
Raka dibuat lelah sendiri mengelilingi seisi rumahnya tidak ada tanda-tanda keberadaan Dara.
"Ki, lihat Dara ngak?" Raka mendekati Kiki yang masih sibuk dengan pekerjaannya membersihkan taman belakang.
"Iya, barusan kakak keluar. Dia nitip ini nih!" Kiki menyodorkan secuil kertas entah apa isinya.
"Dari Dara?" Tanya Raka penuh selidik.
"Iya, Kak." Saut Kiki melanjutkan pekerjaannya.
To Raka
Kak, Dara pamit ya untuk pergi. Dara ngak mau jadi pengganggu hubungan kakak sama dia. Dara tau kita baru sehari menjalin hubungan, sebelum semua berjalan terlanjur jauh. Dara memilih mundur Kak.
Jangan cari Dara, Dara mau sendiri menjalani hidup seperti dulunya. Terimakasih atas kebaikan Kakak sama Mama selama ini. Dara pamit ya Kak. Terimakasih
**From Dara**
Tubuh Raka seketika menjadi kaku, badan lemah, dan wajah pucat. Raka sebagai suami merasa sangat bersalah. Baru kemarin ia meminang Dara sebagai teman hidupnya. Sayang, sekarang Dara meninggalkan nya begitu saja.
"Kakak, sakit?" Kiki memapah Raka menuju kursi taman.
"Ngak, Ki!" Saut Raka nada melemah.
__ADS_1
"Kak! Barusan yang keluar itu Kesya kan?" Tanya Kiki penasaran dengan apa yang ia lihat.
"Hmm." Saut Raka, Kiki mengangguk ngerti apa maksud deheman Raka.
"Kakak, butuh minum? Biar Kiki ambilin ya?" Tawaran Kiki ditolak mentah-mentah sama Raka. Hanya dengan gelengan Raka.
"Yaudah Kak, Kiki tinggal kerja lagi ya!" Lagi-lagi ucapan Kiki tidak direspon Raka. Raka hanya diam sembari menatap pilu secuil kertas yang ada di tangannya.
Flashback
"Ki, aku titip ini ya. Aku titip salam buat Mama! Oh ya kalau ada yang nanya bilang aja aku udah pergi lama ya!"
"Tapi, Kak!" Kiki masih penasaran dengan sikap Dara yang membingungkan.
Belum sempat Kiki menanyakan panjang lebar, Dara udah menjauh meninggalkan gerbang belakang rumah Raka.
Flashback berakhir
"Sayang!" Seorang wanita menghampiri Raka yang stay di mobilnya.
"Hmm." Saut Raka menatap tajam kearah Kesya. Entah apa hubungan mereka sekarang, mereka sepertinya masih menjalin hubungan. Raka mengakui ia juga masih berharap sama Kesya, namun ia juga kasihan dengan Dara. Didalam hatinya Raka bimbang mau cari Dara dimana lagi.
"Ntar malam kita jalan ya, Sayang! Kita kan udah lama ngak jalan bareng." Kesya memegang pipi Raka. Tidak ada respon oleh Raka. Ia hanya diam entah kenapa Dara selalu bermain di pikirannya.
"Sayang!" Rengek Kesya menggoda Raka.
"Iya, iya!" Raka berlalu meninggalkan Kesya yang tersenyum merona.
__ADS_1
"Ok, aku siap-siap ya Sayang, nanti malam aku tunggu ya!" Mereka sama-sama memunggungi satu sama lain. Raka masuk kerumahnya sedangkan Kesya berlalu pulang.
"Raka!" Panggil Rifkana geram melihat sikap Raka yang labil
"Iya, Ma. Ada apa?" Raka menghampiri Rifkana diruang TV.
"Kamu yakin masih jalin hubungan sama Kesya? Inget sayang kamu udah nikah!" Menekan nada bicara
Sejenak Raka terdiam, ia mengerti maksudnya Rifkana.
"Tapi, Ma. Dara udah pergi, Raka ngak mau menunggu yang belum pasti, Ma." Jelas Raka membuat Rifkana geleng kepala.
"Sayang, Dara ngak pergi. Dara hanya butuh waktu aja. Kamu jangan labil gini lah!" Geram Rifkana mengingatkan Raka.
Rifkana sebagai seorang ibu ia juga ngak mau anaknya jatuh kejalan yang salah.
"Udah, Ma. Raka cape mau istirahat." Raka menjauh meninggalkan Rifkana yang masih kesal melihat sikapnya Raka.
Sebenarnya Raka juga tau selama ini ia salah, menjalin hubungan dengan Kesya kembali. Sebagai seorang polisi ia harus tegas. Namun hatinya masih bimbang, rasa yang dulu pernah ada untuk Kesya hadir kembali mengalahkan rasa kasihannya pada Dara. Lagipula Raka menikahi Dara hanya kasihan melihat hidup Dara menderita setelah kehilangan Papanya.
"Akhhh, Lu dimana sih Dara?" Batin Raka mengacak-acak rambutnya.
"Kenapa lu jadi seperti anak kecil ginih?"
"Huff." Raka mencoba menetralkan emosinya. Ia merasa tidak pantas tersiksa hanya karena anak seorang penipu.
Hari demi hari Raka jalani sendiri tanpa Dara. Setiap harinya hanya Kesya yang rajin ambil absen kerumahnya. Kesya sebagai pacarnya Raka memanfaatkan kondisi pikiran Raka saat ini. Kesya sebenarnya juga tau perasaan Raka bukan lagi untuknya. Namun itu tidak akan dibiarkan Kesya berlarut-larut.
__ADS_1
Bersambung.....
#Author:Desi_hw12