenuhnya mereka ketahui.