Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Bonus Visual


__ADS_3

Selama perjalanan, Raka memutar otak. Ia mencerna siapa yang berani cari masalah dengan keluarganya. Ia belum yakin kalau Kesya tidak ada hubungannya dengan semua ini. Raka dengar sendiri pembicaraan Kesya dibalik telfon.


Visual Raka dan Komisaris



"Siang Ndan! Apa sudah ada kabar dengan pelaku percobaan pelecehan terhadap istri saya Ndan?" Tegas Raka memberi penghormatan.


"Sepertinya belum ada kabar. Silahkan kamu ikut selidiki orang-orang terdekat Dara untuk mencari jalan keluarnya!" Komisaris.


"Siap, Ndan. Saya ijin tugas!" Lanjut Raka kembali memberikan penghormatan pada Komisaris. Dibalas anggukan.


"Aihh, gua harus cari tahu tentang Dara dimana? Lagian juga Wibowo papanya Dara udah pergi duluan." Gumam Raka.


Rumah sakit


"Sya, barusan Mama ketemu Raka di depan. Sepertinya ia sedang mengalami masalah besar." Ucapan Sarah kepada putri cantiknya itu.


"Hmm, gitu ya Ma.... " Lirih Kesya.


"Sepertinya rencana Papa berhasil!" Batin Kesya tersenyum.


"Kamu kenapa, ngak suka ya Mama ngomongin Raka?" Tatapan penuh menyelidiki Sarah pada putrinya itu.


"Ngak ko Ma! Aku seneng denger Raka di sini." Terukir senyum tipis di bibir Kesya.


Sarah wanita paruh baya itu adalah ibu kandungnya Kesya dan juga kekasih gelapnya Wibowo papanya Dara.


Setelah kepergian Wibowo, Sarah kembali akur dengan suaminya dan juga putri cantiknya Kesya. Entah apa maksudnya Sarah kembali kepada keluarganya setelah kelakuannya selama Wibowo hidup membuat Kesya dan papanya tersakiti.


"Ma, Papa mana? Katanya Papa mau kesini ko ngak datang-datang!" Pertanyaan Kesya kepada wanita paruh baya itu.


"Papa lagi ada kerjaan Sayang!" Balas Sarah meyakinkan putrinya itu.


"Oh.... " Saut Kesya.


"Iya, Sayang. Cepat sembuh ya!" Sarah mencium setiap sisi wajah Kesya yang masih diperbal.

__ADS_1


"Makasih Ma...." Balas Kesya lirih.


Visual Kesya



"Kesya, Sayang kamu udah sadar Sayang!" Pria oaruh bayar yang seumuran Sarah menghampiri ranjang rawat Kesya.


"Papa!" Kesya bangun dari tidurnya , tubuhnya jatuh dipeluk kan Pria paruh baya itu.


"Kata Mama, Papa ada kerjaan! Ko Papa ada disini?" Tanya Kesya melepaskan pelan pelukkan Papanya.


"Hmm, ngak ko Sayang, buat anak Papa apa sih yang ngak!" Tersenyum menatap sinis Sarah yang masih setia di tempat duduknya.


"Ma, aku mau bicara sama Papa bentar boleh?" Kesya mencoba bicara sopan supaya Mamanya tidak tersinggung.


Tanpa mengeluarkan kata, Sarah berlalu meninggalkan Kesya dan Pria Paruh Baya itu.


Brakk


Suara cukup keras terdengar setelah pintu ditutup Sarah. Jelas Sarah tidak suka dengan sikap mereka berdua yang sembunyi di belakangnya.


"Apa Sayang, mau bicara apa?" Balas Pria itu.


"Terimakasih, Papa udah lakuin semuanya buat Kesya!" Balas Kesya.


"Lakuin apa Sayang? Papa belum berbuat apa-apa!" Saut Papa nya Kesya bingung.


"Ahh, Papa mah bercanda." Balas Kesya tersenyum.


"Beneran Sya, Papa belum bertindak. Papa kesini juga mau nanya ciri wanita yang merusak hubungan kamu itu Sayang!" Jelas papa nya Kesya.


"Tapi... dia udah celaka Pa! Mama juga bilang liat Raka disini." Balas Kesya bingung.


"Papa belum bertindak Sya, mungkin ada orang lain yang juga tidak suka dengan keberadaannya disisi Raka!" Mereka saling memandang dan tersenyum puas. Walaupun yang melakukan bukan mereka tetapi hasilnya mereka bahagia walau hasil dari orang lain.


Dibalik pintu, Sarah mendengar jelas pembicaraan ayah dan anak itu.

__ADS_1


Sarah juga merasa sedikit lega dengan apa yang ia dengar ternyata suami dan anaknya juga berpihak padanya.


Visual Sarah



"Baguslah, sepertinya aku tidak sendiri!" Bantin Sarah dibalik pintu


Ruang rawat Dara


Visual Dara



"Dara, Mama balik kerumah bentar ya! Mama mau jemput kebutuhan kamu selama dirumah sakit." Rifkana berdiri dari duduknya.


"Iya, Ma!" Dara menunduk pasrah walaupun sekarang ia hanya di tinggal sendirian dirumah sakit. Namun Kesya beruntung ia mempunyai Mama yang pengertian.


Kiki ia lebih memilih balik kekampus melanjutkan kuliahnya. Walaupun sempat terbuang waktu nya untuk melihat Dara masuk rumah sakit.


Visual Kiki



"Ma, nanti biar Kak Raka aja yang kesini! Mama istirahat di rumah aja ya!" Dara memegang tangan Rifkana yang mulai menjauhinya.


"Yaudah, nanti Mama suruh Raka ya Sayang. Jaga diri baik-baik ya Mama pamit dulu!"


Visual Rifkana



Rifkana perlahan melepaskan pegangan tangan Dara dan berlalu meninggalkan ruang Dara.


**Buat Visual, itu hanya dari author, buat yang kurang suka itu hanya sebagi Visual saja boleh ko mengganti membayangkan yang lebih dari mereka.


Next...

__ADS_1


#Author: Desi_hw12**


__ADS_2