Police!! I Hate You

Police!! I Hate You
Canda Kiki


__ADS_3

Happy Reading 😁salam hangat dari author recehan 👋jangan lupa tinggalkan jejak ya🙏


"Besok aku mau keluar kota, jaga diri baik-baik ya! Kalau ada apa-apa kabari aku!" Mempererat pelukannya.


"Iya," saut Dara lirih.


"Mau makan? atau belanja?" Tawaran Raka ditolak dengan anggukan oleh Dara.


"Kenapa? Masih kepikiran yang tadi kah?" Tanya Raka penuh selidik.


"Ngak, aku mau pulang aja!" Balas Dara.


"Okay, kita segera pulang. Tapi habis ini ya!" Menempelkan jemarinya di telapak tangan istrinya itu.


"Kemana?" Dara kebingungan, ia mengikuti alunan tangan yang menarik tubuhnya.


"Dia siapa? Apa aku kenal?" Menatap wanita paruh baya yang duduk di depannya. Jarak mereka tidak terlalu jauh, hanya beda satu meja.


"Ngak, kamu ngak kenal Dia!" Menunjuk arah wanita itu yang sedang berbincang hangat dengan seorang pria seumurannya.


"Tapi Dia kenal Papa, Bapak Wibowo. Dia Papa kamu kan?" Kembali melanjutkan pernyataannya.


"Dia siapa? Aku rasa tidak mengenalnya!" Balas Dara kesal.


"Dia kekasih papamu dan juga pembunuh ibuku!" Raka buka mulut.


"Ngak mungkin, aku tau papa ngak kenal dia!" Elakkan Dara masih belum mengerti.


"Dia Sarah kekasih papamu, semua orang juga tau itu!" Lanjut Raka.


"Terus? Apa hubungannya sama Mama Rifkana? " Balas Dara penasaran.


"Nanti kamu juga tau!" Nada kesal Raka.


"Maaf, aku ngak tau!" Melekatkan wajahnya ke telapak tangan Raka.


"Kamu tau dari mana semua ini? Kenapa aku ngak dikasih tau?" Balas dara bete.


"Belum saatnya aja kamu tau!" Tersenyum sikit menaikan alinya memandang wajah Dara.


"Terserah lah, aku cape mau pulang! Kamu sekarang mau apa? Mau laporan Ibu Sarah gitu biar dimasukin ke kandang juruji besi!" Nada melas tidak mehiraukan target yang sedang mereka pandangi.

__ADS_1


" Laporin? kamu lupa aku siapa?" Senyum bangga Raka terlihat kembali.


"Ya, kamu seorang polisi kasar dan juga pembunuh papaku!" Saut Dara kesal.


"Kasar? Gini maksudnya?" Menarik kuat tubuh Dara ke pelukannya.


"Isshh, lepas!"


"Baru aja dibilangin! Dasar." Mendorong keras tubuh Raka.


Tanpa mereka sadari, situasi sekitar sedang memperhatikan gerak-gerik mereka. Sarah pun akhirnya menyadari keberadaan mereka dan pergi berlalu meninggalkan toko tersebut.


"Wah pasangan yang serasi!"


"Semoga langgeng ya!" Bisikan bisikan halus jelas terdengar di telinga mereka. Namun ia tidak menghiraukannya.


"Ayo pulang!" Menarik pelan tangan istrinya itu meninggalkan keramaian.


"Terus perempuan itu gimana?" Pasrah mengikuti langkah suaminya itu.


Rumah..


Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di istana mewah milik Raka.


"Ngak kepikiran apa buat bulan madu?" Goda Kiki melihat pasangan kekasih itu memasuki rumah.


"Lucu kali ya, kalau ada anak kecil di rumah ini! Kapan nih kak?" Lanjut Kiki berlari meninggalkan ruang tamu tersebut. Sambil tertawa Kiki menggoda pasangan itu.


"Makan sepatu sepertinya enak juga ya Ki?" Mengusap pelan sepatunya.


"Whaha, takut!" Goda Kiki berlarian.


"Dasar ngak laku!"


"Makanya cari cewe yang cepat!" Teriak Raka kesal melihat punggung Kiki yang mulai menghilang ditelan pintu.


"Kiki sini?" Panggil Dara tidak lagi melihat punggung Kiki.


"Ki, dengar ngak istri gua manggil lo tu!" Dengan lantang Raka mengeluarkan suaranya.


"Woii!" Melangkah kakinya menuju kaar Kiki.

__ADS_1


Tidak kunjung lama, akhirnya seekor marmut mengikuti langkah Raka keluar dari kamarnya


"Iya ada apa?" Tannya melas.


"Boleh ngak besok nebeng ke kampusnya?" Ucap Dara.


"Apa? Aku diseret sampai kesini hanya untuk ngomong itu doang!" Mendengar ucapan Dara, Kiki dibuat melongo.


"Kesal dah, mau lanjut tidur aja!" Lanjut Kiki menuju kamarnya kembali.


"Boleh ngak?" Teriak Raka kembali membuat Kiki terdiam di posisinya.


"Iya, " melanjutkan langkahnya.


"Yaudah aku kedalam duluan ya Kak, selamat malam!" Ucap Dara.


"Barengan aja, lagian kita punya satu tujuan ya ngak?" Tanya Raka menggoda.


"Apaan, aku mah tujuannya mandi terus lanjut tidur!" Balas Dara jutek.


"Ya kan tidurnya bareng aku! Ya ngak?" Mengangkat satu alisnya, menatap penuh godaan arah Dara.


"Terserah lah!" Saut Dara melanjutkan langkanya menuju lantai atas. Diikuti suaminya di belakang.


"Kak mau ngapain, sana keluar dulu aku mau mandi!" Menatap penuh selidik arah Raka yang ingin masuk kekamar mandi.


"Ya mandilah!" Terobos masuk kekamar mandi.


"Yaudah sanah mandi duluan!" Pasrah Dara ngak mau ribet.


"Ngak, bareng pliss!" Goda Raka memohon.


"Kakak sehat? Sana mandi bikin kesal aja!" Mendorong tubuh Raka masuk.


"Bercanda ko, bikin penasaran aja kamu tuh. Kerjaannya marah aja. Ngak bosen apa?"


"Jangan-jangan benar lagi?" Tawa Raka penuh ejekan bergegas menutup pintu.


"Kakak belum pernah ngerasain keselek gayung kan? Sini cobain!" Menepuk keras pintu kamar mandi itu.


Raka hanya bisa tersenyum senang, mendengar istrinya meluapkan emosi dengan segala perkataannya. Lagian kalau ibu harimau dilawan saat marah, suaminya pun bisa dijadikan santapan. Wkwk lebay dah🤣

__ADS_1


**Bersambung..


#Author:Desi_hw12**


__ADS_2