
"Ahh ngapain dia disini?"
"Trus aku tidur dimana?" Dara celingak celinguk melihat sisi kamar yang dapat ia tidurin.
"Eh bangun, gua mau tidur!" Dara menarik keras tangan Raka.
Sekeras-kerasnya pun Dara menarik, tidak dapat mengalahkan kekuatan seorang lelaki.
"Aaaaa." Raka berhasil membalas tarikan tangan Dara hasilnya Dara jatuh dipangkuannya.
"Lepas ngak!" Dara mencoba memberonta ya tetap Raka hanya balas tersenyum mesum melihat Dara yang mulai panik.
"Mama!" Dara mencoba memanggil Rifkana. Jelas tak ada respon kan Rifkana sering nginap dirumah sebelah.
"Kak plis lepasin Dara. Hiks hiks." Mulut manis Dara keluar, Dara mulai mengeluarkan air matanya. Entah itu palsu atau asli.
Tak kunjung ada respon dari Raka akhirnya Dara mencoba mengambil pistol yang persis berada di sebelah tempat tidur Raka.
"Lepas ngak!" Dara menghadangkan pistol itu kearah Raka.
"Coba aja kalau berani!" Raka tetap dalam pendiriannya. Entah ia nyaman atau apa yang ia rasakan sekarang saat berhasil menjatuhkan Dara dalam pelukannya.
Dor...
"Ahkk." Teriak Raka sambil tertawa puas melihat Dara menutup matanya.
"Apa dia mati?"
"Tapi, kenapa dia tertawa?"
Dara perlahan membuka matanya. Ia melihat senyum lebar Raka terukir sangat manis. Dara dibuat terpana melihat senyuman manis Raka memperlihatkan ginsulnya.
"Yaudah lu tidur disini, gua tidur disebelah. Kalau ada apa apa lu panggil gua aja!"
"Jangan lupa pake sandi ya, Kak Raka Sayang!"
__ADS_1
"Ok. Selamat malam." Raka berlalu meninggalkan Dara yang masih merona dapat ciuman di keningnya lagi.
"Ahh, jijik!" Dara berlari menuju kamar mandi dan mencuci keningnya menggunakan sabun wajah Raka.
"Hiks hiks Ma, Pa tolong Dara." Dara duduk dikasur empuknya Raka sambil memeluk foto keluarganya.
"Ma, Pa aku takut, aku ngak mau nikah!" Air mata Dara meluncur tepat difoto nya yang sedang dipeluk Wibowo.
Beberapa saat akhirnya Dara berlalu ke alam mimpi💭.
Pagi...
Pagi pagi Raka kembali kekamarnya.Raka sekejam memperhatikan Dara yang masih tertidur memeluk foto dan terlihat bekas air mata kering di wajahnya Dara. Hari ini Raka ada tigas baru yang akan ia laksanakan di kampus Dara. Ia mengambil handuk dari lemari dan berlalu kekamar mandi.
"Aaaa." Lagi lagi Dara dikagetkan dengan ulah Raka. Bagaimana bisa ia memperlihatkan tubuhnya pada orang yang bukan siapa-siapa nya.
"Biasa aja kali, sana mandi gua juga udah selesai!" Raka menutup tubuhnya menggunakan handuk dan keluar sedikit menyenggol tubuh Dara hingga terjatuh dipangkuannya.
Settt...
"Auhh." Ringis Dara memegang pinggangnya yang terasa amat sakit.
"Hiks hiks hiks." Dara berdiri di bawah air mengalir dan menangis sekencang kencangnya.
Selesai mandi dara keluar dan mengenakan pakaiannya. Tidak ada tanda tanda keberadaan Raka. Dara bergegas menggunakan pakaiannya dan bersiap siap berangkat kekampus.
"Pagi Tan, eh Mama!" Sapaan manja Dara seperti sudah merasa dekat sama Rifkana.
"Pagi Sayang, udah cantik aja nih. Mau kemana?" Menuntur Dara mendekati meja makan.
"Dara mau kekampus Ma. Boleh kan." Dara menatap Rifkana jelas matanya terlihat sedih.
"Jelas boleh Sayang, lagipulakan pestanya besok!" Dibalas senyum Dara.
Dara mencoba mencerna kata-kata Rifkana.
__ADS_1
"Pesta emang besok ada pesta apa?" Batin Dara bertanya, entah emang pura-pura atau Dara memang masih polos.
"Bodo lah, paling juga pesta ulang tahun atau apa gitu." Batin Dara
Dara celingak celinguk melihat sisi rumah tidak ada tanda tanda keberadaan Raka. Dara tersenyum lega untuk hari ini ia bebas.
"Kak Raka udah berangkat Kak!" Kiki berhasil membuat Dara malu. Dara ketahuan sedang mencari keberadaan Raka.
"Oh. Alhamdulillah." Dara mengusap dadanya lega.
Selesai menyantap sarapannya, Dara pamit dan berangkat kekampus menggunakan angkutan umum.
Kampus
"Pagi Ra!" Denis menyapa Dara dan memegang tangannya.
"Lepas Denis, malu tau!" Menapis keras tangan Denis.
Denis Irawan putra dari prof Irawan pemilik kampus dimana Dara kuliah. Denis adalah teman dekatnya Dara sejak kecil. Susah senang mereka jalani bersama. Semenjak tamat SMP hubungan mereka sedikit renggang karena tempat sekolah mereka yang berbeda. Setelah tamat SMA mereka dipertemukan kembali dikampus yang sama.
"Ngak papa kali Ra!" Denis menarik tangan Dara menuju kelasnya.
Belum saja sampai dikelas, tangan Denis ditepis seseorang yang sedaritadi memperhatikan gerak gerik mereka yakni Raka.
"Ikut!" Mencengkraman keras tangan Dara.
"Sakit,Kak!" Berontak Dara tak dihiraukan Raka. Raka menarik kasar tangan Dara meninggalkan Denis, Denis masih bingung dengan apa yang ia lihat.
"Siapa dia? beraninya. Apa dia anak kampus juga?" Denis mencoba mengikuti Raka dan Dara namun gagal mereka sudah tak terlihat lagi dari setiap sudut mata Denis.
**Next kk😘😘😘
Jangan lupa jempol sama hatinya ya kk🙏🙏
#author: Desi_hw12**
__ADS_1