
"Ma, ini ada acara apa? Kenapa ramai gini, Ma?" Dara celingak celinguk melihat pemandangan matanya yang membuat Dara memutar otak.
"Ayo Sayang!" Rifkana melanjutkan langkahnya menuju meja yang tersedia, terlihat telah dihadiri orang KUA. Biasalah orang kaya mah bebas mau nikah dimana aja. Mau itu dirumah, dihutan, ataupun di Kutub ya pasti orang KUA nya ikut aja.
"Mempelai prianya Mana?" Bisikan keluarga inti yang diundang. Tak hanya keluarga inti, terlihat orang-orang berpangkat pun juga hadir di pernikahan Raka. Raka mengundang sahabatnya selama di kepolisian. Tak lupa Komisarisnya juga diundang bersama istrinya.
Tak terkecuali teman-teman dekat Papanya juga hadir dalam pernikahan Raka.
"Hmm." Raka dengan gagahnya berjalan menuju Dara yang telah duduk enak dikursinya. Deheman Raka memecah kebisingan orang-orang disana.
"Wah, tampan kali Ponakan ku!" Tante Raka mulai memuji-muji keponakannya yang satu-satunya itu.
"Tampan." Begitu bisikan gaib yang melayang ditelinga Dara.
"Gimana udah siap semua? " Penghulunya menatap Dara dan Raka mencoba memastikan kembali.
"Siap!" Serak basah suara Raka menjawab dengan lantang.
Dara hanya diam, mengambil perhatian orang-orang. Kebisingan mulai terdengar.
"Mempelai wanita, siap?" Penghulu mengulang pertanyaannya kembali.
"Iiya, Pak." Saut Dara sedikit ada keraguan dipikirannya. Dara tidak habis pikir, ia awalnya hanya bercanda mau menerima tawaran Raka malah terjadi beneran.
__ADS_1
Akad pernikahanpun berjalan dengan lancar sesuai rencana Raka, perlahan-lahan Dara mulai meneteskan airmatanya. Ia tidak menyangka mimpinya bisa jadi kenyataan gini. Raka yang melihat wajah Dara sedih hanya senyum jahat menatap Dara.
Sepanjang acara dimulai sampai diakhiri Dara terlihat sayu dan murung. Tidak terlihat cahaya seperti seseorang setelah menikah saja. Wajah Dara terlihat takut dan sedih.
"Selamat ya Sayang, akhirnya anak Mama nikah juga!" Rifkana mencium kening Dara dan Raka. Terlihat sekali Rifkana mengeluarkan airmata bahagianya.
"Makasih, Ma." Raka memegang erat tangan Rifkana dan mengusap pelan-pelan pipi mamanya.
Dara hanya diam, ia masih memutar otak. Bagaimana bisa ia menikah dengan orang yang dibenci papanya sendiri.
"Yaudah, Ma. Dara ijin ke dalam dulu ya?" Belum sempat dibalas Rifkana, Dara sudah berlalu meninggalkan tempat.
Rifkana hanya menggeleng melihat sikap menantunya itu.
"Raka!" Rifkana memecah lamunan Raka yang sedaritadi menatap Dara yang memunggunginya.
"Sana gih, Dara udah duluan!" Rifkana terkekeh sambil berlalu melanjutkan menyalami tamu-tamu yang pamit pulang.
"Apa sih, Ma?" Raka mengacak kesel rambutnya.
"Kamu pasti ngertilah." Sambil berlalu, memunggungi Raka yang terlihat senyum-senyum sendiri.
Tidak tunggu lama, Raka menuruti perintah Rifkana. Ia berlalu meninggalkan pesta memasuki rumahnya. Raka melajukan langkahnya menuju kamar. Ia yakin Dara pasti lagi disana.
__ADS_1
Tok tok..
"Dara?" Panggil Raka sedikit nada menggoda.
Ceklek..
Pintu pun terbuka, terlihat Dara yang berjalan mendekati cermin hias yang berada dikamar itu.
Raka mencoba menghampiri Dara, terlihat Dara membuang mukanya. Membuat Raka mundur dan memilih duduk dikasur.
"Kamu kenapa, Ra?" Tanya Raka memecah keheningan diruangan itu.
Dara hanya diam tiada suara yang ia keluarkan. Perlahan-lahan airmatanya menetes .
Raka yang melihat itu, mencoba menenangkan Dara. Raka memeluknya dari belakang sambil berbisik, "aku janji ngak bakalan nyentuh kamu, sebelum kamu ijinkan." Bisikan hangat terdengar jelas ditelinga Dara.
Seketika airmata Dara terhenti, ia tersenyum lega mendengar ucapan Raka. Ia juga masih ingin fokus dengan kuliahnya. Terutama ia juga belum sempat balas dendam atas kematian papanya.
Hening begitu hening suasana dikamar mereka. Bener saja Raka menepati janjinya, Raka memilih tidur dikamar sebelah dari pada meniduri Dara. Raka sebagai seorang polisi pahlawan masyarakat juga punya prinsi dalam hidupnya. Sekecil apapun janjinya ia akan tetap menepatnya.
Sepanjang tidurnya, Dara menatap jijik foto yang terpampang dikamar Raka. Foto Raka bersama seorang wanita. Jelas Raka masih sayang sama wanita itu, sampai di hari pernikahannya foto wanita itu tetap ia pajang.
Next...
__ADS_1
Aku kembali kakak 🤭🤭ngak tahan rasanya sehari ngak nulis rasa ada yang kurang gitu☺☺akhirnya sempat juga up😴😴
#author: Desi_hw12*****