
"Sayang, apa kabar?" Ucap Raka bergelayutan manja di leher Dara.
"Ihh, sesak nih! Bau juga!" Ketus Kesya tidak merespon ucapan suaminya itu.
"Hmm, yaudah tunggu bentar aku mandi!" Ucap Raka mengecup manja kening Dara dan berlarian menuju kamarnya.
"Coba cium udah wangi nih!" Ucap Raka turun dari lantai atas masih ada handuk yang bergantung di lehernya. Hanya saja celana pendek yang digunakan Raka untuk menutupi lekukan tubuhnya.
"Pasang baju dulu bisa ngak!" Ketus Dara buang muka.
"Ngak bisa, pasangin!" Perintah Raka menyodorkan baju kaos yang lagi ia pegang.
"Manah sini," mengambil alih baju di tangan suaminya itu dan melemparkannya arah pintu keluar.
Brukk
"Wah wah gak bener nih kalian, siang bolong gini main!" Ucap pria gagah dengan mengandeng seorang wanita di sampingnya.
"Aghh, ngak!" Ucap pasangan itu serentak.
"Sosweet!" Ucap Ardan tertawa melihat perilaku mereka.
"Ngapain lu disini?" Raka angkat bicara menatap geram wanita yang digandeng sahabatnya itu.
"Ini maksudnya apa?" Ucap Raka menyelidiki.
"Kalian?" Lanjut Raka menatap penasaran. Perlahan Dara menarik handuk yang bergelantungan di leher Raka dan menutupi tubuh suaminya itu.
"Gua bisa jelasin Bro, kita jangan bicarakan soal itu lagi!" Ucap Ardan menatap wajah Kesya yang penuh ketakutan.
"Ngak, gua mau tau penjelasan dari lu!" Bentak Raka kesal.
Perlahan Ardan mendekati Raka dan membisikkan segalanya pada Raka. Raka mengangguk mengerti maksud sahabatnya itu.
Flashback
Setelah kejadian biadab Raka terhadap Kesya semuanya mengubah hidup Kesya. Pria suruhan Raka yang tidak beda jauh umurnya dengan Raka berhasil menyelamatkan tubuh indah Kesya dari nafsunya.
__ADS_1
"Sekarang kamu pergi ke sudut sana menjauhi kamera! Jangan lupa untuk teriak!" Perintah pria itu membisikkan halus di telinga Kesya.
"Aku akan coba bantu kamu!" Perlahan semua berjalan sesuai rencana. Mereka berhasil mengecoh Raka dan menatap bahagia kepergian Raka.
"Terimakasih," ucap Kesya lirih menangis dipelukan pria tersebut.
Ardan Putra sahabat kecilnya Raka. Mereka tidak beda jauh sifatnya. Hanya Ardan sebagai pengusaha sukses dikota kelahirannya. Ardan memiliki hawa nafsu yang cukup tinggi terhadap wanita. Ia sudah menghabisi banyak wanita dalam hidupnya hanya untuk memenuhi hawa nafsunya.
Untuk kali ini ia bisa menahannya, entah rasa kasihan terhadap kesya atau apa yang pasti ia berhasil melawan dirinya sendiri.
Flashback berakhir
"Ok, gua bisa ngertiin ko!" Ucap Raka mengangguk.
"Kalian mau minum apa?" Tanya Dara akhirnya mengeluarkan suara.
"Ngak usah, kami ngak mau repotin kalian!" Saut Kesya menolak sopan.
"Ngak ko Kak, aku bikinin jus mau?" Balas Dara sopan.
"Tunggu bentar ya!" Raka berlarian kecil menuju lantai atas untuk memasang bajunya.
"Silahkan diminum Kak!" Menyodorkan sopan minuman di hadapan mereka.
"Iya, " ucap mereka serentak.
"Wow sosweet!" Ucap pria tampan itu melangkahkan kakinya menuju Dara.
"Geser ahh, sempit!" Tiba-tiba Raka duduk disamping tubuh kecil Dara. Sofa yang seharusnya diduduki untuk seorang dibuat menjadi dua orang buat mereka.
"Sana aja Kak!" Melas Dara bersikeras tetap duduk.
"Yaudah berdiri dulu!" Ucap Raka.
Setelah Dara berdiri Raka langsung mencobloskan tubuhnya di atas sofa.
"Sinih!" Menarik Dara jatuh di atas tubuhnya.
__ADS_1
"Hmm!" Deheman Ardan membuat sikap keras mereka terhenti.
"Ka, kami kesini bermaksud untuk memberikan ini buat kamu sekeluarga!" Menyodorkan segepuk kertas yang ditata rapi. Sebuat undangan mewah diluncurkan Ardan buat keluarganya.
"Siapa nikah? Kak Mei mau nikah lagi?" Ceplos Raka tertawa.
"Sembarangan aja lo, gua yang mau nikah! Liat tuh namanya bambang!" Celetuk Ardan kesal.
"Tunggu-tunggu, ini bener lu mau nikah sama Kesya?" Penuh penasaran Raka bertanya.
"Iya," saut mereka serentak.
"Ngak kecepatan?" Gumam kecil Raka jelas terdengar di telinga mereka.
"Ngak ko Ka, gua udah yakin sama Kesya! Ya ngak Key?" Tanya Ardan meyakinkan Raka.
"Yaudah bagus dong, akhirnya sahabat playboy cap badak gua yang satu-satunya tobat juga!" Ucap Raka diiringi tertawanya. Entah itu tertawa sakit atau emang bahagia. Raut Wajah Raka susah untuk menebaknya.
"Ya gitu deh, ya ngak broo. Dulu kan lu juga sama playboy cap jempol!" Ucap Ardan membalas tertawa ejekan Raka.
"Ngak lah, gua mah dulu setia. Cewenya aja yang ngak punya perasaan ninggalin gua!" Ucap Raka meninggi.
"Wah, untung itu cewe selamat dari lu ya, kalau ngak habislah nasib tu cewe!" Tawa Ardan kembali pecah, tanpa ia sadari Kesya tersinggung dengan perkataannya.
"Hmm, iya!" Balas Raka nada pelan.
"Wah wah, Kak Ardan? Ngapain kesini lagi?" Celetuk Kiki datang melihat perempuan disebelah Ardan.
"Kenapa Ki, lu ngak suka gua kesini lagi? Lu lupa terakhir kali kita bertemu udah 5tahun yang lalu loh!"
"Sini peluk, gua kangen!" Akhirnya Kiki masuk kepelukan harimau Ardan. Ardan mengusapkan kepala Kiki ke bawah pengannya yang baunya MasyaAllah.
"Ihh, bau! Kebiasaan ahh jorok!" Ucap Kiki mendorong tubuh Ardan.
"Bisa aja lu, anak kecebong!" Tertawa lebar melihat ekspresi Kiki yang kebauan.
Next kk
__ADS_1