Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Bikin masalah baru


__ADS_3

Sebelum baca jempol nya jangan lupa ya kak☺ Happy Reading all 🙃


Ceklek


Perlahan tangan kekar Raka membuka pintu kamarnya. Seketika matanya tertuju pada tubuh seorang perempuan yang sedang membelakanginya.


"Udah tidur?" Tanya Raka melangkah menghampiri gadis itu.


"Mau ngapain?" Kaget Dara reflek menjauhi tubuhnya dari suaminya itu.


"Udah ahh marahnya! Aku mohon." Ucap Raka merendahkan nada bicaranya.


Seperti tidak mendengar Dara berdiri dari ranjang dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


"Aku ngak mau hidup di bawah bayang-bayang dia lagi. Aku pasti bisa!" Batin Dara mengatur napasnya keluar dari kamar mandi.


"Minggir," ucap Dara mendorong keras tubuh Raka.


"Aihh, santai. Punya istri cantik tapi ngak ada rasa hormat sama sekali!" Sindir Raka berdiri dari duduknya. Akhirnya ia memilih menjalani malam itu di alam mimpinya.


"Bodo!" Batin Dara kesal.


"Uwaaahh," mengusap mata perlahan sambil menatap sendu arah suaminya.


"Lama-lama suamiku ko jadi tampan gini ya?" Gumam kecil Dara mencolek mata sipit suaminya yang masih tertidur pulas.


"Andai aja dia mengerti kemauanku. Auu ahh, cape ngawur aja aku mah." Lanjut Dara bicara kecil. Setiap lekuk wajah Raka tidak putus dari pandangan mata Dara.


"Hmm, udah pagi?" Tanya Raka tiba-tiba membuka mata sipitnya.


Deg


Deguk jantung Dara terpacu, ia merasa malu ketauan sedang memperhatikan suaminya itu.


Tidak satu kata pun yang dikeluarkan gadis cantik itu. Ia memilih diam dan bangun dari posisi tidurnya.


"Mau kemana? Kiss paginya mana?" Ucap Raka sama sekali tidak diacuhkan gadis itu.


"Gini nih, cewe pms kerjaannya marah aja. Ngak takut dosa apa? Sama suami ngak hormat sama sekali!" Kesal Raka mencari keberadaan teleponnya sambil mengeluarkan ocehan.


+62811 : Assalamu'alaikum, pagi Kak☺


+62822: Wa'alaikumsalam, pagi Dek☺

__ADS_1


Satu pesan berhasil membuat Raka senyum sumringah.


"Dih, sok manis woii senyum-senyum sendiri!" Batin Dara melihat tingkah suaminya.


"Bisa nih jadi bahan." Gumam Raka sekilas menatap sudut istrinya itu dan melanjutkan menatap layar handphonenya.


+62811: Lagi apa Kak?


+62822: Tiduran Dek


+62811: Ikuttt🙃


+62822: Sini aja Dek, kapan nih kita ketemu lagi?


+62811: Hari ini bisa ko Kak🤣


+62822: Mimpi dulu aja Dek😅


Balasan terakhir Raka sebelum ia memasuki kamar mandi. Sambil senyum sumringah Raka berlari meninggalkan handphone di atas kasur.


"Bentar lagi bom akan meledak, 1, 2, ...." ucap Raka tertawa sembari memperhatikan gerak-gerik istrinya di dalam kamar.


Rencana yang cukup bagus, Raka sengaja mengambil resiko melihat reaksi istrinya.


"Ishh, kesel!" Geram Dara membuang handphone suaminya sembarangan arah.


"Bisa ngak jangan main buang aja, rusak tanggungjawab lu!" Bentak Raka, memungut kembali handphonenya dilantai.


"Serah!" Ketus Dara mendorong kasar tubuh suaminya itu.


"Hiks hiks Kak Raka jahat!" Isak tangis Dara di balik pintu kamar mandi. Jelas terdengar di telinga Raka istrinya itu sedang menangis.


"Ra, ada apa? Kamu baik-baik aja kan!" Teriak Raka senyum sumringah.


Cukup lama Dara mengeluarkan mutiara bening dari matanya, sampai akhirnya ia tersadar sudah waktunya berangkat ke bandara.


Brukk


"Awas!" Setelah mengambil kebutuhan yang sudah ia siapkan semalam, Dara bergegas keluar dengan koper cukup besar yang ia tarik.


"Pagi Ki," sapa Dara duduk di sebelah Kiki yang sedang melahap makanannya.


"Dihh, habis ngapain semalam? Mata Kakak."

__ADS_1


"Woww, akan ada ponakan nih!" Lanjut Kiki tertawa sumringah melihat raut wajah Raka yang menghampiri mereka.


"Amit-amit!" Ketus Dara.


"Dah ayok, nanti ketinggalan pesawat kita!" Lanjut Dara menarik keras tangan Kiki.


"Ngak, kalian ngak boleh pergi!" Raka angkat bicara.


"Lah kenapa Kak, kita kan udah ijin!" Balas Kiki.


Raka menatap tajam arah istrinya itu, gelengan kepala Raka tidak dihiraukan Dara.


"Wah wah, semalam ngak cukup ya Kak." Ucap Kiki membuat Dara kesal.


"Kiki!" Menepuk lengan Kiki.


"Maaf, aku tunggu di luar ya Kak, good luck!" Ucap Kiki tertawa meninggalkan pasangan suami istri itu.


"Aku pamit," ucap Dara mengikuti langkah Kiki.


"Terserah!" Bentak Raka tidak menghiraukan kepergian istrinya itu.


"Punya istri ngak ada ahklak sama sekali!" Geram Raka menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


Ting(pesan masuk)


"Alhamdulillah masih nyala!" Rasa syukur Raka kembali mengotak atik handphonenya.


My love: Assalamu'alaikum Kak, aku pamit ya. Marahnya diundur aja pas aku balik😶!


Raka tersenyum lega membaca pesan singkat dari istrinya itu.


Raka: Y


Cukup pandai Raka membuat situasi hati Dara acakan. Bagaimana tidak pesan yang ia kirim hanya dibalas dengan satu huruf saja oleh suaminya itu.


"Terserah!" Gumam Dara mengubah notifikasi handphonenya silent.


"Wahh ni anak bener ngak ada ahklak sama sekali!" Kesal Raka melihat pesan nya hanya dired aja alias centang dua berwarna biru.


**Makin jauh rasanya 😔bener banget nih makin banyak eps makin ngk dapat rasanya 😔Pak pol tampannya ditamatin aja deh 35 eps cukup kali ya??


Jempolnya makin pelit aja 😔ok deh fiks tamat eps 35😶

__ADS_1


#Author : Desi_hw12**


__ADS_2